Makam Apung Syeh Mudzakir Demak Rusak Usai Terhantam Kapal Tongkang

Makam Apung Syeh Mudzakir Demak Rusak Usai Terhantam Kapal Tongkang

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Sabtu, 07 Mar 2026 14:10 WIB
Terdapat sebuah kompleks makam yang terlihat terapung dikelilingi air laut di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Makam tersebut adalah makam Syekh Mudzakir, berada di Dukuh Tambaksari, Kecamatan Sayung.
Makam Syeh Mudzakir di Demak./ detikJateng
Demak -

Kapal tongkang sepanjang 75 meter hanyut di perairan Pantai Utara (Pantura) dan menghantam Dukuh Tambaksari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak yang terletak di tengah laut pada Jumat (6/3) malam. Sejumlah fasilitas umum dan sebuah rumah warga dilaporkan rusak, termasuk Makam Apung Syeh Mudzakir.

Hal tersebut dikatakan oleh Kasat Polairud Polres Demak, Iptu Bambang Suhartoyo. Menurutnya, beberapa aset Makam Terapung Syekh Mudzakir dan jalur cor di permukiman itu rusak.

"Sangat memprihatinkan karena tongkang sebesar itu telah menghantam gapura makam, kemudian membentur dinding tembok makam. Terus jalur-jalur jalan yang terdiri dari konstruksi cor itu pun juga terpecahkan dari hempasan kapal tongkang tersebut, " kata Bambang kepada detikJateng di Jembatan Penyeberangan Ojek Kapal Morosari, Kecamatan Sayung, Sabtu (7/3/2026) siang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain di area Makam Syekh Mudzakir, menurut Bambang, ada sebuah rumah yang rusak karena dihantam tongkang. Menurutnya, rumah itu sudah tidak bisa dihuni.

"Lalu ada satu rumah yang hampir roboh. Saya lakukan pengecekan langsung kepada pemilik, suami dan istri, rumah tersebut sudah tidak bisa dihuni dan ada pendingin kulkas dan ada almari itu pecah berantakan semua," tutur Bambang.

ADVERTISEMENT

Bambang menceritakan tongkang tanpa muatan itu mulanya berangkat dari wilayah Tegal dan hendak menuju ke Kalimantan.

"Dari wilayah Tegal yang tujuan akan sampai di Kalimantan, tidak bermuatan," ucap Bambang.

Bambang mengungkapkan kapal itu hendak bersandar terlebih dahulu di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Namun, saat mencari tempat aman, tali penghubung tongkang dengan thug boat terputus.

"Sebenarnya akan bersandar di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang bersama thug boat yang semula diyakini di Tanjung Mas itu aman. Nah, tiba-tiba mau mencari tempat aman, talinya sling atau apa itu putus," ujar Bambang.

"Terus dikejar oleh kapal pengangkutnya itu tidak sampai dapat dikendalikan lagi. Akhirnya terus kandas di perairan Monosari, Sayung. Sekitar (pukul 18.30 WIB) itu sudah terombang-ambing dan akhirnya terdampar di situ" imbuhnya.

Bambang belum bisa memastikan kapan tongkang itu bakal dievakuasi. Pihaknya kini tengah berkoordinasi dengan manajemen agen pengiriman kapal.

"Kita koordinasi dengan manajemen agen yang meminta pengiriman kapal. Nanti kita tunggu, kita akan lakukan dialog dan langkah-langkah yang terbaik untuk adanya recovery daripada korban yang mengungsi," ucap Bambang.

"Rumahnya yang terdampak dan beberapa jembatan yang menuju ke lokasi makam itu ada kerugian. Nanti kita akan bahas dan sampaikan semoga ada titik temu yang terbaik kepada semua pihak," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, satu unit kapal diduga tongkang terlepas di perairan Pantai Utara (Pantura) wilayah Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak pada Jumat (6/3) malam. Sebuah jembatan di Dusun Tambaksari yang berada di tengah perairan tersebut rusak dihantam kapal itu.

"Sekilas infonya begitu (ada kapal menghantam jembatan di Dukuh Tambaksari). Kapal tongkang," kata Camat Sayung, Sukarman, saat dimintai konfirmasi detikJateng, Jumat (6/3) malam.

Terpisah, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bedono, Muham Faiz mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB tadi. Akibatnya, jembatan menuju Makam Syekh Mudzakir rusak.

"Benar ada kapal yang menimpa jembatan menuju Makam Waliyullah Simbah Mudzakir," kata Faiz saat dihubungi detikJateng.



(par/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads