Sandiaga Bagikan Pengalaman Saat Kena PHK ke Santri di Jepara

Dian Utoro Aji - detikJateng
Selasa, 26 Jul 2022 22:21 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno memberikan kuliah umum dan sharing session di Pesantren Roudlotul Mubtadiin Balekambang, Jepara, Selasa (26/7/2022). (Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng).
Jepara -

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno memberikan kuliah umum dan sharing session di Pesantren Roudlotul Mubtadiin Balekambang, Jepara. Sandiaga memberikan tips-tips sukses berwirausaha bagi para santri di Kota Ukir.

Kedatangan Sandiaga di Ponpes Balekambang Jepara sekira pukul 19.00 WIB, Selasa (26/7). Sandiaga ditemani Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta dan pengasuh Ponpes Balekambang KH.M Ma'mun Abdulloh.

Kuliah umum dan sharing session itu bertajuk "Peningkatan Kemampuan Entrepreneur Santri di Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif". Sandiaga dalam kesempatan itu mengajak para santri untuk tidak berdiam diri pascapandemi. Dia mengajak santri untuk berinovasi dan kreatif.

"Bahwa kita tidak boleh menyerah dan berdiam diri pascapandemi, kita justru dipaksa kreatif dan inovatif untuk mencari ilmu-ilmu. Jadi di balik ada kesulitan pasti ada kemudahan-kemudahan. Berarti saat mendapatkan kesulitan harus menambah ilmu kita, ketaqwaan kita dan menyebarkan dengan sesama digitalisasi teknologi," terang Sandiaga saat memberikan kuliah umum di Ponpes Balekambang, Jepara, Selasa (26/7/2022) malam.

Sandi bercerita 25 tahun silam dirinya mengalami kegagalan. Sandiaga saat itu baru tujuh tahun menjadi seorang profesional. Saat itu pula mantan Wakil Gubernur DKI ini baru menikah setahun dan dikaruniai seorang anak. Namun saat itu dia harus menerima PHK dan tidak diterima bekerja di perusahaan. Sebab saat itu sedang terjadi krisis moneter.

"25 tahun yang lalu, saya menghadapi masa yang sulit. Baru tujuh tahun menjadi profesional, satu tahun menikah, punya anak baru lahir. Tiba-tiba saya diPHK, saya kehilangan pekerjaan," cerita Sandi.

"Saya kehilangan penghasilan, sampai saya tidak bisa membayar sewa rumah. Akhirnya saya kembali tinggal di rumah orang tua. Tidak bisa melamar kerja, karena banyak perusahaan yang tutup, karena saat krisis monitor atau krismon. Krisis melanda hebat, krisis politik, rezim berganti," sambung dia.

Lanjut dia di balik kegagalan saat itu ternyata ada hikmahnya. Sandiaga memilih untuk mendirikan usaha. Akhirnya usahanya itu berkembang dan sekarang mampu menampung ribuan peluang pekerjaan bagi masyarakat.

"Alhamdulillah karena di PHK ini suatu kesempatan terbuka suatu peluang. Karena tidak mendapatkan lapangan pekerjaan, akhirnya saya terpaksa harus memulai usaha, usaha saya kembangkan dari tiga orang saja," terang Sandiaga.

"Alhamdulillah perusahaan sekarang sudah menjadi nasional dan membuka lapangan kerja 30 ribu lapangan kerja bagi seluruh rakyat Indonesia," sambung dia.

Baca selengkapnya di halaman berikutnya.




(apl/ahr)

Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork