5 Nama Lain Alkohol dalam Skincare, Perhatikan yang Aman dan Berbahaya

5 Nama Lain Alkohol dalam Skincare, Perhatikan yang Aman dan Berbahaya

Anindya Milagsita - detikJateng
Minggu, 08 Mar 2026 10:24 WIB
Skincare
Skincare. (Foto: freepik/Freepik)
Solo -

Dalam produk perawatan kulit atau skincare yang digunakan sehari-hari ternyata beberapa di antaranya ada yang mengandung alkohol. Kendati begitu, ada beberapa alkohol yang memberikan manfaat bagi kulit, tapi terdapat juga yang justru cukup berbahaya. Apa sajakah itu?

Sebenarnya apa sih alkohol dalam skincare? Menurut laman Graes, alkohol pada perawatan kulit adalah kelompok kimia yang di dalamnya terdapat banyak senyawa berbeda yang termasuk dalam alkohol itu sendiri. Biasanya pemberian bahan alkohol dalam skincare dimaksudkan untuk tujuan tertentu.

Sebut saja untuk membantu produk agar cepat kering saat diaplikasikan, ada juga yang memperbaiki teksturnya. Tidak jarang, terdapat jenis alkohol yang mampu berperan sebagai pelembab bagi kulit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski terkadang orang-orang cukup menghindari skincare dengan kandungan alkohol, tapi tidak semuanya berbahaya bagi kulit. Namun demikian, beberapa jenis kulit memang perlu kehati-hatian dalam penggunaannya, sehingga nama lain alkohol dalam skincare perlu diketahui oleh orang-orang yang menggunakan produk perawatan tertentu.

Poin Utamanya:

ADVERTISEMENT
  • Alkohol lemak seperti cetyl, stearyl, dan cetearyl alkohol justru berfungsi sebagai pembap dan penstabil formula, sehingga aman dan bermanfaat untuk kulit.
  • Etanol dan isopropil alkohol termasuk alkohol pengering yang bisa mengurangi minyak alami kulit, memicu iritasi, kemerahan, hingga merusak pelindung kulit, termasuk pada kulit sensitif.
  • Penting memahami kandungan pada kemasan skincare agar bisa menyesuaikan dengan kondisi kulit dan menghindari efek samping yang tidak diinginkan.

5 Nama Lain Alkohol dalam Skincare

Pada label kemasan produk skincare biasanya tercantum beberapa nama lain alkohol yang mesti dipahami oleh penggunanya. Dihimpun dari laman Everyday Health dan buku 'The Natural Beauty Solution' tulisan Ade Aprilia, berikut pilihannya.

1. Cetyl

Nama lain alkohol dalam skincare yang pertama dibuka dengan cetyl atau yang juga disebut sebagai lanonin, alcohol, cetearyl, sampai stearyl. Alkohol yang satu ini berjenis lemak yang ternyata memiliki manfaat dalam perawatan kulit maupun tubuh secara menyeluruh. Cetyl termasuk alkohol lemak yang mana berfungsi sebagai pencegah minyak dan cairan produk terpisah.

Kemudian cetyl sering kali ditemukan pada pelembap, riasan mata, pembersih, foundation, sampai kondisioner untuk rambut. Dalam formulasinya, cetyl berfungsi untuk melembapkan. Tak heran, cetyl termasuk jenis alkohol dalam perawatan kulit yang berbeda dibandingkan jenis lainnya.

Ciri khas dari stearyl ini adalah memiliki warna putih dan beraroma yang cukup samar. Pada jenis alkohol ini memiliki efek samping pada kulit yang membuat permukaannya akan terasa lebih halus dan juga lembut.

2. Benzil Alkohol

Selain alkohol lemak, ada juga alkohol yang ternyata diramu dari bahan-bahan alami. Sebut saja buah-buahan hingga teh yang melibatkan proses khusus. Alkohol ini disebut sebagai benzil alkohol. Berbeda dengan cetyl yang melembapkan, benzil alkohol termasuk alkohol aromatik. Sebab, alkohol jenis ini banyak ditambahkan dalam beberapa produk kecantikan yang dikenal punya aroma cukup harum.

Beberapa produk skincare atau bodycare yang terkadang diberi tambahan benzil alkohol adalah sabun atau produk perawatan rambut. Kemudian produk seperti pembersih atau kosmetik juga sesekali mencantumkan benzil alkohol dalam label kemasannya.

3. Metanol

Beberapa di antara kamu mungkin tidak asing lagi dengan metanol. Namun, metanol yang dimaksud di sini bukan bahan bakar yang selama ini kita bayangkan. Sebaliknya, ini adalah jenis alkohol dalam skincare yang punya nama lain sebagai metil alkohol.

Berbeda dengan jenis alkohol sebelumnya, metil alkohol telah mengalami proses denaturasi. Istilah ini mengacu pada kondisi keadaan protein terurai menjadi struktur primernya. Metil alkohol kerap dijumpai pada produk-produk pembersih tubuh yang biasa digunakan saat mandi.

4. Isopropil Alkohol

Sementara itu, ada juga ada alkohol yang disebut sebagai isopropil alkohol. Beberapa orang mungkin lebih familiar dengan nama alkohol gosok. Biasanya jenis alkohol ini umum dijumpai pada produk-produk rumah tangga yang digunakan sebagai pembersih.

Menariknya, isopropil alkohol juga digunakan sebagai bahan tambahan dalam produk-produk perawatan tubuh. Entah itu digunakan pada kulit, rambut, atau kuku sekali pun. Lain halnya untuk kebutuhan rumah tangga, isopropil alkohol dalam kecantikan memiliki fungsi yang jauh berbeda. Bisa sebagai pelarut, zat antibusa, bahkan zat pengencang.

5. Etil Alkohol

Etil alkohol atau disebut juga dengan nama etanol merupakan alkohol biji-bijian. Sama halnya dengan metanol, etil alkohol atau etanol juga telah mengalami proses denaturasi. Biasanya etanol digunakan untuk mengencerkan.

Tak heran, beberapa orang mungkin akan merasakan efek samping secara langsung saat menggunakan produk skincare berbahan etanol ini. Misalnya saja pada kulit sensitif yang mungkin saja akan merasakan sensasi panas saat terpapar oleh etanol ini.

Namun, saat jenis alkohol ini diberi label emollient, maka tidak lagi berperan sebagai pengencer. Melainkan moisturizer atau pelembap yang dirasa aman untuk kulit.

Manakah Alkohol yang Berbahaya untuk Kulit?

Beberapa jenis alkohol mungkin saja memberikan manfaat bagi kulit. Namun demikian, ada juga jenis kulit tertentu yang mesti menghindari penggunaan produk skincare berbahan alkohol. Seperti yang disebutkan sebelumnya, ada jenis alkohol tertentu yang memberikan efek samping seperti sensasi panas saat digunakan oleh pemilik kulit sensitif.

Seperti halnya dijelaskan dalam laman Cocokind, jenis alkohol yang perlu dihindari adalah yang mampu bertindak sebagai pengering. Alkohol ini perlu dihindari oleh pemilik kulit yang cukup sensitif dan gampang iritasi. Sebab, alkohol pengering bisa saja mengurangi minyak yang sebenarnya tetap dibutuhkan oleh permukaan kulit.

Bukan hanya itu saja, alkohol pengering juga biasanya dirasakan efeknya secara langsung. Entah itu memicu kulit menjadi lebih kering, mudah berjerawat, hingga iritasi. Dua di antara jenis alkohol pengering adalah etanol dan isopropil alkohol.

Sementara itu, masih mengacu pada laman Graes, jenis alkohol dalam skincare yang dapat memberikan risiko tertentu adalah alkohol yang telah mengalami denaturasi. Ini dikarenakan dalam penggunaannya untuk jenis kulit tertentu justru bisa membuatnya menjadi semakin kering, terasa perih, hingga memicu kemerahan.

Bahkan dalam kondisi tertentu alkohol terdenaturasi juga bisa merusak lapisan pelindung kulit. Sebaliknya, alkohol lemak menjadi salah satu yang justru memberikan efek samping jauh berbeda. Seperti namanya, alkohol lemak dapat menghidrasi kulit yang menjadikannya semakin lembap dan lembut.

Untuk memastikan bahan alkohol di dalam produk skincare berpotensi bahaya atau tidak, cobalah berkonsultasi pada ahli kecantikan. Terutama mereka yang profesional dalam menangani masalah kulit dan memiliki lisensi.

Itulah tadi mengenai nama-nama lain alkohol dalam skincare beserta alkohol yang sebaiknya dihindari. Semoga bermanfaat!

FAQ

Bagaimana cara mengetahui alkohol dalam skincare aman untuk kulit?

Periksa urutan komposisi pada label (daftar kandungan bahan). Jika alkohol pengering berada di urutan atas, artinya kadarnya cukup tinggi. Untuk kulit sensitif, sebaiknya konsultasikan dengan ahli kecantikan atau dermatolog sebelum menggunakan produk berbahan alkohol tertentu.

Alkohol mana yang bisa membuat kulit kering atau iritasi?

Jenis alkohol yang berpotensi membuat kulit kering adalah etanol dan isopropil alkohol, terutama jika kadarnya tinggi. Alkohol jenis ini bisa mengurangi minyak alami kulit sehingga memicu rasa perih, kering, atau kemerahan pada kulit sensitif.

Apakah semua alkohol dalam skincare berbahaya?

Tidak semua alkohol berbahaya. Alkohol lemak seperti cetyl dan stearyl justru berfungsi sebagai pelembap dan membantu menjaga tekstur produk tetap stabil.




(sto/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads