Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo memasang pot tanaman di sepanjang flyover Purwosari. Pemasangan pot berisi bunga bougenville itu telah didesain ulang karena sempat ada pot yang terjatuh.
"Kemarin sempat ada kejadian pot jatuh. Untungnya, pot tersebut tidak mengenai warga. Setelah mengetahui kejadian itu, kami mendesain ulang pemasangan pot agar lebih aman dan tidak membahayakan masyarakat," kata Kepala Dinas DPUPR Kota Solo, Nur Basuki, saat dihubungi awak media, Senin (26/10/2026).
Basuki menerangkan, pihaknya mendesain ulang pemasangan pot di flyover Purwosari dengan desain yang lebih aman.
"Pot-pot yang sebelumnya terpasang ternyata tidak dikunci. Karena itu, kami memesan ulang pot dengan desain yang lebih aman agar kejadian serupa tidak terulang," ungkapnya.
Mengenai adanya halangan bagi pejalan kaki, Basuki menyebut bahwa sejak diresmikan pada 13 Februari 2021, flyover Purwosari memang tidak diperuntukkan bagi pejalan kaki.
"Waktu diresmikan pada 13 Februari 2021, sudah ada pernyataan bahwa flyover tersebut bukan untuk pejalan kaki. Sebab, flyover itu berada di tengah jalur cepat. Selain itu, tidak ada akses jalur pejalan kaki dari pedestrian di sisi timur maupun barat menuju flyover," jelasnya.
Basuki mengatakan bahwa jalur tersebut sebenarnya digunakan untuk inspeksi dan pemeliharaan.
"Flyover itu berada di jalur cepat, jadi tidak mungkin warga berjalan lewat jalur cepat lalu naik ke flyover. Itu memang hanya jalan inspeksi," terangnya.
Menurutnya, jalur tersebut juga tidak diperuntukkan bagi pelari. Meski demikian, flyover Purwosari terkadang digunakan masyarakat untuk berlari, terutama saat hari Minggu atau pelaksanaan car free day (CFD).
"Sebenarnya penggunaan untuk berlari juga tidak diperbolehkan. Di Jalan Slamet Riyadi saja, yang sudah memiliki jalur pedestrian dan jalur lambat, masih ada orang yang berlari di jalur cepat," tuturnya.
Dia menegaskan pemasangan pot bukan semata-mata untuk menghalangi pejalan kaki atau pelari melintas. Sebab, sejak awal flyover Purwosari memang tidak dirancang sebagai jalur pedestrian.
"Pot tanaman akan dipasang di sisi kanan dan kiri flyover. Sementara itu, bagian tengah akan tetap dikosongkan karena harus bebas dari bangunan maupun benda lainnya," terangnya.
Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kota Surakarta, Joko Suriyanto, mengatakan ada 500 pot bunga yang dipasang di flyover Purwosari. Pot-pot tersebut nantinya akan ditanami bunga bougenville.
"Ini memang masuk agenda beautifikasi dan perbaikan kerusakan yang ada di jalan flyover itu. Beautifikasinya kita tambah tanaman bunga, total ada 500 pot. Ini mulai dipasang, tinggal pengadaan media tanam dan pot bunganya," kata Joko.
Selain mempercantik tampilan jembatan layang, DPUPR juga akan memperbaiki keretakan pada jalan flyover. Perbaikan kerusakan tersebut rencananya dilakukan menggunakan metode stitching.
"Spesifikasi teknis dari kementerian, Ditjen Bina Marga, itu memang jembatan layang tidak ada jalan untuk pejalan kaki, yang ada jalur inspeksi. Jadi, aturannya flyover atau overpass itu memang tidak untuk pejalan kaki, tidak untuk sepeda, becak, maupun kendaraan tidak bermotor," tegasnya.
Simak Video "Aice Got You Season 2 Pecah di Solo! Audisi hingga Konser Gratis"
(apu/dil)