Bupati Kebumen Evaluasi Armada POPDA 2026, Bus Atlet Bakal Diganti

Bupati Kebumen Evaluasi Armada POPDA 2026, Bus Atlet Bakal Diganti

Angelina Vioni - detikJateng
Jumat, 04 Sep 2026 12:48 WIB
Bupati Kebumen Lilies Nuryani
Foto: Pemkab Kebumen
Jakarta -

Pemerintah Kabupaten Kebumen menggelar rapat evaluasi terkait pelaksanaan Pekan Olahraga Daerah (POPDA) Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026. Evaluasi dilakukan setelah penggunaan mikrobus engkel untuk mengangkut atlet pelajar menuju Semarang menjadi sorotan di media sosial.

Kabid Kepemudaan dan Olahraga, Tri Mujiyanto, menjelaskan kontingen Kebumen tahun ini terdiri atas 321 orang. Jumlah tersebut meliputi 248 atlet dari alokasi dinas, 16 atlet mandiri, serta 57 pelatih dan official.

Kontingen didampingi oleh tujuh orang unsur dinas dan lima orang panitia pelaksana (Panpel). Para atlet ditempatkan di penginapan BPBMP Semarang untuk bertanding pada 18 cabang olahraga yang tersebar di 14 venue di 3 kabupaten/kota (Kendal, Pati, dan Kota Semarang).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kebutuhan anggaran dan logistik POPDA 202 meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini didorong oleh beberapa faktor.

1. Lonjakan Kuota dan Cabor

ADVERTISEMENT

Jumlah cabang olahraga bertambah dari 16 menjadi 18 cabor. Kebijakan baru dari provinsi juga memperbolehkan juara 1 dan 2 cabor beregu lolos ke tingkat provinsi (sebelumnya hanya juara 1), yang mendongkrak kuota atlet secara drastis dari 209 orang pada tahun 2025 menjadi 522 potensi kuota pada 2026 (dengan realisasi keberangkatan 312 atlet).

2. Perubahan Format Pertandingan

POPDA tahun ini dilaksanakan dalam satu tahap penuh selama 6 hari berjenjang (1-6 September 2026), berbeda dengan tahun sebelumnya yang dibagi menjadi dua tahap (SD/SMP dan SMA terpisah).

3. Keterlambatan Juknis

Petunjuk teknis (Juknis) baru diterbitkan pada April 2026 sehingga ruang pergeseran dan penyesuaian anggaran sangat terbatas. Kondisi tersebut berdampak langsung pada pembengkakan kebutuhan pokok hingga hampir tiga kali lipat dari alokasi awal di DPA yang senilai Rp391.051.600 untuk tingkat provinsi. Berdasarkan perhitungan riil, kebutuhan anggaran melonjak hingga mencapai Rp620.192.000, sehingga terdapat selisih (defisit) sekitar Rp229.140.400 pada beberapa komponen utama seperti angkutan, konsumsi, dan seragam.

Terkait penggunaan mikrobus engkel yang menjadi sorotan, pihak Disdikpora menyebut keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan efisiensi anggaran dan fleksibilitas mobilitas. Terlebih, lokasi pertandingan tersebar di 14 venue.

Penggunaan mikrobus dinilai lebih lincah untuk mobilisasi harian di Semarang, serta meninjau aspek historis mobilitas kontingen pada tahun-tahun sebelumnya. Kendati demikian, pihak dinas menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan yang terjadi dalam perencanaan mitigasi risiko di lapangan.

Pegiat olehraga sekaligus Ketua Perbati, Sujud Sugiarto, menyampaikan kritik dan masukan konstruktif kepada Pemkab Kebumen dan Disdikpora. Ia menekankan bahwa para atlet berjuang membawa nama baik daerah sehingga aspek kenyamanan dan kesejahteraan seharusnya mendapat perhatian utama dari para pengampu anggaran.

"Ini atlet untuk membawa nama baik Kebumen. Yang mengelola anggaran mestinya melihat perubahan atau dinamika di lapangan. Karena ini evaluasi, maka tahun depan jangan terjadi lagi," ujar Sujud dalam keterangan tertulis, Jumat (4/9/2026).

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Bupati Kebumen Lilies Nuryani menyampaikan rasa prihatin dan menegaskan bahwa persoalan ini tidak terlepas dari kendala komunikasi antara perangkat daerah dan pimpinan. Lilies mengaku tidak menerima undangan resmi saat proses pelepasan kontingen, sehingga koordinasi terkait kelayakan fasilitas tidak dapat ditangani lebih awal.

"Jangankan Pak Sujud, saya seorang ibu juga sedih melihat kendaraan seperti itu. Mengapa tidak ada komunikasi? Saya merasa anak-anak itu seperti anak saya sendiri. Harus ada rasa nyaman, karena mereka membawa nama Kebumen," tegas Lilies.

Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kecintaan kepada para atlet pelajar yang sedang berjuang, Lilies memastikan bahwa pemerintah daerah akan segera mengambil langkah konkret untuk mengganti armada transportasi kontingen agar atlet dapat beristirahat dan bertanding dengan lebih nyaman.

"Insyaallah ke depan akan diperbaiki. Karena bagaimanapun itu anak-anak kita yang akan mengharumkan nama Kebumen. Saya sebagai Bupati, nanti bus-busnya akan saya ganti," pungkasnya seraya bersiap meninjau langsung ke Semarang.

Di tengah dinamika evaluasi tersebut, kontingen Kabupaten Kebumen hingga tanggal 3 September 2026 telah berhasil mengumpulkan total 12 medali dengan rincian 4 emas, 2 perak, dan 6 perunggu, menempatkan posisi sementara kontingen di peringkat ke-11 se-Jawa Tengah. Pemerintah Kabupaten Kebumen berharap capaian ini terus memotivasi para atlet untuk memberikan hasil terbaik di sisa rangkaian pertandingan POPDA Provinsi tahun ini.

Rapat evaluasi dihadiri Bupati Kebumen, Sekretaris Daerah, Asisten 1 Sekda, Kepala Disdikpora, Bapperida dan BPKPD, Ketua KONI, K3S, MKKS, perwakilan cabang olahraga, serta para pegiat olahraga daerah.



(ega/ega)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads