Gebrakan Bupati Blora di UB: Bidik Pilot Project Organik-Kuota Beasiswa

Gebrakan Bupati Blora di UB: Bidik Pilot Project Organik-Kuota Beasiswa

Inkana Putri - detikJateng
Jumat, 28 Agu 2026 07:36 WIB
Gebrakan Bupati Blora di UB: Bidik Pilot Project Organik-Kuota Beasiswa
Foto: Pemkab Blora
Jakarta -

Bupati Blora Arief Rohman menjadi narasumber pada kegiatan Orientasi Pendidikan Mahasiswa Baru Program Pascasarjana Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya (UB), kemarin. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 171 mahasiswa baru program magister (S2) dan doktor (S3).

Pada kesempatan itu, Arief memaparkan potensi serta pengembangan pertanian organik di Kabupaten Blora. Ia juga mendorong agar Blora dapat menjadi pilot project pengembangan pertanian organik yang nantinya bisa direplikasi di kabupaten lainnya.

Arief menjelaskan pengembangan pertanian organik di Blora berpotensi besar karena didukung sektor peternakan yang cukup kuat. Banyaknya peternak sapi di Blora dinilainya dapat menjadi sumber bahan organik berupa pupuk kandang yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertanian organik.

"Blora memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan pertanian organik. Kita punya banyak peternak sapi, sehingga bahan organik untuk mendukung pertanian juga tersedia. Kami ingin ini tidak hanya berhenti di Blora, tetapi bisa menjadi pilot project yang nantinya dapat dikembangkan dan menjadi contoh bagi daerah lain," ujar Arief dalam keterangan tertulis, Jumat (28/8/2026).

Selain pertanian organik, Arief juga menyampaikan peluang kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Blora dengan Universitas Brawijaya, khususnya dalam pengembangan sektor pertanian dan kehutanan.

Arief menegaskan Pemkab Blora sangat terbuka menjadikan wilayahnya sebagai lokasi penelitian bagi Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya. Potensi tersebut semakin besar mengingat sekitar 60 persen wilayah Kabupaten Blora merupakan kawasan hutan.

"Pemkab Blora sangat terbuka untuk menjadi lokasi penelitian. Dengan kondisi Blora yang sekitar 60 persen wilayahnya adalah hutan, tentu banyak hal yang bisa dikaji dan dikembangkan, baik di sektor pertanian, kehutanan maupun pemberdayaan masyarakat," jelasnya.

Arief juga membuka peluang bagi mahasiswa Universitas Brawijaya untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Blora. Saat ini, Blora telah memiliki desa binaan yang mengembangkan pertanian organik sehingga dapat dikembangkan menjadi lokasi KKN sekaligus desa percontohan.

"Di Blora juga ada desa binaan pertanian organik. Ini bisa kita kembangkan bersama, sehingga nantinya menjadi tempat KKN mahasiswa dan sekaligus menjadi desa percontohan yang bisa direplikasi di desa-desa lainnya di Kabupaten Blora," tambahnya.

Di akhir paparannya, Arief berterima kasih kepada Universitas Brawijaya yang telah memberikan kepercayaan kepada Kabupaten Blora untuk menjadi narasumber dalam kegiatan pengenalan kampus bagi mahasiswa baru program S2 dan S3 tersebut.

"Saya mengucapkan terima kasih karena telah mempercayai Kabupaten Blora untuk menjadi narasumber dalam kegiatan ini. Saya berharap ini menjadi awal yang baik bagi kampus dan Pemkab Blora untuk menjalin kerja sama yang lebih baik lagi. Kami sangat terbuka, para dekan maupun dosen Universitas Brawijaya dapat bersilaturahmi dan berkolaborasi dengan kami di Blora," paparnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya, Prof. M. Purnomo mengaku terkesan dengan paparan Bupati Blora mengenai potensi pertanian dan kehutanan di Kabupaten Blora.

Ia menilai Blora mulai mengambil niche product atau produk dengan keunggulan dan nilai tambah tertentu, sehingga tidak hanya mengembangkan komoditas pertanian secara umum.

"Kami terkesan dengan apa yang disampaikan Pak Bupati. Blora ini mulai mengambil niche product, tidak hanya produk pertanian biasa. Ke depan, kami berharap produksi benih jagung maupun produk-produk lain yang memiliki nilai tinggi dapat dikembangkan, termasuk melalui konsep green house," ungkap Prof. M. Purnomo.

Prof. M. Purnomo menilai pengembangan tersebut tidak hanya memberikan nilai tambah bagi Blora, tetapi juga berpotensi mendukung ketersediaan produk pertanian untuk kebutuhan Jawa Tengah dan Jawa Timur, termasuk dalam upaya menjaga stabilitas harga dan pengendalian inflasi.

Selain peluang kerja sama penelitian dan pengembangan, Universitas Brawijaya juga membuka kesempatan bagi generasi muda Blora yang memiliki potensi untuk melanjutkan pendidikan melalui program beasiswa.

Prof. M. Purnomo menyampaikan Universitas Brawijaya membuka peluang bagi anak-anak muda berbakat dari Blora untuk mengikuti seleksi dan mendapatkan beasiswa di Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan, mulai jenjang S1 hingga S3. Universitas Brawijaya nantinya akan menyiapkan slot khusus bagi putra-putri Blora yang memenuhi persyaratan dan lolos seleksi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai informasi, turut hadir pada kegiatan tersebut Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Blora beserta jajaran terkait.



(ega/ega)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads