Arus lalu lintas di jalur Ajibarang, Kabupaten Banyumas, mulai mengalami peningkatan volume kendaraan pada masa arus balik Lebaran. Kepadatan terlihat di depan Pos Pengamanan (Pos Pam) Ajibarang, terutama pada kendaraan yang menuju arah Bumiayu hingga Jakarta.
Pantauan detikJateng, hingga pukul 16.00 WIB kondisi lalu lintas mengular hingga 3 km ke arah Jakarta. Hal ini dikarenakan adanya penyempitan jalan sekaligus pertemuan arus dari arah Kebumen dan Purwokerto.
Petugas kepolisian dengan menggunakan pengeras suara mengimbau agar pemudik lebih merapatkan kendaraannya. Selain itu terdapat petugas lainnya yang berjaga menarik arus lalu lintas ketika sudah longgar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain kendaraan pemudik, kemacetan juga dikarenakan adanya kendaraan pribadi yang menuju tempat wisata maupun yang akan silaturahmi ke rumah sanak saudara. Hampir setiap setengah jam, arus lalu lintas kembali tersendat.
Kepala Pos Pam Ajibarang, Iptu Rasono mengatakan arus kendaraan dari arah timur atau Bumiayu menuju Purwokerto masih ramai, namun didominasi oleh pengendara lokal.
"Untuk arus dari arah Bumiayu ke Purwokerto memang masih ramai, namun demikian masih didominasi untuk lokalan, mungkin pada silaturahmi atau ke tempat wisata," kata Rasono saat ditemui di lokasi, Selasa (24/3/2026).
Sementara itu, arus sebaliknya dari arah Purwokerto dan Wangon menuju Bumiayu hingga Jakarta mulai padat sejak siang hari.
"Dari arah Purwokerto dan juga arah Wangon menuju Bumiayu atau arah Jakarta sudah ramai dan lumayan padat sejak pukul 14.00 WIB," jelasnya.
Untuk mengantisipasi kemacetan, petugas telah disiagakan di sejumlah titik rawan. Rasono menyebut personel dikerahkan untuk mengurai kepadatan lalu lintas, terutama di persimpangan dan jalur tanjakan.
"Anggota Pos Pam Ajibarang sudah digelar guna mengurai simpul-simpul kemacetan, karena banyak pertigaan dan juga tanjakan yang membutuhkan tindakan dari kami," ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi serupa juga terjadi sehari sebelumnya. Bahkan, kepadatan sempat berlangsung cukup lama hingga dini hari.
"Kemarin ada ketersendatan mulai sekitar pukul 15.00 WIB sampai bisa normal kembali pukul 01.00 dini hari," ungkapnya.
Melihat tren peningkatan arus kendaraan, pihak kepolisian memprediksi kondisi serupa akan kembali terjadi pada malam hari ini.
"Prediksinya nanti malam juga kondisinya mungkin sama. Kalau melihat arus dari timur masih ramai, hampir sama seperti tadi malam," katanya.
Jika kepadatan semakin parah, polisi tidak menutup kemungkinan akan memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) lokal.
"Kalau ada kemacetan dan sudah terjadi stagnasi dari arah Bumiayu atau Brebes, mungkin nanti diambil kebijakan one way lokal," tegas Rasono.
Namun untuk saat ini, rekayasa lalu lintas tersebut belum diberlakukan. Petugas masih fokus pada penguraian arus dengan sistem penarikan kendaraan.
"Sementara ini belum ada. Masih kita lakukan penguraian dengan penarikan-penarikan agar tidak terjadi ketersendatan," imbuhnya.
Menurutnya, kepadatan dipicu oleh sejumlah faktor, mulai dari banyaknya persimpangan di jalur tersebut hingga kondisi jalan yang menanjak dan berkelok, sehingga memperlambat laju kendaraan, khususnya bus.
"Selain itu, pada siang hari aktivitas warga di persimpangan juga cukup tinggi, sehingga kendaraan keluar masuk," jelasnya.
Rasono menyebut, puncak arus balik diperkirakan terjadi dalam dua hari ini, seiring dengan berakhirnya masa libur Lebaran.
"Prediksi kami, antara kemarin dan hari ini merupakan puncak arus balik, karena besok sudah mulai masuk kerja," ujarnya.
Ia menambahkan, arus kendaraan saat ini didominasi oleh kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat.
Sementara itu, seorang pemudik asal Purworejo, Pian, mengaku telah mengalami kemacetan sejak perjalanan awal. Ia bahkan sempat terjebak macet cukup lama di kawasan Ajibarang.
"Saya dari Purworejo mau ke Jakarta, tadi berangkat jam setengah 10. Dari Kebumen sudah ketemu macet, arusnya merayap," kata Pian.
"Ini ketemu macet lagi di sini, sudah setengah jam stag," imbuhnya.
(par/aku)
