Pemuda Demak Tewas Ditusuk Saat Nonton Dangdut Ojing

Pemuda Demak Tewas Ditusuk Saat Nonton Dangdut Ojing

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Senin, 19 Okt 2026 14:42 WIB
Ilustrasi pembunuhan
Ilustrasi pemuda Demak tewas ditusuk saat menonton orkes dangdut ojing. Foto: (Getty Images/ilbusca)
Demak -

Seorang pemuda warga Karangawen bernama Krisna (22) tewas usai ditusuk orang tidak dikenal saat menonton konser musik di Desa Karangsono, Mranggen, Demak. Tusukan maut itu menembus jantung korban.

"Hasil autopsi menyimpulkan bahwa akibat kematian adalah luka tusuk dada sebelah kiri yang menembus jantung," kata PS Kasi Humas Polres Demak, Iptu Rudi Tri Sayogo, saat dihubungi detikJateng, Senin (19/10/2026).

Peristiwa ini bermula ketika korban bersama dua orang lain pergi ke hiburan musik Laluna pada Minggu (18/10/2026) sekitar pukul 20.30 WIB. Grup musik bergenre dangdut ojing itu ditanggap seseorang dalam rangka hajatan pernikahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menurut keterangan dari saksi 1, Revano, awal mula kejadian pada hari Minggu, 18 Oktober 2026, saksi 1 bersama korban dan Rio, berarti bertiga, berangkat dari rumah sekira jam 20.30 WIB ke hiburan Laluna tersebut dengan menggunakan satu sepeda motor dinaiki bertiga," ujar Rudi.

ADVERTISEMENT

"Laluna sebetulnya itu grup musik dari Kudus, grup musik Melayu, tapi jenis musiknya ojing, dangdut ojing. Orkes Laluna dalam rangka orang punya hajat mantu," imbuhnya.

Ketiganya tiba di lokasi sekitar pukul 21.00 WIB. Menurut Rudi, ketika korban dan teman-temannya datang, hiburan musik itu sudah dimulai dan mereka berjoget di luar halaman.

"Yang bersangkutan dengan penonton yang lain berjoget di luar lokasi karena yang bersangkutan bukan tamu undangan," ungkap Rudi.

Rudi menuturkan keributan tiba-tiba pecah di area penonton saat lagu terakhir diputar. Korban terpisah dengan teman-temannya dan sempat dicari.

"Sekira pukul 23.00 WIB, saat lagu terakhir, telah terjadi keributan antarpenonton. Saksi 1 dan Rio mencari keberadaan korban, ternyata sudah tidak ada di sekitar saksi. Dicari tidak ketemu," terang Rudi.

Setelahnya, saksi sempat bertemu temannya yang lain. Dari penuturan temannya itu, dia mengetahui bahwa korban telah dilarikan ke klinik desa.

"Kemudian saksi bertemu dengan temannya yang bernama Rokhim, di mana Rokhim memberi tahu kepada saksi bahwa Krisna yang dicari tadi dibawa ke Klinik Desa Karangsono. Selanjutnya, saksi 1 mengecek di dalam klinik bahwa korban Krisna dilakukan perawatan di klinik tersebut," tutur Rudi.

Rudi menyebut korban lalu dirujuk ke rumah sakit karena kondisinya memburuk. Meski sudah dirawat, nahas nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Senin (19/10/2026) dini hari.

"Saat itu situasi darurat, oleh karena itu korban dicarikan mobil oleh petugas kepolisian untuk diantar atau dirujuk ke Rumah Sakit Sultan Fatah, Karangawen, Demak. Selanjutnya, saksi 1, yaitu Revano dan Rio, ikut membuntuti atau berjalan di belakang mobil tersebut sampai ke Rumah Sakit Sultan Fatah," kata Rudi.

"Sekira pukul 00.05 WIB, korban langsung diterima dan diperiksa oleh petugas medis. Selanjutnya, sekitar 30 menit kemudian, petugas medis menyampaikan bahwa korban atas nama Krisna dinyatakan meninggal dunia," imbuhnya.

Rudi merinci luka tusuk pada dada korban mencapai 3,5 cm dan diduga terdapat patah tulang rusuk. Polisi juga melakukan autopsi terhadap jenazah korban.

"Luka bagian dada sebelah kiri, panjangnya 3,5 senyi, kedalaman miring kanan atas sedalam 3,5 senti, diduga ada patah tulang rusuk. Korban dilakukan autopsi oleh Bid Dokkes Polda Jateng di RS Sultan Fatah pada hari ini pukul 08.30 WIB sampai selesai," jelas Rudi.

Rudi menjelaskan saat ini polisi masih memburu pelaku. Barang bukti yang digunakan untuk menusuk korban juga belum ditemukan.

"Untuk sementara, petugas baik dari Polres Demak maupun Polsek Mranggen masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait dengan kejadian tersebut," ucap Rudi.

"Selama olah TKP hanya barang-barang korban yang diketemukan, seperti kaos dan lain-lain. Untuk barang-barang yang diduga digunakan pelaku untuk melakukan tindakan penganiayaan tersebut masih dicari," pungkasnya.



(apu/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads