Kepingan emas ditemukan di situs Candi Losari yang berlokasi di Dusun Losari, Desa Salam, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, pada 21 April 2026. Juru pugar candi, Restu Hidayat, mengatakan peripih tempat penyimpanan emas itu diduga sudah dicuri seribu tahun silam.
Restu menjelaskan, dugaan itu muncul karena saat proses pemugaran, tidak ditemukan semacam lubang.
"Nggak ada growongan (lubang untuk masuk). Cuman di tanah (sisi) utara itu bekas urukan baru. Dalam arti urukan baru, tapi lama (sebelum tertutup vulkanik erupsi Merapi). Dugaan kita, sudah dilandak (diduga dicuri dengan jalan membuat terowongan) zaman dulu. Iya, sebelum tertutup erupsi (Merapi)," ujar Restu dihubungi detikJateng, Rabu (10/6/2026).
"Iya (dugaan dicuri dari tanah urukan). Dari data-data yang kita kumpulkan terutama itu, kemarin kita temukan dua arca di bawah lantai (masih tiga lapisnya). Terus ke bawah lagi ditemukan kotak peripih sama selembar emas itu. Kotak peripih sudah berserakan juga selevel itu ditemukan batu lantai tiga blok sama batu cungkup. Dari data-data itu, kita simpulkan berarti sudah dilandak zaman dulu," tambah Restu.
Restu menambahkan, selain itu juga ditemukan pecahan gerabah di setiap sudut.
"Iya, itu sudah kreweng (pecahan gerabah), pecah-pecah itu. Itu tidak kita hitung, cuman setiap pojok ditemukan beberapa pecahan kreweng. Kita amankan di kantor untuk dilab," tambahnya.
Terungkap Kegunaan Kepingan Emas
Penanggung Jawab Kegiatan Rekonstruksi Candi Losari, Junawan, menjabarkan emas yang diketahui punya kadar 16,5 karat tersebut punya kegunaan dengan unsur spiritual di zamannya.
Hal ini berdasarkan hasil pengujian laboratorium dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Tengah.
"(Kegunaan) Sederhananya sebagai sumber energi spiritualnya suatu candi untuk menghidupkan roh/jiwa kedewaan," sambung Junawan.
Candi Ditemukan Tahun 2004
Berdasarkan informasi di buku Candi Indonesia Seri Jawa tulisan Edi Sedyawati dkk yang diterbitkan oleh Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Candi Losari ditemukan pada 2004 di tengah kebun salak. Ketika ditemukan, candi ini diperkirakan sudah tertimbun material letusan Gunung Merapi selama kurang lebih seribu tahun.
Menurut keterangan dalam dokumen unggahan Eprints UMS, Candi Losari ditemukan pemilik kebun ketika sedang menggali untuk membuat parit aliran air. Secara tidak sengaja mata cangkulnya mengenai batu.
Usai digali lebih dalam, tampak struktur batu menyerupai candi. Si empunya kebun lantas melaporkan temuan itu ke kelurahan. Dari kelurahan, informasi sampai ke balai konservasi. Ekskavasi yang kemudian dilakukan di situs Candi Losari membuahkan penemuan 1 candi induk dan 3 candi perwara.
Tidak banyak yang diketahui mengenai Candi Losari. Candi ini diperkirakan berlatar belakang Hindu berkat adanya peninggalan arca Mahakala. Waktu pembangunannya diprediksi pada abad ke-9 atau 10 Masehi.
Diperkirakan Terpendam Letusan Merapi 1.000 Tahun Silam
Kapan mulai terkubur letusan Gunung Merapi? Saibatul Islamiah dalam skripsinya, Penyelidikan Keberadaan Batuan Pagar Candi di Situs Candi Losari dengan Metode Resistivitas di Daerah Losari Salam Magelang Jawa Tengah memperkirakan letusan itu terjadi antara tahun 925 hingga 928 Masehi.
Sementara itu, berdasar keterangan di laman resmi Pemerintah Daerah Kabupaten Magelang, candi ini diduga tertimbun erupsi Merapi yang terjadi tahun 1006. Artinya, sudah seribu tahun kurang lebih candi ini terkubur dalam diam.
Simak Video "Berenang Seru di Kolam Penginapan Magelang"
(apu/dil)