Peran RA Kartini di Balik Ukiran Jepara yang Mendunia, dari Desa ke 100 Negara

Peran RA Kartini di Balik Ukiran Jepara yang Mendunia, dari Desa ke 100 Negara

Ikfina Kamalia Rizki - detikJateng
Selasa, 21 Apr 2026 11:00 WIB
FAO bantu perajin Jepara dan Pasuruan tembus pasar dunia
Ukiran Jepara. (Foto: Dok. FAO Kantor Perwakilan Jakarta)
Solo -

Sosok Raden Ajeng Kartini selama ini dikenal sebagai pejuang emansipasi perempuan melalui pemikiran-pemikiran yang tertuang dalam kumpulan suratnya. Kendati demikian, di balik sosoknya yang sederhana, Kartini juga berperan dalam mengenalkan kerajinan lokal Nusantara di kancah Internasional. Salah satunya adalah seni ukir Jepara.

Jepara sendiri telah menjadi daerah penghasil ukiran kayu dengan kualitas tinggi. Dikutip dari laman Disperindag Jepara, produk furnitur dan ukir Jepara telah dieskpor ke hampir 100 negara di berbagai belahan dunia. Nilai ekspor produk-produk tersebut pada tahun 2023 bahkan mencapai 659,2 juta dolar AS (kurang lebih setara dengan Rp 11,3 miliar dengan kurs 1 USD = Rp 17.141,30).

Seni ukir ini berkembang dari keterampilan masyarakat yang diwariskan turun temurun hingga menjadi identitas budaya daerah. RA Kartini menaruh perhatian besar terhadap keterampilan masyarakat yang satu ini dan berupaya agar keterampilan tersebut dapat menjadi sumber penghasilan serta kemandirian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas, seperti apa peran RA Kartini dalam perkembangan seni ukir Jepara yang kini mendunia? Untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasan berikut.

ADVERTISEMENT

Berawal dari Perjalanan ke Desa Pengrajin

Dikutip dari buku Sisi Lain Kartini karangan Djoko Marihandono,dkk, peran Kartini dalam mengembangkan seni ukir Jepara tak lepas dari kebebasan yang mulai ia rasakan saat mengikuti Ayahnya melakukan perjalanan ke Semarang. Sepulangnya dari perjalanan tersebut, Kartini dan adik-nya kerap mengunjungi desa-desa di Jepara.

Kartini lantas berdialog dengan warga dan mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi, termasuk kesulitan ekonomi para perajin ukir di Kampung Belakanggunung. Keterampilan mereka dihargai sangat rendah sehingga para perajin sulit untuk berkembang. Melihat hal ini, Kartini mulai menjalin komunikasi dengan kenalannya di Semarang dan Batavia untuk membantu mempromosikan kerajinan ukir Jepara.

Mendorong Kualitas Karya Perajin

Selain membantu para perajin dalam memasarkan hasil karyanya, Kartini juga mengupayakan peningkatan kualitas produk kerajinan. Mengutip penelitian tentang Sejarah Mebel Ukir Jepara oleh Oktavianus Marti Nangoy, Kartini meminta para perajin untuk membuat kerajinan dengan desain yang lebih beragam. Mulai dari peti jahitan, figura, kotak perhiasan, meja kecil, hingga barang-barang lainnya. Hal ini membuat produk ukir Jepara perlahan-lahan memiliki nilai jual yang lebih tinggi dari sebelumnya.

Sejalan dengan hal tersebut, kesejahteraan perajin pun semakin meningkat. Kesenian ukir Jepara mulai dilirik banyak orang karena memiliki keunikan tersendiri yang jarang dimiliki kerajinan sejenis dari daerah lain.

Surat Kartini tentang Perajin Ukir

Dalam tulisannya yang berjudul Van Een Vergeten Uithookje atau Dari Salah Satu Pojok yang Terlupakan, Kartini menggambarkan Jepara sebagai daerah yang terpinggirkan namun menyimpan kekayaan seni yang luar biasa. Tulisan itu pada mulanya merupakan surat yang dikirimkan Kartini kepada temannya, Nelie van Kole. Melalui tulisan tersebut, Kartini menjelaskan tentang kehidupan para perajin yang bekerja di tempat sederhana tetapi mampu menghasilkan karya berkelas.

Kartini menganggap para perajin merupakan seniman yang menaruh segala dedikasinya ke dalam setiap ukiran. Meski tanpa pendidikan formal, mereka dapat melahirkan keindahan melalui susunan motif yang harmonis. Dari tangan-tangan perajin itulah Kartini menyebutkan bahwa karya seni bernilai tinggi layak mendapatkan pengakuan yang lebih luas lagi. Ia bahkan menyebut mereka sebagai seniman besar. Dengan penuh keyakinan, Kartini percaya bahwa potensi para perajin ukir di Jepara dapat berkembang lebih jauh dan dikenal dunia luas dengan diberi sedikit dukungan serta perhatian.

Demikian penjelasan tentang peran RA Kartini di balik seni ukir Jepara yang kini telah mendunia. Tanpa upaya dan kepeduliannya terhadap perajin, besar kemungkinan jika kesenian in tidak bisa bertahan hingga sekarang. Semoga bermanfaat!

Artikel ini ditulis oleh Ikfina Kamalia Rizki peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom



(sto/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads