Pusat Grosir Solo (PGS) resmi tutup permanen setelah 21 tahun berdiri. Penutupan sudah dilakukan sejak Senin (3/8) menyusul putusan pailit dari Pengadilan Niaga Semarang bulan Februari 2024.
Para pedagang sudah berberes untuk pindah. Mereka menyusuri lorong yang sepi untuk membawa dagangan mereka dan bersiap menempati lokasi baru antara lain Benteng trade Center (BTC) dan Pasar Klewer.
Perkara Investasi
Perwakilan manajemen PGS yang masih di bawah kurator, Bachtiar Ibnu Fadzil, mengatakan PGS harus ditutup permanen imbas persoalan investasi. Dia menyebutkan, status pailit muncul setelah adanya putusan dari Pengadilan Niaga Semarang Nomor: 6/Pdt.Sus-PKPU/2023/PN Niaga Smg di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang tertanggal 26 Februari 2024
"PGS ini kan dipailitkan, berarti ada keputusan Pengadilan Niaga. Kalau di situ, berarti ada permasalahan bisnis, kita bicara investasi. Ada investasi yang mungkin kurang sukses yang mengakibatkan PGS ini dipailitkan. Setahu kami Februari dari Pengadilan Niaga Semarang sudah memutuskan bahwa PGS dalam kondisi pailit," ujar Bachtiar saat ditemui di PGS, Pasar Kliwon, Rabu (5/8/2026).
Meski demikian Bachtiar mengaku tidak mengetahui mendalam terkait perkaranya. Dia menegaskan urusan perkara ada di kuasa hukum yang ditunjuk.
"Kalau prosesnya seperti apa, saya kurang tahu karena PGS sudah menunjuk kuasa hukum," ujarnya.
Pedagang Pindah
Sejak berdiri tahun 2005, ada 1.200 tenant yang berdagang di PGS. Bachtiar menyebut memang dalam berjalannya waktu, pedagang ada yang sudah mulai pindah.
"Terakhir ada 60 pedagang yang kontraknya habis pada bulan Juli lalu," ucapnya.
Salah satu pegawai toko pakaian di PGS, Eni (40) mengaku sedih karena harus meninggalkan PGS yang sudah menjadi tempat kerjanya selama 13 tahun. dia khawatir tempat barunya di BTC akan lebih kecil.
"Sedih banget Mbak, kita kan karyawan ya Mbak. Jadi bingung juga kan, pastinya kita kan pindah toko, tokonya lebih kecil," kata dia kepada detikJateng sembari berkaca-kaca, Rabu (5/8/2026).
"Terus jadi ada kemungkinan pengurangan tenaga. Banyak juga karyawan lainnya yang kehilangan pekerjaan, rencana pindah ke BTC tapi lebih kecil," imbuhnya.
Omzet Berkurang Sejak Isu Tutup
Pedagang baju koko, Maria (50) mengenang suka duka berdagang di sana. Sembari berberes barangnya, dia menyebut sejak mulai diisukan tutup, ternyata omzet ikut merosot.
"Sejak diisukan tutup itu menurun drastis. Omzetnya anjlok. Pengunjung bilang 'eh PGS-nya tutup', jadinya mereka nggak ke sini," keluhnya.
Menurut Maria, lokasi PGS sebenarnya sangat strategis dan nyaman bagi pengunjung karena langit-langitnya yang tinggi dan tidak pengap.
"Di sini kan atapnya aja sudah tinggi, nggak terlalu sumpek gitu. Kalau tempat lain kan jalannya juga kecil, sempit, kan juga mengurangi daya orang lewat itu," bebernya.
Walkot Solo Tawarkan Lokasi
Wali Kota Solo, Respati Ardi menawarkan solusi relokasi untuk para pedagang PGS. Ia mengajak untuk mengisi stan-stan atau kios milik pemerintah yang saat ini masih kosong.
"Saya hari ini akan mengajak dan mengundang rekan-rekan yang berjualan di PGS dengan jenis perdagangan kami untuk mempromosikan pasar-pasar kami, los-los kami, kios-kios kami yang masih kosong," kata Respati, Rabu (5/8/2026).
Respati kemudian menyebut beberapa pasar modern di Solo yang siap menampung para pedagang tersebut agar roda ekonomi mereka tetap berputar.
"Ada di Pasar Klewer dan pasar-pasar yang lain yang sesuai dengan market mereka," terangnya.
Selain nasib pedagang, pihaknya juga akan mengambil langkah bila ada terjadi PHK. Respati berupaya mencari cara agar mereka tetap bisa bekerja di pasar.
"Iya, maka dari itu kami mengundang, kami lagi mengoordinasikan pekerja-pekerja yang ada di sana untuk kita kerja samakan di pasar-pasar kita. Kita ada Pasar Klewer, Pasar Singosaren, dan pasar-pasar yang lain," jelas Respati.
"Tentunya juga bagi para karyawan yang bekerja di sana, kami siap tampung untuk rekan-rekan di Rumah Siap Kerja. Segera kita salurkan, kita memberikan kepastian kerja di tempat yang layak nanti ke depannya," pungkasnya.
Simak Video "Video: Perkapalan dan Data Center Jadi Emiten Primadona Saat Ini"
(alg/afn)