Kisah Irvan, Anak Buruh Bangunan yang Jadi Wisudawan Terbaik Untidar

Eko Susanto - detikJateng
Sabtu, 27 Jun 2026 19:00 WIB
Muhammad Irvan Ardianto merupakan wisudawan terbaik Universitas Tidar (Untidar) dengan IPK 3,98, diwisuda, Sabtu (27/6/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng
Magelang -

Universitas Tidar (Untidar) melangsungkan wisuda ke-74 diikuti 300 wisudawan. Dari 300 wisudawan ini lulusan terbaik diraih anak buruh bangunan dan ibunya buruh masak, Muhammad Irvan Ardianto (23) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98 sekaligus dinyatakan lulus tanpa skripsi.

Perjuangan laki-laki kelahiran 19 November 2003 sudah dimulai sejak dirinya lulus SMKN 1 Magelang atau SMK Cawang. Perjuangannya pun tak mudah, ia sempat menunda berkuliah untuk berkerja agar bisa mengumpulkan uang.

Pekerjaan itu ia jalani mulai dari jasa cetak foto, marketing kendaraan hingga berjualan cemilan basreng. Dari pekerjaan yang dijalani tersebut, ia bisa menyisihkan uang untuk ditabung guna biaya kuliah.

Irvan yang merupakan anak pertama dari dua bersaudara baru mendaftar kuliah di Untidar tahun 2022 melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) atau jalur Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

Saat itu yang dipilih program studi (prodi) S1 Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Dia menyebut orang tuanya sempat khawatir perihal biayanya.

"Tahun 2022 jalur SBMPTN, UTBK. Tapi, saya coba mengusahakan biar dapat beasiswa. Mungkin karena di awal semester tidak dapat beasiswa jadi memang masih bayar (UKT sebesar Rp 3 juta)," kata Irvan kepada wartawan usai wisuda di Kampus Untidar Tuguran, Sabtu (27/6/2026).

"Kemudian saya usahakan, saya cari beasiswa sana sini dan Alhamdulillah di transisi ke semester dua saya dapat beasiswa (KIP-K). Mulai semester dua dapat KIP, ya full (beasiswa)," sambung Irvan.

Semenjak kuliah di prodi Pendidikan Matematika FKIP Untidar, Irvan aktif untuk proyek penelitian dan pengabdian masyarakat bersama dosen. Ia sering menulis dalam jurnal.

Bahkan capaian akademik untuk penulisan karya ilmiah terbit di jurnal internasional. Irvan menuliskan karya ilmiah berjudul 'How Does Computational Thinking Affect Mathematical Complex Problem-solving?'.

"Tahun ini mulai dari angkatan saya ada program tugas akhir pengganti skripsi. Saya menggunakan publikasi ilmiah. Alhamdulillah artikel saya dapat terbit di jurnal internasional terindeks Scopus," ujarnya.

Anak pertama pasangan Sarwanto (45) dan Gunarsih (46) yang tinggal di Magersari, Kota Magelang menambahkan, karya ilmiah mengenai soal kemampuan berpikir siswa dalam menyelesaikan masalah matematika yang kompleks. Penyusunan karya ilmiah yang dilakukan sekitar 6 bulan.

"Alasan pertama karena saya dulu lulusan SMK. Saya merasa prihatin kok kenapa lulusan SMK justru menduduki tingkat pengangguran tertinggi di Indonesia dibanding lulusan seperti SMA dan SD dan sebagainya," ujarnya.

"Ternyata salah satu penyebabnya adalah kurangnya kemampuan mereka dalam menyelesaikan masalah yang kompleks. Maka saya menawarkan solusi yaitu computational thinking yang mana mungkin di Indonesia belum banyak, tapi di luar negeri sana sudah banyak diterapkan," tegasnya.

Irvan pun dinyatakan lulus tanpa ujian skripsi pada 4 Mei 2026 dengan lama studi 3 tahun 8 bulan 17 hari. Ia dengan IPK 3,98 dinyatakan cumlaude.



Simak Video "Belajar Kehidupan Lewat Pendidikan"


(afn/afn)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork