Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat beberapa hari terakhir. Situasi ini turut memengaruhi dinamika geopolitik global sehingga memunculkan spekulasi serta kekhawatiran akan kemungkinan terjadinya perang dunia.
Dilansir laman National Council of Resistance of Iran, eskalasi konflik di Timur Tengah terjadi setelah adanya serangan gabungan yang dilakukan oleh Israel dan AS kepada Iran pada 28 Februari lalu. Serangan itu menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Iran merespons dengan mengerahkan rudal balistik hingga drone kamikaze ke Israel maupun basis-basis militer AS di kawasan itu.
Situasi tersebut membuat banyak orang bertanya-tanya mengenai wilayah yang dianggap relatif stabil jika Perang Dunia III sampai pecah. Secara umum, penilaian ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kondisi geografis, stabilitas politik, dan keadaan ekonomi sebuah negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas negara mana saja yang dianggap aman? Apakah Indonesia termasuk? Simak daftarnya di bawah ini, yuk!
Daftar Negara yang Aman Jika Perang Dunia Pecah
Persoalan ini dianggap menarik karena ketika perang dunia benar-benar terjadi, orang-orang tentu akan mencari tempat atau negara aman untuk berlindung. Oleh karena itu, berikut adalah daftar negara yang dianggap relatif aman menurut The Mirror US dan The Economic Times:
1. Antartika
Antarktika dinilai sebagai salah satu tempat paling aman jika terjadi perang nuklir berskala global. Benua yang terletak di kutub selatan ini memiliki kondisi geografis yang terpencil dan jauh dari pusat kekuatan militer dunia.
Selain itu, wilayah ini hampir tidak memiliki penduduk tetap sehingga kecil kemungkinan menjadi target strategis dalam konflik internasional. Luas wilayah Antartika yang sangat besar serta kondisi alamnya yang ekstrem juga berkontribusi menjadikan kawasan ini jarang tersentuh aktivitas manusia.
2. Islandia
Islandia dikenal sebagai salah satu negara paling damai di dunia dan secara konsisten menempati peringkat tinggi dalam Indeks Perdamaian Global. Negara ini terletak di kawasan Atlantik Utara yang relatif jauh dari pusat konflik geopolitik dunia. Selain itu, Islandia memiliki populasi yang tidak terlalu besar dan tingkat stabilitas politik tinggi. Kondisi tersebut membuat negara ini dianggap memiliki risiko lebih kecil untuk terlibat dalam konflik militer besar.
3. Selandia Baru
Selandia Baru juga sering disebut sebagai salah satu tempat yang relatif aman jika terjadi konflik global. Negara kepulauan ini terletak dipisahkan jarak cukup jauh dari banyak kawasan yang menjadi pusat kekuatan militer dunia. Di samping itu, Selandia Baru memiliki sumber daya alam yang melimpah serta sistem pertanian yang kuat. Kondisi geografisnya yang dikelilingi lautan dan pegunungan dinilai dapat memberikan perlindungan alami dalam situasi darurat.
4. Swiss
Swiss populer sebagai negara yang mempertahankan kebijakan netralitasnya dalam berbagai konflik internasional selama berabad-abad. Negara ini juga memiliki infrastruktur perlindungan sipil yang sangat maju, termasuk ribuan bunker yang dirancang untuk melindungi warga dari kemungkinan serangan nuklir. Kondisi geografis Swiss yang dikelilingi Pegunungan Alpen membuat wilayahnya relatif sulit dijangkau secara militer.
5. Greenland
Greenland merupakan pulau terbesar di dunia, tetapi jumlah penduduknya sedikit. Wilayah ini berada di kawasan Arktik, membuatnya eksis di tempat terpencil serta sulit diakses. Lokasinya yang jauh dari aktivitas militer global menjadikan Greenland dianggap memiliki kemungkinan lebih kecil menjadi sasaran konflik. Lingkungan alam yang luas dan relatif tidak padat penduduk juga menjadi salah satu faktor yang membuat wilayah ini dinilai lebih aman.
6. Indonesia
Indonesia masuk daftar wilayah yang dianggap relatif aman jika terjadi konflik global. Salah satu faktornya adalah kebijakan politik luar negeri Indonesia yang diterapkan oleh Presiden Soekarno, yakni bebas dan aktif.
Prinsip tersebut menegaskan bahwa Indonesia tidak memihak dalam konflik internasional serta berupaya menjaga hubungan baik dengan berbagai negara. Di samping kebijakan politik, Indonesia juga memiliki sumber daya melimpah sehingga stabilitasnya tidak mudah dipengaruhi ketika terjadi konflik, utamanya terkait pasokan pangan.
7. Tuvalu
Tuvalu merupakan negara kepulauan kecil di Samudra Pasifik dengan jumlah penduduk minim, kurang lebih 11.000 jiwa saja. Negara ini relatif terpencil dan tidak memiliki peran strategis dalam konflik militer global. Infrastruktur militer yang minim serta lokasinya yang jauh dari pusat geopolitik dunia membuat Tuvalu dianggap memiliki kemungkinan kecil menjadi target serangan jika perang dunia pecah.
8. Argentina
Argentina dinilai memiliki peluang bertahan yang cukup baik ketika terjadi krisis global, terutama karena kekuatan sektor pertaniannya. Negara ini merupakan salah satu produsen pangan besar di dunia dan memiliki lahan pertanian yang sangat luas. Dalam situasi konflik global yang berpotensi mengganggu distribusi makanan, ketersediaan sumber pangan domestik menjadi faktor penting untuk mempertahankan keberlangsungan hidup masyarakat.
9. Bhutan
Bhutan adalah negara kecil di kawasan Asia Selatan yang memiliki kebijakan luar negeri netral. Posisinya yang 'terkurung' di wilayah pegunungan membuat negara ini cukup sulit dijangkau secara militer.
10. Chile
Chile merupakan negara yang memiliki wilayah sangat panjang di sepanjang pesisir barat Amerika Selatan. Negara ini memiliki sumber daya alam yang melimpah serta sistem infrastruktur yang cukup maju. Selain itu, sektor pertanian dan perikanan Chile juga cukup kuat sehingga dinilai dapat membantu menopang kebutuhan pangan jika terjadi krisis global.
Faktor lain yang dianggap memberi 'perlindungan' tambahan bagi Chile adalah bentang alamnya. Diketahui, negara ini dipisahkan Pegunungan Andes dan Samudra Pasifik sehingga 'terisolasi' dari zona-zona konflik.
11. Fiji
Fiji adalah negara kepulauan di Samudra Pasifik yang relatif terpencil dari pusat konflik global. Negara ini memiliki berbagai sumber daya alam seperti hasil laut, hutan, serta potensi pertanian membuat Fiji mandiri sehingga lebih 'tahan banting'.
Lokasi Fiji yang jauh dari sebagian besar titik rawan geopolitik pun turut menyumbang keamanan. Kombinasi sumber daya alam dan strategi militer yang kurang jelas mendapuk Fiji jadi negara nomor wahid dalam Indeks Perdamaian Global.
12. Afrika Selatan
Afrika Selatan melengkapi daftar negara yang dianggap relatif aman dalam skenario perang dunia. Pasalnya, negara ini memiliki tanah yang subur, sumber daya alam yang melimpah, serta infrastruktur yang cukup berkembang. Selain itu, kemampuan produksi pangan domestik yang kuat dinilai dapat membantu masyarakat bertahan jika terjadi gangguan besar pada sistem ekonomi global.
Demikianlah penjelasan mengenai 12 negara yang dianggap aman ketika perang dunia pecah, termasuk Indonesia. Semoga menambah wawasan detikers, ya!
Artikel ini ditulis oleh Khofifah Azzahro peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom
(num/num)
