Bupati Klaten Sampaikan Pesan Gubernur Jateng di Hari Pramuka

Bupati Klaten Sampaikan Pesan Gubernur Jateng di Hari Pramuka

Moch Prima Fauzi - detikJateng
Kamis, 03 Sep 2026 08:40 WIB
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo
Foto: dok. Pemkab Klaten
Jakarta -

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo yang juga menjabat Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Klaten, menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 kepada seluruh anggota Gerakan Pramuka di Jawa Tengah. Hal itu dikatakan saat membacakan pesan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Jawa Tengah.

Dalam pesan tersebut disampaikan peringatan Hari Pramuka tahun ini mengusung tema 'Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri dalam rangka Mendukung Swasembada Pangan'.

"Tema ini mengamanatkan Pramuka untuk berada di garis terdepan dalam rangka kedaulatan bangsa melalui kreasi dan inovasi di bidang pangan. Semangat ini terintegrasi secara utuh dengan arahan pembangunan daerah melalui prinsip ngopeni dan nglakoni Jawa Tengah," tutur pria yang akrab disapa Mas Hamenang saat membacakan pesan Gubernur Jawa Tengah, Rabu (2/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu dikatakan saat Upacara Pemberangkatan Estafet Tunas Kelapa (ETK) Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah Tahun 2026 diselenggarakan di Sanggar Bhakti Nasional Gerakan Pramuka Klaten, Rabu pagi (2/9).

Mas Hamenang menjelaskan, ngopeni dimaknai sebagai merawat dan peduli. Nilai tersebut tercermin melalui kepedulian Pramuka dalam merawat bumi, menjaga kesuburan tanah, mengayomi petani, serta melestarikan lingkungan lokal di setiap wilayah yang dilalui.

ADVERTISEMENT

Sementara nglakoni dimaknai sebagai menjalankan dan bekerja keras. Hal tersebut tercermin dari ketangguhan pasukan ETK yang menempuh berbagai rute perjalanan dengan disiplin, kerja keras, serta mempraktikkan keterampilan hidup melalui aksi nyata di tengah masyarakat.

"Melalui kolaborasi antara semangat Gerakan Pramuka dan nilai ngopeni nglakoni, saya berharap Pramuka Jawa Tengah dapat terus menjadi benteng moral sekaligus pelopor pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi kemajuan daerah," lanjutnya.

Kepada seluruh pasukan ETK Tahun 2026, pembina, pendamping, serta jajaran Kwartir Cabang dan Kwartir Ranting yang bertugas, disampaikan pesan untuk senantiasa menjaga kesehatan, keselamatan, dan kekompakan selama perjalanan. Selain itu, seluruh peserta diharapkan dapat menebarkan pesan positif, kedamaian, dan kepedulian di setiap wilayah yang dilalui.

"Jadikan kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi dan perkuat sinergi dengan pemerintah daerah setempat serta elemen masyarakat. Mari kita jalankan ETK Tahun 2026 dengan penuh rasa tanggung jawab, gembira, dan dedikasi tinggi demi Jawa Tengah yang lebih maju dan sejahtera," pesannya.

Mas Hamenang juga memberikan semangat kepada kontingen Kabupaten Klaten yang akan melanjutkan perjalanan membawa Tunas Kelapa menuju Boyolali.

"Semoga kita semua dapat melaksanakan Estafet Tunas Kelapa Tahun 2026 dengan semangat, gotong royong, dan kesungguhan. Kami mendoakan kontingen Kabupaten Klaten dapat menjalankan tugas dengan lancar, tanpa kendala, hingga akhirnya dapat meneruskan estafet kepada saudara-saudara kita di Boyolali," tuturnya.

Ketua Panitia Pelaksana ETK Kabupaten Klaten, Puspo Enggar Hastuti, mengatakan pada pelaksanaan ETK tahun ini, Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Klaten menjadi salah satu dari 14 titik start Estafet Tunas Kelapa di Jawa Tengah.

"Dari Klaten, perjalanan Tunas Kelapa akan diteruskan menuju Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Boyolali dan selanjutnya dilanjutkan ke Kwartir Cabang lainnya hingga mencapai puncak peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 di Kwartir Cabang Banyumas pada 10 September 2026," ujarnya.

Puspo menjelaskan kegiatan tersebut diikuti unsur Pramuka Penggalang, Penegak, Pandega, Pembina, Andalan, Majelis Pembimbing, Gugus Depan, Kwartir Ranting, instansi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat Kabupaten Klaten. Pelaksanaan ETK di Kabupaten Klaten melibatkan jajaran Gerakan Pramuka, pemerintah daerah, instansi terkait, TNI-Polri, serta masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi wujud sinergi dan semangat kebersamaan dalam memperingati Hari Pramuka ke-65, sekaligus menumbuhkan nasionalisme, persaudaraan, dan semangat pengabdian.

"Selain itu, kegiatan ETK diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Gerakan Pramuka dengan pemerintah dan masyarakat serta meningkatkan citra dan prestasi Kwarcab Klaten dalam pelaksanaan ETK tingkat Jawa Tengah," terangnya.

Rangkaian ETK Kabupaten Klaten, lanjut Puspo, dilaksanakan pada 1-2 September 2026 dengan melibatkan enam wilayah Kwartir Ranting (Kwarran), yakni Cawas, Klaten Tengah, Klaten Utara, Ngawen, Karanganom, dan Polanharjo. Pelaksanaan terbagi dalam lima etape dan satu etape khusus.

"Masing-masing etape terdiri atas pasukan inti sebanyak 61 anggota Pramuka, pasukan pendukung 62 anggota Pramuka, serta pasukan penggembira. Sebelum pelaksanaan estafet, berbagai kegiatan sosial dan lingkungan turut digelar, antara lain resik sanggar, penanaman pohon, donor darah, cabut paku, ziarah tokoh Pramuka, pemberian santunan tali asih, serta pelaksanaan Estafet Tunas Kelapa," jelasnya.



(prf/ega)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads