Round-Up

Kuatnya Racun Ular Weling Tewaskan Bocah Pekalongan dalam 4 Jam

Tim detikJateng - detikJateng
Selasa, 07 Jul 2026 05:00 WIB
Penampakan ular weling yang gigit bocah di Pekalongan hingga tewas. Foto: Dok. Istimewa
Solo -

Seorang bocah berusia lima tahun berinisial MKA di Desa Mesoyi, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan bernasib tragis tewas dipatuk seekor ular weling. Bisa ular itu membunuh korban dalam waktu sekitar empat jam.

"Seorang anak meninggal usai digigit ular. Sempat dibawa ke rumah sakit, namun meninggal dunia. Korban tadi pagi sekitar pukul 09.00 wib, sudah dimakamkan," ungkap Kapolsek Talun, Iptu Heru, Minggu (5/7).

Sementara Sekretaris Desa Mesoyi, Andri Kurniawan, mengatakan korban sempat dilarikan ke RSUD Kajen untuk dirawat. Namun, korban dinyatakan meninggal sekitar pukul 04.00 WIB.

"Korban atas nama Muhammad Khoirul Anam, usia sekitar lima tahun. Kejadiannya sekitar pukul satu dini hari saat korban sedang tidur di rumah," ujar Andri.

"Jenazah kemudian dibawa pulang ke rumah duka pada pukul 06.30 WIB dan dimakamkan di tempat pemakaman desa sekitar pukul 09.00 WIB," tambahnya.

Andri melanjutkan, rumah korban berada di kawasan yang dekat dengan kebun. Ia mengungkap ini adalah kasus pertama di Desa Mesoyi ada korban tewas akibat gigitan ular.

"Rumahnya berada di perkampungan, tetapi dekat dengan kebun warga. Setahu kami, ini pertama kali terjadi kejadian seperti ini di Talun," ujarnya.

Ular Gigit Korban yang Tidur di Depan TV

Paman korban, Yanto, menuturkan ular itu masuk ke dalam rumah dengan dugaan tengah memangsa seekor kadal. Ular weling tersebut lantas menuju ke ruang tengah.

"Katanya ada ular masuk rumah dan menangkap kadal. Kadalnya lepas, lalu mungkin ular itu mendekati keponakan saya yang sedang tidur di ruang tengah depan TV bersama simbahnya," kata Yanto.

Yanto berkata, diduga keponakannya itu tidak sengaja menyentuh ular weling. Akibatnya, kakinya langsung dipagut.

Sempat Diberi Antibisa

Humas RSUD Kajen, Hanung, menjabarkan saat datang, kondisi sudah mengalami penurunan kesadaran. Pihak rumah sakit sempat memberikan antibisa kepada korban.

"Pasien memang tiba di IGD dalam kondisi penurunan kesadaran," kata Hanung saat dihubungi detikJateng, Senin (6/7/2026).

"Sudah (sudah diberi antibisa)," imbuhnya.

Dia juga menjelaskan tidak ada masalah terkait stok antibisa di RSUD Kajen.

"Untuk anti bisa ular tidak ada kendala, dalam penanganan gigitan ular semua faskes saling berkoordinasi baik dari tingkat nasional, provinsi, kabupaten sampai ke tingkat faskes tingkat pertama," ungkapnya.

Jadi Pasien ke-46 Gigitan Ular

Hanung menambahkan, MKA atau Anam jadi pasien ke-46 kasus gigitan ular di Pekalongan sepanjang 2026 ini.

"Di tahun 2026 sampai kemarin, data gigitan ular 46 orang. Dari jumlah itu, 9 pasien rawat jalan dan 36 rawat inap serta1 meninggal," kata Hanung.



Simak Video "Video KPK Tangkap 11 Orang Terkait OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq"

(apu/afn)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork