Terpopuler Sepekan

Lihainya Peserta Curang UTBK Untidar Kelabui Metal Detector

Tim detikJateng - detikJateng
Sabtu, 02 Mei 2026 18:12 WIB
Alat bantu dengar yang dipakai salah satu peserta UTBK di pusat UTBK Untidar. Dipotret Rabu (29/4/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng
Solo -

Seorang peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di pusat UTBK Universitas Tidar (Untidar) Magelang tepergok curang dengan memakai alat bantu dengar. Alat itu tidak terdeteksi alat metal detector. Aksinya terbongkar setelah ia kerap menyentuh telinga.

Peserta tersebut diketahui mengikuti UTBK di pusat UTBK Untidar di kampus Sidotopo, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang. Saat itu, dia mengikuti sesi kedua sekitar pukul 16.00 WIB, Selasa (28/4).

"Betul (dilakukan pemeriksaan sebelum masuk ruangan tes). Jadi, semua peserta masuk ke ruangan sudah disterilisasi menggunakan metal detector. Dan ini tidak kedetek. Tidak terdetek. Makanya sampai masuk," kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Untidar, Prof Suyitno dalam jumpa pers di Gedung Rektorat Kampus Sidotopo, Rabu (29/4/2026).

Suyitno mengatakan, peserta itu diketahui hendak curang saat pelaksanaan UTBK pada Selasa (28/4). Petugas curiga karena yang bersangkutan terlihat kerap menyentuh telinga.

Penampakan alat bantu dengar dan handphone yang dibawa peserta UTBK di Untidar, Rabu (29/4/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng

Peserta itu kemudian diobservasi dan dilakukan pemeriksaan ulang. Hasilnya, petugas menemukan alat yang tertanam di telinganya.

"Peserta tersebut kan coba diobservasi, ketika ada penanggung jawab lokasi. Untuk melakukan pengecekan kembali terhadap peserta tersebut. Karena ketika masuk sudah dilakukan pemeriksaan dengan metal detector. Terus (pemeriksaan) dilakukan ulang, kemudian ketika dicek oleh penanggung jawab lokasi itu ternyata peserta tersebut di tubuhnya (terdapat) barang bukti berupa alat bantu dengar," kata Suyitno.

Pengawas maupun penanggung jawab lokasi yang melakukan pemeriksaan terhadap peserta UTBK ini juga menemukan benda lainnya. Seperti handphone (HP) dan kontak warna hitam semacam kartu elektronik.

"Dengan kondisi itu maka kemudian dilakukan observasi lebih dalam lagi. Dan kemudian mengundang panitia UTBK yang dirasa bisa mengamati atau melihat lebih detail peserta tersebut. Ternyata didapati benda lain yaitu berupa HP dan juga sebuah kotak sejenis kartu elektronik begitu, chips. Chips itu menariknya di-covernya itu seperti kartu hotel. Jadi, mungkin untuk mengkamuflase," imbuh Suyitno.

Mengaku Tuli

Peserta itu sempat mengaku tuli kepada pengawas. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan dan pengecekan ke pihak terkait, ternyata peserta itu tidak tunarungu.

"Iya (mengaku tuli kepada pengawas). Ketika ditanya kenapa menggunakan alat itu, ya (alasannya) karena itu bagian dari alat bantu dengar karena dia punya masalah pendengaran," kata Prof Suyitno.

"Tapi, ketika kita konfirmasi ke pihak tertentu yang mengerti, yang bersangkutan adalah normal, tidak tuli. Setelah itu dilepas (alat bantunya), saya tanya, menjawab juga normal," sambungnya.

Alat bantu tersebut ditemukan pengawas pada peserta UTBK di telinga sebelah kanan. Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, juga ditemukan handphone dan semacam chips di dalam bajunya.

"Disimpan di pakaian di bagian dalam (ponselnya). Jadi, baju itu kan di dalam ada kantong dalam," ungkap Suyitno.

Meski demikian, Suyitno enggan mengungkap identitas peserta UTBK yang kedapatan curang itu.

"Kita tidak ingin menyebutkan jenis kelamin, asal kota, asal sekolah, mohon maaf," kata dia.

"Kami tidak menyebutkan secara spesifik (jurusan yang diambil), tapi yang jelas mengambil jurusan di sebuah perguruan tinggi ternama. Dan yang bersangkutan juga tinggal di kota di mana perguruan tinggi ternama itu dia tuju," imbuhnya.

Suyitno menambahkan, selesai ujian, yang bersangkutan kembali diperiksa dengan melibatkan penanggung jawab lokasi, koordinator pelaksana, penanggung jawab monev dan juga untuk koordinator TIK.

"Dirasa semua informasi sudah didapatkan, kemudian berita acara kecurangan sudah dibuat. Dan yang bersangkutan mengakui barang itu miliknya dan itu bagi kami cukup. Kami melaporkan kepada panitia pusat berkaitan temuan ini. Tindak lanjutnya, kita masih menunggu arahan dari panitia pusat," pungkasnya.



Simak Video "Berenang Seru di Kolam Penginapan Magelang"

(dil/afn)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork