- Niat Sholat Nisfu Syaban Niat Sholat Nisfu Syaban Sendiri Niat Sholat Nisfu Syaban Berjamaah Sebagai Imam Niat Sholat Nisfu Syaban Berjamaah Sebagai Makmum
- Cara Mengerjakan Sholat Nisfu Syaban
- Batas Waktu Sholat Nisfu Syaban
- FAQ tentang Sholat Nisfu Syaban 1. Bagaimana hukum sholat Nisfu Syaban? 2. Sampai kapan waktu sholat Nisfu Syaban? 3. Berapa rakaat sholat Nisfu Syaban?
Sholat Nisfu Syaban merupakan amalan yang dikerjakan ketika malam Nisfu Syaban telah dimulai. Sejatinya, hukum mengerjakan sholat Nisfu Syaban masih diperdebatkan para ulama.
Dirujuk dari buku Malam Nishfu Sya'ban tulisan Hanif Luthfi Lc MA, salah satu ulama yang mengingkari pelaksanaan sholat Nisfu Syaban adalah Imam an-Nawawi. Sementara itu, ulama yang menganggap amalan ini sunnah adalah Imam al-Ghazali dan Syaikh Abdul Qadir al-Jilani.
Bagi detikers yang memilih mengerjakan sholat Nisfu Syaban, niat, tata cara, maupun batas waktunya mesti dipahami terlebih dahulu. Yuk, simak pembahasan ringkasnya via uraian berikut!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Poin Utamanya:
- Hukum sholat Nisfu Syaban masih diperselisihkan ulama.
- Menurut Imam al-Ghazali, sholat Nisfu Syaban dikerjakan 100 rakaat. Tiap rakaat diisi surat al-Fatihah dan 11 kali surat al-Ikhlas. Dapat pula didirikan 10 rakaat, dengan membaca surat al-Fatihah dan 100 kali surat al-Ikhlas.
- Batas waktu sholat Nisfu Syaban adalah sebelum subuh.
Niat Sholat Nisfu Syaban
Diambil dari laman resmi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), niat sholat Nisfu Syaban yang dikerjakan sendiri dan berjamaah berbeda. Ini rinciannya bagi detikers yang mengikuti pendapat sunnahnya melafalkan niat:
Niat Sholat Nisfu Syaban Sendiri
أصَلَّى سُنْةَ نِصْفِ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ
Arab Latin: Ushallī sunnata nisfi Sya'bāna rak'ataini lillāhi ta'ālā, Allāhu akbar.
Artinya: "Saya berniat sholat sunnah Nisfu Syaban dua rakaat karena Allah Taala."
Niat Sholat Nisfu Syaban Berjamaah Sebagai Imam
أَصَلَّى سُنْةَ بَصْفِ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ
Arab Latin: Ushallī sunnata nisfi Sya'bāna rak'ataini imāman lillāhi ta'ālā, Allāhu akbar.
Artinya: "Aku berniat sholat sunnah Nisfu Syaban dua rakaat sebagai imam karena Allah Taala."
Niat Sholat Nisfu Syaban Berjamaah Sebagai Makmum
أَصَلَّى سُنَّةَ نِصْفِ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ
Arab Latin: Ushallī sunnata nisfi Sya'bāna rak'ataini ma'mūman lillāhi ta'ālā, Allāhu akbar.
Artinya: "Aku berniat sholat sunnah Nisfu Syaban dua rakaat sebagai makmum karena Allah Taala."
Cara Mengerjakan Sholat Nisfu Syaban
Tata cara sholat Nisfu Syaban dituliskan Imam al-Ghazali dalam kitabnya, Ihya Ulumiddin. Begini kutipan penjelasan sang imam:
وأما صلاة شعبان فليلة الخامس عشر منه يصلي مائة ركعة كل ركعتين بتسليمة يقرأ في كل ركعة بعد الفاتحة قل هو الله أحد إحدى عشرة مرة وإن شاء صلى عشر ركعات يقرأ في كل ركعة بعد الفاتحة مائة مرة قل هو الله أحد فهذا أيضاً مروي في جملة الصلوات كان السلف يصلون هذه الصلاة ويسمونها صلاة الخير ويجتمعون فيها وربما صلوها جماعة
Artinya: "Adapun sholat sunah Syaban adalah malam kelima belas bulan Syaban. Dilaksanakan sebanyak seratus rakaat. Setiap dua rakaat satu salam. Setiap rakaat setelah Al-Fatihah membaca Qulhuwallahu ahad sebanyak 11 kali. Jika mau, seseorang dapat sholat sebanyak 10 rakaat. Setiap rakaat setelah Al-Fatihah Qulhuwallahu ahad 100 kali. Ini juga diriwayatkan dalam sejumlah sholat yang dilakukan orang-orang salaf dan mereka sebut sebagai sholat khair. Mereka berkumpul untuk menunaikannya. Mungkin mereka menunaikannya secara berjamaah. (Ihya 'Ulumiddin, hal 203)
Guna memudahkan, begini tata caranya dalam bentuk poin-poin:
- Berniat.
- Takbiratul ihram.
- Membaca doa Iftitah.
- Membaca surat al-Fatihah.
- Membaca surat al-Ikhlas 11 kali. Bila mengerjakan sebanyak 10 rakaat saja, maka al-Ikhlas-nya dibaca 100 kali.
- Rukuk.
- Iktidal.
- Sujud.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kembali.
- Bangkit ke rakaat kedua. Lakukan seperti rakaat pertama.
- Duduk tahiyat.
- Salam.
- Kerjakan lagi sholat 2 rakaat ini sampai genap 100 rakaat. Dapat pula hanya mengerjakan 10 rakaat, tetapi tiap rakaatnya diisi al-Ikhlas 100 kali.
Terakhir, sholat Nisfu Syaban ditutup dengan membaca doa:
اَللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ "يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ" وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ
Arab Latin: Allâhumma yâ dzal manni wa lâ yumannu 'alaik, yâ dzal jalâli wal ikrâm, yâ dzat thawli wal in'âm, lâ ilâha illâ anta zhahral lâjîn wa jâral mustajîrîn wa ma'manal khâ'ifîn. Allâhumma in kunta katabtanî 'indaka fî ummil kitâbi syaqiyyan aw mahrûman aw muqtarran 'alayya fir rizqi, famhullâhumma fî ummil kitâbi syaqâwatî wa hirmânî waqtitâra rizqî, waktubnî 'indaka sa'îdan marzûqan muwaffaqan lil khairât. Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fî kitâbikal munzal 'alâ lisâni nabiyyikal mursal, "yamhullâhu mâ yasyâ'u wa yutsbitu, wa 'indahû ummul kitâb" wa shallallâhu 'alâ sayyidinâ muhammad wa alâ âlihî wa shahbihî wa sallama, walhamdu lillâhi rabbil 'alamîn.
Artinya: "Wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata-sementara perkataan-Mu adalah benar-di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, 'Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.' Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT."
Batas Waktu Sholat Nisfu Syaban
Kembali dilihat dari laman resmi Baznas, sholat Nisfu Syaban dikerjakan setelah sholat Isya hingga sebelum waktu subuh tiba. Dengan demikian, waktunya terentang dari Senin malam, 2 Februari 2026 hingga sebelum fajar menyingsing pada Selasa, 3 Februari 2026.
Waktu lain disebutkan laman resmi MTS Serba Bakti Suryalaya. Dijelaskan bahwa sholat Nisfu Syaban dapat mulai dikerjakan setelah sholat sunnah Ba'diyah Maghrib, kemudian dilanjut setelah sholat Isya. Wallahu a'lam bish-shawab.
Ada pula yang menyarankan sholat Nisfu Syaban dikerjakan mulai tengah malam hingga sepertiga malam terakhir. Sebagaimana detikers ketahui, momen-momen itu terasa hening sehingga pelaksanaan sholat lebih khusyuk.
Wallahu a'lam bish-shawab.
Demikian penjelasan ringkas mengenai batas waktu sholat Nisfu Syaban, lengkap dengan niat dan tata caranya. Semoga menjawab pertanyaan detikers, ya!
FAQ tentang Sholat Nisfu Syaban
1. Bagaimana hukum sholat Nisfu Syaban?
Ada ulama yang menganggap sholat ini sunnah, seperti Imam al-Ghazali dan Syaikh Abdul Qadir al-Jilani. Ada juga ulama yang membid'ahkannya, seperti Imam an-Nawawi.
2. Sampai kapan waktu sholat Nisfu Syaban?
Rentang waktu pengerjaannya adalah sejak malam Nisfu Syaban dimulai hingga sebelum subuh. Ada yang menyebut sholat ini dimulai setelah sholat Maghrib, sholat Isya, maupun pertengahan malam.
3. Berapa rakaat sholat Nisfu Syaban?
Imam al-Ghazali menyebut sholat Nisfu Syaban dikerjakan sebanyak 100 rakaat. Setiap rakaat membaca al-Fatihah dan 11 kali surat al-Ikhlas. Bisa juga dikerjakan 10 rakaat, dengan membaca al-Fatihah plus 100 kali surat al-Ikhlas tiap rakaatnya.
