Ternyata Wali Murid Pernah Pergoki Aksi Mesum Kepsek dan Guru Pekalongan

Tim detikJateng - detikJateng
Rabu, 09 Sep 2026 12:01 WIB
Ilustrasi pasangan selingkuh. Foto: Getty Images/iStockphoto/Wavebreakmedia
Pekalongan -

Aksi mesum kepala sekolah dan guru di Pekalongan ternyata sempat dipergoki oleh sejumlah pihak, termasuk wali murid. Hanya saja keduanya membantah melakukan perbuatan mesum.

"Nah, sempat. Iya, sempat kepergok dengan guru, sempat kepergok dengan wali murid, ketika ditegur itu mengelak," ungkap tokoh masyarakat, Saim (46) kepada detikJateng, Selasa (8/9/2026).

Temuan-temuan tersebut akhirnya mendorong komite sekolah bersama karyawan lainnya berinisiatif untuk memasang CCTV guna memperoleh bukti.

"Makanya dari komite sekolah ada inisiatif memasang CCTV itu untuk bisa mengambil bukti apa yang dilakukan keduanya," ujarnya.

Menurut Saim, CCTV yang digunakan merupakan kamera portabel dan dipasang sekitar akhir Juli 2026, sebelum pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS).

Pemasangannya pun, tidak diketahui oleh kedua oknum ASN tersebut.Kamera tersebut hanya berjumlah satu unit. Pemasangannya memanfaatkan bagian atap ruang guru yang kondisinya rusak.

"Di ruang guru itu ada atap yang jebol. Itu dimanfaatkan untuk menyisipkan CCTV di atasnya. Jadi yang di ruangan itu juga tidak mengetahui bahwa di atas itu ada CCTV," jelasnya.

"CCTV tersebut, dibeli secara patungan dengan biaya sekitar Rp 200 ribu," ucapnya.

Dari pemantauan CCTV, selama sepekan kurang ditemukan dua rekaman yang dianggap menguatkan kecurigaan sebelumnya.

Saim mengatakan, rekaman yang beredar di masyarakat merupakan salah satu kejadian yang terekam kamera tersebut. Sementara rekaman yang dinilai lebih vulgar disebut masih disimpan dalam flashdisk dan diamankan oleh pihak sekolah.

Saim juga menyebut persoalan itu mulai berdampak terhadap kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Guru perempuan yang disebut dalam rekaman tersebut diketahui merupakan guru kelas.

Komite sekolah dan wali murid berharap segera ada tenaga pengajar pengganti agar kegiatan pembelajaran tidak terganggu.

Keresahan warga tidak sampai di situ saja. Direncanakan, Aliansi Masyarakat Desa Langkap pada Jumat (11/9 ) akan mendatangi Pemkab Pekalongan, melakukan aksi. Warga masyarakat mendesak agar persoalan tersebut segera ditangani dan mendapat kejelasan san yang tegas pada dua oknum ASN tersebut.

"Tujuannya mendesak dinas terkait memberikan sanksi tegas terhadap pelaku, terhadap oknum kepala sekolah yang melakukan tindakan asusila di lingkungan sekolah," ujar Saim.

Diberitakan sebelumnya, video aksi mesum Kepala SD dan guru kelas di Pekalongan viral di media sosial. Ironisnya perilaku asusila itu kerap diketahui dilakukan justru di lingkungan sekolah dasar (SD).



Simak Video "Memberi Makan Rusa di Taman Celosia, Pekalongan"

(apl/ahr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork