Cerita Warga soal Sosok Pemuda Pekalongan Tewas dengan Leher Tersayat

Robby Bernardi - detikJateng
Senin, 06 Jul 2026 19:10 WIB
Penampakan rumah tempat tinggal pemuda yang ditemukan tewas dengan leher tersayat di Dukuh Wurawari Kidul, Desa Kebonsari, Kecamatan Karangdadap, Pekalongan, Senin (6/7/2026). Foto: Robby Bernardi/detikJateng
Pekalongan -

Seorang pemuda inisial DF (20) ditemukan tewas dengan luka sayat di leher di bagian belakang rumahnya di Dukuh Wurawari Kidul, Desa Kebonsari, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan. Masyarakat setempat mengenal korban sebagai sosok tertutup.

Pantauan detikJateng, rumah yang tampak luas berada di pinggir jalan raya Karangdadap ini terlihat sepi pada Senin (6/7/2026) sore. Warga setempat mengungkap, sejak dua tahun terakhir mereka nyaris tidak mengetahui aktivitas penghuni rumah. Tepatnya, sejak kakek korban meninggal dunia.

Salah satu warga, Muchalis (55), saat ditemui menceritakan ayah dan ibu DF sudah berpisah sejak 5 tahun lalu. Bapaknya pergi berlayar, sedangkan ibu DF kembali ke orang tuanya dengan membawa anak nomor 5. Sementara korban bersama tiga saudaranya yang lain hidup bersama kakeknya di rumah tersebut.

"Kondisi rumah besar itu memang setiap hari sepi. Orang tuanya sudah berpisah lama, sekitar lima tahun yang lalu. Ayahnya pergi ke Kalimantan, ibunya kembali ke kampung halamannya dekat situ," katanya.

Muchalis melanjutkan, sejak kakek DF meninggal 2 tahun lalu, praktis rumah itu tidak terawat.

"Almarhum (DF) jarang di rumah, kerjanya di kapal. Tertutup terus sepi, rumahnya. Bapaknya juga kapal (Kalimantan). Sebelumnya pas masih ada kakeknya rumah masih terawat, hidup bermasyarakat, simbahnya tidak ada, ya sepi. Nggak terawat," jelasnya.

"Simbahnya meninggal sekitar 2 tahun yang lalu. Kemudian seperti hidup sendiri-sendiri, tidak terurus karena ditinggal orang tua dan simbahnya yang awalnya mengendalikan," tambahnya.

Bahkan, lanjut Muchalis, warga baru tahu korban sudah berada di rumah saat mendengar dirinya tewas bersimbah darah.

"Yang kita tahu almarhum itu kerja di kapal, pulangnya kapan tidak tahu," jelasnya.

Korban sendiri dimakamkan Minggu malam (5/7) usai dilakukan autopsi oleh tim DVI Polda Jawa Tengah (Jateng).

"Semalam sudah dimakamkan," Kata Kepala Desa Kebonsari, Retno, saat dimintai konfirmasi melalui pesan singkatnya, Senin (6/7).

Teman Korban Ungkap Terakhir Bertemu 5 Hari Lalu

Terpisah, detikJateng menemui M Zaenurrijal (25), warga Pegandon yang merupakan teman akrab korban. Ia mengaku kaget mendengar insiden yang menerpa temannya itu.

Zaenurrijal menuturkan dirinya terakhir bertemu korban sekitar lima hari yang lalu.

"Saya, bertemu terakhir itu sekitar 4 atau 5 hari yang lalu," kata Zaenurrijal.

Ia mengaku tidak melihat keanehan pada korban, atau mendengar DF menceritakan permasalahan pribadi yang tengah dihadapi.

"Saya kurang paham sih kalau dengan masalah pribadi. Dia soalnya enggak... jarang cerita sama saya, jarang cerita pribadi," ungkapnya.




(apu/dil)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB