Dusun Kurahan, Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada 275 kepala keluarga (KK) dari hasil mengelola destinasi wisata Punthuk Setumbu. THR yang dibagikan berupa uang Rp 50 ribu dan 5 kilogram (kg) beras per KK.
Dusun Kurahan juga memberikan THR Rp 750 ribu dan beras 5 kg untuk 80 orang karyawan pengelola destinasi wisata Punthuk Setumbu. Seluruh karyawan itu juga warga dusun setempat. Selain itu, sekitar 11 orang tokoh dusun juga mendapat THR masing-masing Rp 300 ribu.
Pengelola Punthuk Setumbu, Nuryazid, mengatakan total anggaran untuk pembagian THR dan beras ini sekitar Rp 120 juta. Pembagian THR ini telah dilangsungkan sejak 2017. Teknis pembagiannya, warga tinggal mengambil di rumah Ketua RT. Ada 6 RT di Dusun Kurahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nuryazid mengatakan Punthuk Setumbu adalah destinasi wisata yang berprinsip pada pemberdayaan kemasyarakatan.
"Jadi ini semua milik warga, hasilnya juga dibagi ke warga. Dalam satu tahun ini, uang kita bagi-bagi. Memang ada sebagian untuk dianggarkan THR," kata Nuryazid saat ditemui wartawan, Senin (16/3/2026).
"Jadi, alhamdulillah di samping ada gajian, pada hari raya Idul Fitri, kita dapat membagikan THR untuk masyarakat juga untuk karyawan di Dusun Kurahan. Ada 295 KK, tapi yang domisili di sini sekitar 275. Jadi yang dapat (THR) 275 KK itu, karena kita berdasarkan domisili," tambahnya.
Total anggaran untuk THR ini sebesar Rp 120 juta, termasuk untuk karyawan dan warga dusun.
"Untuk yang 275 KK masing-masing dapat beras 5 kilo dan uang Rp 50 ribu. Sekitar Rp 120 juta (total anggaran) untuk THR saja. Iya untuk warga dan karyawan, juga sesepuh kita, ada sesepuh dusun, itu ada THR juga dari kita," ujar dia.
"Rp 300 ribu (untuk sesepuh dusun), itu sekitar 11 orang, termasuk RW, Pak RT juga. Kalau RT kita sudah dapat tiap bulan insentif dari dusun. Tapi untuk sesepuh-sesepuh, termasuk Pak RW, Pak Ustaz, tokoh agama, tokoh masyarakat, itu dapat," sambungnya.
Pembagian THR ini sudah berlangsung sejak 2017.
"Sejak 2017. Beras 5 kilo dan Rp 50 ribu. Untuk masyarakat segitu ya, dari dulu segitu," ucap Nuryazid.
Warga Dusun Kurahan mengaku terbantu dengan adanya pembagian THR dan beras jenis C4 tersebut.
"Iya, dapat beras 5 kilo sama uang Rp 50 ribu. Senang sekali (dapat THR), bisa membantu perekonomian keluarga," kata Rosadah Rohmana (54), warga Kurahan, RT 01 RW 01.
"Sudah lama kok. Tiap tahun dapat. Tiap tahun mau Lebaran seperti ini," imbuhnya.
Hal senada disampaikan Endra Pelita Putra (54). Endra senang karena kebagian berkah dari objek wisata Punthuk Setumbu.
"Rasanya senang dibantu sama Punthuk Setumbu. Karena keadaan lagi susah gini mendapatkan bantuan dari Punthuk Setumbu berupa THR," kata Endra.
"Berat dapat 5 kg sama itu uang Rp 50 ribu. Saya juga dapat THR Rp 750 ribu karena kebetulan sebagai karyawan (Punthuk Setumbu) juga," imbuhnya.
Punthuk Setumbu Buka Saat Lebaran
Nuryazid menjelaskan wisata Punthuk Setumbu tetap buka pada hari raya Idul Fitri.
"Hari pertama (Lebaran) kita tetap buka, tapi bukanya setelah salat Id, jam 07.00 baru kita buka. Idul Fitri pertama dan Idul Adha itu tiap tahun sudah begitu," ujarnya.
Tiket masuk untuk wisatawan nusantara Rp 20 ribu dan untuk wisatawan mancanegara Rp 50 ribu. Pada 2024, wisatawan lokal tercatat sebanyak 29.464 orang dan wisatawan mancanegara sebanyak 18.027 orang.
Pada 2025, ada 23.620 wisatawan lokal dan 14.320 wisatawan mancanegara yang ke Punthuk Setumbu. Adapun pendapatan pada 2025 sekitar Rp 1,18 miliar.
