Krisis minyak di Australia makin terlihat. Hingga Kamis (26/3) waktu setempat, sudah ada 608 SPBU yang kehabisan bahan bakar minyak (BBM).
Dilansir detikOto dari Thenightly, sehari sebelumnya ada 470 SPBU yang kehabisan BBM. Hanya dalam sehari jumlahnya bertambah lebih dari 100 titik. Kepastian tersebut disampaikan Menteri Energi Australia, Chris Bowen, yang menyebut 608 SPBU kehabisan solar dan bensin tanpa timbal.
Dia menyebut Negeri Kanguru itu punya 7.798 SPBU yang tersebar di banyak lokasi. Kini dengan jumlah tersebut berarti 8 persen SPBU kehabisan BBM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada kekurangan (BBM) nyata, terutama di daerah regional, yang perlu ditangani," ujar Chris Bowen, dikutip Jumat (27/3).
"Kami melihat peningkatan permintaan yang sangat drastis dan kami melihat pemasok, bukan tanpa alasan dan bahkan secara sah dan legal, memastikan bahwa mereka memasok bensin kepada orang-orang yang telah memesan sebelumnya, yaitu, orang-orang yang terikat kontrak," tambahnya.
Daerah New South Wales (NSW) disebut menjadi daerah paling 'lumpuh' di Australia akibat kelangkaan BBM. Bahkan, di kawasan tersebut, ada 314 SPBU yang ditutup. Kemudian Australia Barat juga mengalami situasi yang hampir sama.
Sebelumnya, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese sudah mengumumkan rencana menggelar rapat darurat bersama para pemimpin negara bagian dan teritori. Hal itu bertujuan memperkuat koordinasi nasional di tengah tekanan krisis energi yang dipicu konflik di Timur Tengah.
"Koordinasi itu penting agar kita memiliki konsistensi secara nasional," kata Albanese di gedung parlemen, Kamis (26/3).
Krisis yang dialami Australia merupakan dampak dari ditutupnya Selat Hormuz oleh Iran. Selat tersebut cukup krusial dalam distribusi minyak dunia. Dampaknya, biaya energi meningkat dan mulai mengganggu berbagai sektor industri serta berpotensi mendorong kenaikan harga barang.
Pemerintah Australia menyebut kondisi yang dialami tidak hanya karena kurangnya pasokan, tapi dipicu lonjakan permintaan. Sejumlah masukkan sudah diberikan kepada pemerintah Australia mulai dari penjatahan, pengurangan pajak bahan bakar, hingga menggratiskan transportasi umum terutama yang bertenaga non-BBM.
(alg/apu)











































