Kemacetan panjang terjadi di Jalan Baskoro Raya atau Jalan Baru Undip, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, pagi ini. Kendaraan mengular hingga tiga kilometer (km).
Pantauan detikJateng di lokasi pukul 09 30 WIB, antrean kendaraan sudah terlihat dari jalan setelah Candi Golf. Kepadatan lalu lintas ini dipicu rencana acara penerbangan balon udara yang menarik ribuan warga.
Sejumlah pengendara bahkan memilih putar balik atau memarkir kendaraan lalu berjalan kaki menuju lokasi acara penerbangan balon udara di sekitar lapangan tembak. Tampak tak ada petugas Dinas Perhubungan (Dishub) maupun polisi di lokasi.
Salah satu penjual batagor, Danang (28), mengaku terjebak macet sejak pagi. Ia awalnya mengira kepadatan terjadi karena Car Free Day (CFD) di belakang Undip.
"Saya berangkat dari Muladi jam 05.30 WIB, sampai lapangan tembak macet total. Kirain karena CFD, ternyata ada balon udara. Acaranya baru pertama kali di Semarang, tapi tempatnya kayaknya nggak strategis, sempit," kata Danang kepada detikJateng, Minggu (3/5/2026).
Menurutnya, minimnya petugas membuat kondisi lalu lintas tak terkendali. Bahkan, banyak pengendara nekat melawan arus demi bisa mencapai lapangan tembak Undip.
"Nggak ada polisi atau Dishub dari awal. Harusnya kalau sudah diperkirakan ramai, pasti ada petugas. Ini malah banyak yang lawan arus, jadi tambah macet dan nggak terkontrol," ujarnya.
Keluhan serupa datang dari warga Kedungmundu, Apri (22). Ia mengaku sudah berangkat pagi, tetapi tak berhasil mendekati lokasi acara karena kemacetan.
"Saya berangkat jam 07.15 WIB mau ke balon udara, tapi belum sampai pertigaan sudah nggak jalan, akhirnya putar balik. Dua jam saya macet dari Kedungmundu," kata Apri.
Apri menyebut, sempat mendapat informasi dari pengunjung lain bahwa akses menuju lokasi sudah tak bisa dilalui kendaraan, sehingga dia dan kedua temannya yang menaiki motor langsung memilih putar balik.
"Tadi ada yang turun dari atas bilang nggak usah ke sana karena macet, mending jalan kaki. Akhirnya saya nyerah," ujarnya.
"Harusnya ke depan lebih prepare dari jauh-jauh hari, koordinasi sama pihak-pihak berwajib. Saya tadi sama teman naik motor benar-benar nggak bisa jalan," tambahnya.
Hal serupa disampaikan Novitasari (43), warga Kaligawe yang datang untuk melihat balon udara. Ia mengaku berangkat sejak subuh, tetap tetap terjebak macet berjam-jam.
Simak Video "Menyebrangi Marine Bridge yang Menantang dengan Keamanan Terjamin di Semarang"
(apu/apu)