Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei, atau Mojtaba Khamenei, putra kedua mendiang Ayatollah Ali Khamenei, resmi dipilih oleh Majelis Pakar Iran sebagai pemimpin tertinggi yang baru. Keputusan itu disebut direpons tidak senang oleh Presiden Amerika Serikat (As), Donald Trump.
Dikutip dari detiNews, Trump dilaporkan 'tidak senang' dengan pemimpin tertinggi Iran yang baru itu. Informasi ini disampaikan oleh pembawa acara Fox News, Brian Kilmeade.
Berdasarkan Al Jazeera, Senin (9/3/2026), Kilmeade mengatakan bahwa Trump menyampaikan "Saya tidak senang" terhadap pemimpin baru Iran tersebut. Namun, Trump sendiri belum berkomentar secara terbuka mengenai pemilihan tersebut.
Sebagaimana diketahui, Majelis Pakar Iran yang beranggotakan 88 ulama senior telah memilih Mojtaba, seorang ulama berusia 56 tahun, sebagai penerus mendiang ayahnya.
Salah satu anggota Majelis Pakar Iran, Mohsen Heidari Alekasir, mengatakan dalam sebuah video pada Minggu (8/3) bahwa pemilihan pemimpin tertinggi Iran tersebut sesuai dengan arahan mendiang Khamenei. Menurutnya, Khamenei berpesan bahwa pemimpin tertinggi Iran haruslah "dibenci oleh musuh".
"Bahkan Setan Besar telah menyebut namanya," ucap Alekasir dalam pernyataan yang disampaikan beberapa hari setelah Trump menyebut Mojtaba merupakan pilihan yang "tidak dapat diterima" baginya.
Untuk diketahui, Mojtaba adalah seorang senior yang dekat dengan pasukan keamanan Iran dan kerajaan bisnis besar yang mereka kendalikan. Dia keras dan menentang reformis yang berupaya menjalin hubungan dengan Barat, dalam upaya mereka untuk mengekang program nuklir Iran.
Mojtaba juga dekat dengan Garda Revolusi Iran (IRGC), sehingga membuatnya memiliki pengaruh di seluruh aparatur politik dan keamanan Iran. Menurut sumber yang memahami latar belakangnya, Mojtaba juga telah membangun pengaruh di balik layar sebagai "penjaga gerbang" ayahnya.
Mojtaba kini memegang hak untuk mengambil keputusan akhir dalam urusan negara. Adapun kebijakan tersebut termasuk kebijakan luar negeri dan program nuklir Iran.
Simak Video "Video Trump Tak Senang Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran"
(par/apu)