Pusing Tak Kunjung Bisa Tarik Tabungan, Nasabah PD BKK Klaten Ngadu ke Damkar

Pusing Tak Kunjung Bisa Tarik Tabungan, Nasabah PD BKK Klaten Ngadu ke Damkar

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Senin, 02 Mar 2026 13:15 WIB
Nasabah PD BKK Klaten datangi Mako Damkar Klaten mengadukan nasib tabungannya yang tak kunjung bisa ditarik, Senin (2/3/2026).
Nasabah PD BKK Klaten datangi Mako Damkar Klaten mengadukan nasib tabungannya yang tak kunjung bisa ditarik, Senin (2/3/2026). Foto: Achmad Husain Syauqi/detikJateng
Klaten -

Puluhan nasabah PD BKK Klaten mendatangi markas Damkar Klaten di Jalan Mayor Kusmanto, Klaten Utara, Klaten. Mereka mengadukan persoalan dana mereka yang tidak jelas nasibnya.

Pantauan detikJateng, warga dari berbagai daerah itu datang dengan sepeda motor sekitar pukul 09.30 WIB. Mereka membawa spanduk bertuliskan posko aduan nasabah PD BKK Klaten.

Warga kemudian diterima piket Markas Damkar Klaten dan menyampaikan uneg-unegnya. Piket Damkar Klaten hanya bisa menampung aspirasi masyarakat tersebut untuk disampaikan kepada pimpinan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua Ikatan Alumni PMII Klaten, M Nuryadin Edy Purnomo selaku pendamping warga mengatakan kedatangan para nasabah itu mengadukan nasib dananya yang tidak jelas. Warga sudah mengadu ke Pemprov dan Pemkab Klaten tapi tidak ada penyelesaian.

"Kemarin kita ke Pemprov dan Pemkab sudah dua kali tapi sampai hari ini tidak bisa menyelesaikan masalah tabungan nasabah PD BKK Klaten. Kenapa kami ke Damkar karena hari ini tidak ada lembaga yang kami percaya memiliki niat baik menyelesaikan," ungkap Nuryadin kepada detikJateng, Senin (2/3/2026).

ADVERTISEMENT

Dijelaskan Nuryadin, warga memilih Damkar karena memiliki spirit dan kinerja yang baik untuk menyelesaikan masalah masyarakat. Meski secara tupoksinya tidak berkaitan.

"Walaupun secara tupoksinya bukan dan tidak bisa tapi filosofi dari semangat yang dimiliki Damkar diharapkan mampu mengedukasi pejabat publik kita baik di Pemprov dan Pemkab agar dalam menyelesaikan masalah dan punya tanggung jawab pada masyarakat segera diselesaikan, " terang Nuryadin.

Menurut Nuryadin, masalah dana nasabah PD BKK Klaten bukan masalah baru tapi sudah sekian lama. Dengan jumlah nasabah yang mencapai ribuan orang.

"Nasabah di posko kami ada 700-an orang tapi totalnya ada kurang lebih 6.800-an. Total dana nasabah Rp 52 miliar tapi jika ditotal dengan penyertaan modal APBD mencapai Rp 152 miliar," papar Nuryadin.

Nasabah asal Kecamatan Kemalang, Tri Budi mengatakan dirinya ke Damkar dengan harapan masalah dana tabungan bisa segera cair. Dana tersebut bukan saja dana pribadi tapi juga milik komunitas masyarakat.

"Apalagi bagi kita, dana ini dana dari masyarakat juga yang kita bawa, dana RT, dana jimpitan dan masjid dan lainnya. Kami bingung karena dana ini sangat dibutuhkan masyarakat," kata Tri Budi.

Admin piket Damkar Satpol-PP dan Pemadam Kebakaran Pemkab Klaten, Megatrend Puspita Wijaya mengatakan warga datang ke Damkar menyampaikan masalah dana tabungan. Warga datang karena dianggap Damkar cepat menyelesaikan masalah.

"Mereka datang ke Damkar karena menurut mereka Damkar paling cepat menerima aduan masyarakat, ya meskipun itu bukan tupoksi kami tapi tetap kami terima. Kami cuma bisa menerima dan nanti kami sampaikan ke pimpinan," jelas Megatrend kepada detikJateng.

Sebelumnya diberitakan, PD BKK Klaten menutup operasionalnya sejak 19 Juni 2025. Kala itu para nasabah bingung, sebab sebelumnya tak ada sosialisasi.

Di kantor pusatnya yang berada di Jalan Klaten-Jatinom, Kecamatan Ngawen, Klaten, pintu kantor dikunci rapat. Di kantor berlantai dua itu sama sekali tidak ada aktivitas.

Di pintu terali besinya terpasang selembar kertas pengumuman yang dibuat direksi. Pengumuman itu berisi informasi sejak 19 Juni BKK Klaten menyetop operasinya sementara waktu.

Nasabah PD BKK warga Kecamatan Kemalang, Wuryanto mengatakan penutupan itu membuat bingung. Warga yang menjadi nasabah kemarin berkumpul saling bertanya.

"Kemarin warga kumpul ya mereka bertanya-tanya. Mestinya penutupan itu ada sosialisasi, penjelasan, atau diberi call center untuk masyarakat meminta informasi, bukan cuma pengumuman tutup," ungkap Wuryanto kepada detikJateng, Kamis (26/6/2025).

Apalagi, sambung Wuryanto, banyak warga Kecamatan Kemalang yang menjadi nasabah. Mulai dari warga sampai lembaga-lembaga kemasyarakatan.

"Nasabahnya di sini banyak, ada warga perorangan, koperasi dan lembaga. Bahkan informasinya ada yang dananya sampai Rp 700 juta," jelas Wuryanto.




(afn/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads