Tembok pemisah jalur (separator) di Jalan Dr Soeradji Tirtonegoro, Desa Tegalyoso, Klaten bakal dibongkar. Pembongkaran jalan utama ke Jogja dan Solo itu dilaksanakan Senin lusa.
"Kita rencanakan mulai hari Senin (26/10). Panjangnya sekitar 300 meter," ungkap penilik jalan PPK 3.4 Jawa Tengah, Fajar Suryanto, saat dihubungi detikJateng, Sabtu (24/10/2026) melalui ponselnya.
Dijelaskan Fajar, separator yang akan dihilangkan mulai dari depan RSUP sampai depan rumah potong hewan. Tembok itu dibongkar lantaran ada masukan dari masyarakat bahwa sering memicu kecelakaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari masukan masyarakat rawan kecelakaan, terutama kendaraan dari arah Yogyakarta. Rencananya tiga hari," jelas Fajar.
Setelah dibongkar, lanjut Fajar, akan langsung diaspal. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas perhubungan untuk pemasangan rambu.
"Untuk rambu sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan. Untuk traffic light tidak dibongkar," imbuhnya.
Tri, warga sekitar, saat dimintai konfirmasi mengatakan setuju dengan pembongkaran tersebut karena sering terjadi kecelakaan. Namun harus dipikirkan keselamatan kendaraan yang dari arah depan taman makam pahlawan.
"Kendaraan yang dari depan TMP mau ke jalan raya kan tidak terlihat jika ada kendaraan dari arah Yogyakarta. Ini perlu antisipasi, pohon bisa dikurangi atau dibuat polisi tidur, " ungkap Tri kepada detikJateng.
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Klaten, Sri Purwanto menjelaskan rencana itu sudah dibahas di forum lalu lintas tingkat kabupaten. Kewenangan ada di PPK jalan nasional.
"Kewenangan ada di jalan nasional. Memang itu dibahas di forum lalu lintas," jelasnya saat dihubungi ponselnya.
"Yang perlu diantisipasi memang kendaraan yang mau keluar dari depan Taman Makam Pahlawan. Ini perlu ada solusinya agar tidak rawan kecelakaan," imbuhnya.
Separator tersebut dari pantauan detikJateng hanya seperti tembok median tingginya sekitar 60 sentimeter. Lokasi di lajur kiri dari arah Yogyakarta ke Solo, atau setelah traffic light Bendo Gantungan.
