Dua anak di lokasi kebakaran workshop atau rumah produksi sofa di Pajang, Laweyan dilarikan ke rumah sakit usai mengalami luka-luka. Dua anak tersebut bernama Faris dan Darel.
Lurah Pajang, Danang Sambodo mengatakan kedua remaja tersebut awalnya sedang bermain di sana. Namun, tak lama kemudian muncul api.
"Kena musibah ini kan anak-anak usia SMP-SMA, baru bermain di sana, yang atas nama Darel sama Faris gitu tadi," kata Danang saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (25/8/2026).
Danang mengatakan keduanya saat ini sudah dilarikan ke rumah sakit. Ia mengatakan korban bernama Faris dibawa ke RS Panti Waluyo dan Darel dibawa ke RS Yarsis.
"Kita juga belum tahu, kalau yang Darel itu kan di Yarsis, kalau yang Farisnya di Panti Waluyo. Sementara itu dulu infonya, ini baru ditengok sama Pak Wali. Nanti saya juga menyusul," terangnya.
Menurutnya, di lokasi tersebut ada tiga Kepala Keluarga (KK) dengan penghuni 7 orang.
"Yang di sana itu yang jelas itu ada tiga KK (Kepala Keluarga), penghuninya tujuh orang," ucapnya.
Salah satu penghuni kos, Eko Rahmanto mengatakan korban tidak bisa turun lantaran akses jalan keluar sudah tertutup oleh api. Kondisi tersebut membuat korban terjepit di tengah kepungan asap dan panas.
"Kayaknya iya, (terjebak) di atas. Mau keluar ke sana nggak bisa, bisanya itu lewat situ," ujar Eko.
Aksi penyelamatan segera dilakukan warga sebelum petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) tiba di lokasi. Warga sekitar berupaya membantu korban turun dari lantai atas menggunakan alat seadanya.
"Ada yang menyelamatkan dari sini tadi kayaknya. Ada orang kok, sebelum Damkar datang," jelasnya.
Eko menyebutkan korban tidak berani melompat dari ketinggian karena risiko yang besar. Proses evakuasi pun akhirnya dilakukan menggunakan tangga.
"Kalau lompat nggak berani pasti Pak. Ada yang pakai tangga tadi ke situ," imbuhnya.
Akibat kejadian ini, Darel dilaporkan mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuhnya, terutama di area kaki. Sesaat setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dilarikan ke rumah sakit.
"Lukanya di kaki, pokoknya badan depan kayaknya, samping ya samping. Nggak tahu, nggak terlalu lihat (detailnya)," ucapnya.
Sementara itu, Wali Kota Solo, Respati Ardi memberikan perhatian serius terhadap insiden kecelakaan kerja yang menimpa dua remaja di salah satu workshop di wilayahnya. Respati menyebut pihaknya telah melakukan mitigasi awal terkait kejadian tersebut.
"Kita sudah mitigasi, sudah ada laporan dari Damkar. Memang ini kecelakaan kerja. Saya turut prihatin," kata Respati.
Respati mengungkapkan insiden tersebut terjadi di sebuah workshop yang baru saja mulai beroperasi. Nahasnya, kecelakaan terjadi tepat saat usaha tersebut baru mendapatkan pesanan pertama.
"Memang ini workshop baru, usaha ini baru benar-benar baru, baru dapat order, tapi ada kecelakaan kerja," ujar Respati.
"Ada dua korban, semuanya warga Surakarta. Tadi mitigasi awal adalah kecelakaan kerja. Korban sedang bermain di sana (saat kejadian)," jelasnya.
Untuk memastikan kondisi para korban, Respati langsung bergegas melakukan peninjauan ke rumah sakit. Korban diketahui dilarikan ke dua rumah sakit berbeda untuk mendapatkan perawatan medis.
"Hari ini saya akan jenguk untuk anaknya yang ada di sana, di Panti Waluyo, agar segera, semoga tidak terjadi masalah," pungkasnya.
Simak Video "Video: 'Revolusi Pengelolaan Sampah' ala Walkot Solo Respati Ardi"
(ams/ams)