Seorang pria lanjut usia (lansia) bernama Mitro Kasmin (67) mengalami nasib nahas usai tewas terjatuh dari pohon kelapa setinggi 8 meter. Warga Desa Langgar, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga itu meninggal saat hendak menyadap (menderes) nira.
Kapolsek Kejobong, AKP Amirudin, menerangkan insiden berawal saat korban hendak memanjat sebatang pohon kelapa milik Anshor di Dusun Pucung Bedug, Desa Langgar, Kecamatan Kejobong, Sabtu (8/8) pukul 07.15 WIB. Diketahui, aktivitas sehari-hari korban adalah sebagai penderes nira.
"Korban sehari-hari bekerja sebagai penderes nira. Saat kejadian, korban sedang memanjat pohon kelapa di kebun milik Anshor untuk mengambil nira," kata Amirudin dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (8/8/2026).
Namun, salah seorang warga bernama Kimin (38) menemukan korban ditemukan dalam kondisi tertelungkup di tanah saat melintas.
"Saksi melihat korban sudah tertelungkup di bawah pohon kelapa. Ia kemudian memanggil warga lain dan memberi tahu pihak keluarga serta melaporkan kejadian kepada pemerintah desa dan kepolisian," jelasnya.
Dugaan Penyebab Korban Jatuh
Petugas Polsek Kejobong bersama tim medis Puskesmas Kejobong kemudian melakukan pemeriksaan terhadap korban. Dari pemeriksaan tersebut tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
"Korban meninggal dunia akibat terjatuh dari pohon kelapa. Hasil pemeriksaan bersama tim medis, tidak ditemukan tanda kekerasan atau penganiayaan," ujar Amirudin.
Amirudin melanjutkan, korban diduga jatuh akibat pelepah pohon kelapa yang menjadi tempat berpegangan korban patah. Pelepah tersebut diduga patah lantaran sudah lapuk.
"Setelah dilakukan pemeriksaan di lokasi, diduga korban terjatuh dari pohon kelapa saat berpegangan pada pelepah yang sudah lapuk. Pelepah kelapa yang dipegang korban patah hingga ia terjatuh dari ketinggian sekitar 8 meter," kata Amirudin.
Setelah pemeriksaan selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Pihak keluarga, kata Amirudin, tidak menghendaki dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.
"Setelah dilakukan pemeriksaan kemudian jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Keluarga tidak menghendaki dilakukan autopsi," pungkasnya.
Simak Video "Bersantai di Kolam Ombak Owabong Waterpark Purbalingga"
(apu/apu)