Kebakaran lahan dan hutan (karhutla) Gunung Sumbing di wilayah Kabupaten Magelang, belum bisa dipadamkan. Api masih terlihat membara dari Kajoran Magelang.
Pantauan detikJateng sekitar pukul 17.55 WIB dari kawasan Sutopati, Kajoran, api di Gunung Sumbing terlihat membara.
"Luas baku 115,60 hektare sampai pantauan pukul 15.00 WIB, jumlah luas yang terbakar sudah 79,3 hektare," kata Asper Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Magelang, Yulianto, kepada wartawan di Basecamp Butuh, Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Rabu (21/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belum padam. Menurut pemantauan kami masih ada di tiga anak Petak 2A-7, Petak 2A-13 dan Petak 2 A-28," sambung Yulianto.
Untuk material yang terbakar, kata Yulianto, vegetasi yang terbakar sebagian besar krinyu, ilalang, akasia, cemara, pakis dan pohon-pohon perdu lainnya.
"Kebanyakan sabana yang mayoritas (terbakar), tapi ini sudah turun di vegetasi atau di hutan lindung," imbuhnya.
Yulianto menambahkan, untuk puncak Gunung Sumbing berdasarkan pemantauan sudah habis terbakar baik wilayah Wonosobo maupun wilayah Magelang. Kemudian, upaya pemadaman dilanjutkan pada, Kamis (22/10).
"Besok (dilanjutkan pemadaman), kita apel jam 08.00 pagi," ujarnya.
Sementara itu, pengelola Basecamp Butuh, Lilik Setiyawan mengatakan, sesuai laporan bahwa titik api sudah di kawasan Pos 2 Gunung Sumbing jalur pendakian via Butuh, Kaliangkrik.
"Situasi sulit karena ada di jurang. Sebenarnya sudah ada upaya penyekatan biar tidak merembet ke sekitarnya. Tapi, ternyata ada titik api muncul dari tebing tidak terduga dan besar," kata Lilik yang juga Kepala Dusun Butuh.
"Karena secara karakter vegetasi juga rerumputan, campur ilalang semak belukar yang jelas menjadi bahan bakar api yang sangat mudah terbakar. Untuk tidak dipaksakan juga dan personel, relawawan gabung di atas lebih paham. Artinya, perbuat semampunya, sebisanya dan yang paling aman," kata Lilik.
Upaya yang dilakukan, kata Lilik, berharap mudah-mudahan malam ini secara alami api bisa mengecil atau padam sendiri seperti di kawasan lain.
"Itu banyak sekali api yang padam dengan sendirinya karena posisi api di pinggir jurang, dekat sungai atau di pepohonan tidak ada rerumputan. Itu dengan sendirinya akan padam, besok kita akan memastikan ada giat lanjut," ujarnya.
Diketahui, Gunung Sumbing berada di tiga wilayah yakni Temanggung, Magelang, dan Wonosobo. Pemerintah Kabupaten Wonosobo juga telah menetapkan status tanggap darurat hari ini.
"Hasil rapat kita hari ini dengan Forkompimda kita naikkan status menjadi tanggap darurat," kata Kepala BPBD Wonosobo, Sumekto Hendro, saat dihubungi awak media, Rabu (21/10).
"Tim gabungan melaksanakan pemadaman di atas gunung Sumbing untuk memadamkan titik-titik api yang masih ada. Sekitar 300 hektare, tapi bisa dikondisikan, tinggal titik di puncak," ujar Sumekto.
