Manfaatkan Harga Plastik Naik, Warga Brebes Cuan Lewat Bank Sampah

Manfaatkan Harga Plastik Naik, Warga Brebes Cuan Lewat Bank Sampah

Imam Suripto - detikJateng
Rabu, 08 Apr 2026 21:09 WIB
Proses menimbang sampah plastik di bank sampah.
Proses menimbang sampah plastik di bank sampah. Foto: Imam Suripto/detikJateng
Brebes -

Harga plastik naik terdampak perang di Timur Tengah. Bagi para pedagang hal itu memberatkan, namun ada juga yang memanfaatkannya dengan menjual ke bank sampah karena harga jualnya ikut naik.

Salah satunya yaitu di Bank Sampah Rangkul Ceria di Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes. Sampah plastik jenis apapun bisa mendatangkan cuan dengan dijual ke bank sampah ini.

Nasiroh (34) warga Dukuh Sigempol, Desa Randusanga Kulon adalah salah satu nasabah yang rutin menyetor sampah plastik. Jika semula plastik limbah rumah tangga dibakar atau dibuang, kali ini sengaja dikumpulkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada plastik bekas bungkus pempers, kopi, bekas minuman, semua dikumpulin, kemudian disetor," kata Nasiroh, Rabu (8/4/2026).

Warga Siti Rohilah, mengaku makin semangat setelah harga plastik naik. Karena harga jual hasil mulung ikut terangkat. Jika sebelumnya Rp 3.000 sekarang naik antara Rp 3.500 sampai Rp 4.000 per kg.

ADVERTISEMENT

"Saya fokus jenis plastik botol bekas air mineral atau gelas plastik. Harganya lebih bagus. Sekarang bisa sampai Rp 3.500 kalau di bank sampah. Tapi kalau di pengepul langsung bisa Rp 4.000. Ya ada kenaikan sedikit," terang Siti.

Bank Sampah Rangkul Ceria dibuka sejak awal 2026 dan sudah banyak menerima kiriman limbah plastik. Berbagai jenis sampah ini datang dari warga desa.

Ada limbah bekas air minum, plastik kemasan makanan, bumbu dapur, jajanan, plastik es sampai tas kresek. Plastik limbah bekas air mineral dan gelas plastik menjadi sampah favorit karena memiliki nilai jual tinggi.

Direktur Bank Sampah Rangkul Ceria, Nur Isnawati mengatakan, biasanya hanya plastik botol bekas yang bening yang bisa diuangkan. Namun di bank sampah ini semuanya diterima meski ada perbedaan harga.

Menurutnya, plastik kresek, plastik es, bekas bungkus kopi, jajanan jarang dilirik karena tidak memiliki nilai jual. Namun di bank sampah ini, jenis plastik tersebut tetap bisa diuangkan.

"Plastik kresek, bungkus es, kopi, jajanan kan tidak ada harga. Tapi di sini kami tampung juga dan bisa diuangkan," jelas Nur Isnawati ditemui di lokasi penimbangan.

Sampah kiriman dari warga terlebih dulu ditimbang sesuai jenisnya. Kemudian akan ditukar dengan uang yang besarannya sesuai dengan volume sampah.

"Kami berikan reward, untuk sampah botol plastik Rp 3.500 per kg, kemudian yang jenis plastik es, kresek, bekas bungkus kopi, jajanan dan sejenisnya dihargai Rp 400 per kg," ungkapnya.

Nur Isnawati meneruskan, sengaja menampung sampah jenis itu karena memang sulit untuk pembuangannya. Rencananya, plastik es, tas kresek dan bekas bumbu dijual di pabrik paving block.

"Di sini ada pabrik paving block plastik yang bahan bakunya dari sampah sampah jenis itu," tandasnya.

Sistem pembayaran tidak dilakukan secara cash. Setelah ditimbang, hasil akan dicatat di buku nasabah dan baru diuangkan saat akan hari raya.

"Kalau dibayar langsung kan sedikit, jadi ditabung dulu. Nanti pas menjelang hari raya baru totalan dan dibayar," imbuhnya.

Bank sampah belakangan makin moncer sejak harga plastik naik. Kondisi ini makin memicu minat warga untuk mengumpulkan sampah plastik dari lingkungan sekitar.

Terpisah, Kades Randusanga Kulon, Afan Setiyono mengaku keberadaan bank sampah berpengaruh dengan tingkat kebersihan lingkungan. Terlebih dengan naiknya harga plastik warga makin semangat mengumpulkan sampah terutama plastik.




(alg/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads