Bayi Laki-laki Ditemukan di Teras Warga Mendirat Temanggung

Bayi Laki-laki Ditemukan di Teras Warga Mendirat Temanggung

Eko Susanto - detikJateng
Jumat, 02 Okt 2026 15:09 WIB
Penemu bayi Sumijani menunjukan lokasi penemuan bayi di lincak teras rumah warga Dusun Mendirat, Desa Pare, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung, Jumat (2/10/2026).
Penemu bayi Sumijani menunjukan lokasi penemuan bayi di lincak teras rumah warga Dusun Mendirat, Desa Pare, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung, Jumat (2/10/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng
Temanggung -

Warga Dusun Mendirat, Desa Pare, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung, dikejutkan dengan penemuan bayi berjenis kelamin laki-laki di lincak atau kursi panjang dari bambu teras rumah warga. Awalnya, warga mengira suara tangisan tersebut berasal dari seekor kucing.

"Saya mau ke masjid subuhan. Sudah jalan sekitar 100 meter dengar ada suara, saya kira suara kucing. Saya nggak enak, balik lagi nyeberang (lihat selokan nggak ada kucing)," kata Sumijani (61) warga Ngabean, Kenayan, Secang kepada wartawan di lokasi Dusun Mendirat, Jumat (2/10/2026).

"Saya kira kucing ketabrak mobil (nggak ada). Saya terus ke arah rumahnya si Heri. (Di lincak) Kok ada pakaian seperti lendang, jamper, kaus sama kemul. Saya buka, kok isinya bayi," sambungnya.

Sumijani mengatakan, saat ditemukan kondisi bayi menangis. Ia pun terus mengetuk pintu rumah Heri dan selanjutnya pergi menuju ke masjid.

"Saya lihat terkejut,'innalillahi ada bayi'. Saya ketok rumah Heri memberi tahu kalau ada bayi. Terus saya minta laporan sama Pak Bayan (Kadus). Saya tinggal subuhan," ujarnya.

"Tahunya (bayi) dibawa ke puskesmas. Saya nggak lihat bawa ke puskesmas karena subuhan. Nangis kencang," sambungnya.



Ia menambahkan, jika sekitar tempat tinggalnya tidak ada orang yang baru saja melahirkan.

"Saya kurang tahu, nggak ada," katanya.

Saat ini, bayi yang diperkirakan berusia sekitar 3-5 hari dirawat di Puskesmas Pare, Kecamatan Kranggan. Bayi tersebut memiliki berat badan 3,2 kg dan panjang 48 cm.

"Ditemukan bayi laki-laki dengan berat badan 3,2 kg dalam keadaan sehat. Dan saat ini dalam perawatan Puskesmas Pare, bayi sehat," kata Kepala Puskesmas Pare, Kranggan, dr Tumisah.

"Untuk kondisi bayi dilihat tali pusarnya mungkin sekitar 3 sampai 5 hari. Sudah terpotong (tali pusarnya), tapi belum puput, tapi sudah terpotong bagus," imbuhnya.

Melihat potongan tali pusar, kata Tumisah, persalinan juga dari tenaga kesehatan.

"Kalau dilihat dari tali pusarnya kemungkinan persalinannya juga dari tenaga kesehatan. Untuk perawatan di sini sesuai standar perawatan bayi baru lahir dari puskesmas sambil menunggu (proses selanjutnya)," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ani Lusiyah selaku Penyuluh Sosial, Dinas Sosial Kabupaten Temanggung menambahkan, terkait penemuan bayi terlantar atau ditelantarkan orang tuanya bahwa sesuai aturan menjadi kewenangan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah.

"Jadi, bukan menjadi kewenangan kabupaten. Kewenangan kabupaten adalah nanti melakukan rujukan (membuat rujukan) ke panti anak ada di Salatiga namanya panti Wiloso Tomo," kata Ani.

"Langkah pertama, kita laporan ke polisi bahwa ada kejadian ditemukan bayi terlantar. Kemudian, sambil menunggu polisi melakukan BAP (penyelidikan) dalam waktu mungkin 3 sampai 7 hari melakukan BAP. Bayi kita pastikan, asesmen bahwa informasi dari Bu Dokter posisi bayi dalam keadaan sehat," ujarnya.

Ani mengatakan, untuk itu cukup dititipkan di fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama atau puskesmas. Kemudian jika bayi sakit dirujuk ke RSUD.

"Kecuali ditemukan indikasi misalnya bayi sakit baru dirujuk ke faskes di atasnya misalnya RSUD. Karena posisi bayi sehat, selanjutnya nanti apakah akan langsung kita rujuk ke Dinsos Provinsi dalam hal ini di Panti Wiloso Tomo Salatiga," ujarnya.

"Itu sambil menunggu apakah ada calon orangtua yang siap mengasuh. Tapi, sekali lagi mengasuh itu nanti bukan berarti langsung menjadi orangtua angkat. Karena terkait dengan pengangkatan anak itu nanti ada di Dinsos Provinsi melalui Panti Wiloso Tomo di Salatiga," lanjutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Ada Gelang Plastik di Tangan Kiri

Ditemui terpisah, Kapolsek Kranggan, AKP Sigit Dwi Setiawan, membenarkan adanya penemuan bayi sekitar pukul 04.30 WIB.

"Kami dari Polsek Kranggan menerima laporan tentang adanya penemuan bayi. Untuk TKP di Mendirat, Desa Pare, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung," kata Sigit.

"Ciri-ciri bayi yang ditemukan itu adalah bayi laki-laki dalam kondisi hidup. Diperkirakan 3 sampai 5 hari dari lahirnya. Kemudian, untuk kondisi ditemukan ini dalam keadaan pakaian lengkap. Ada selimut, jaket dewasa, kemudian ada gelang di tangan dari bayi (gelang plastik tangan kiri). Ya (ciri khusus) ada gelang yang dikenakan atau dipakaikan pada bayi tersebut. Untuk letaknya di tangan kiri," ujarnya.

Langkah yang dilakukan terkait penemuan bayi tersebut, kata Sigit, Unit Reskrim Polsek Kranggan bekerja sama dengan Satreskrim Polres Temanggung melaksanakan penyelidikan.

"Nanti untuk proses perkembangan akan kita sampaikan, kita informasikan lebih lanjut. Untuk bayi sekarang penanganan medis di Puskesmas Pare, Kecamatan Kranggan," pungkasnya.

ADVERTISEMENT

Simak juga Video 'Bayi Ditemukan Terbungkus Kain di Kebun, Polisi Amankan Sang Ibu':

(apl/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads