Profil 3 Calon Deputi Gubernur BI, Ada Keponakan Presiden Prabowo

Profil 3 Calon Deputi Gubernur BI, Ada Keponakan Presiden Prabowo

Ulvia Nur Azizah - detikJateng
Rabu, 21 Jan 2026 12:31 WIB
Thomas Djiwandono melambaikan tangan saat bersiap untuk dilantik menjadi Wakil Menteri Keuangan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/7/2024). Presiden Joko Widodo melantik tiga wakil menteri yakni Thomas Djiwandono menjadi Wakil Menteri Keuangan, Sudaryono menjadi Wakil Menteri Pertanian, dan Yuliot Tanjung menjadi Wakil Menteri Investasi. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww.
Thomas Djiwandono. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Solo -

Kursi jabatan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) akan segera berganti pemilik. Tiga nama besar kini resmi masuk dalam bursa calon pemimpin baru. Presiden Prabowo Subianto telah menyetorkan nama-nama tersebut kepada pihak DPR RI. Sosok calon yang muncul memiliki latar belakang karier yang sangat beragam. Kabar ini tentu menarik perhatian seluruh pelaku pasar dan juga detikers.

Dilansir detikFinance, nama Thomas Djiwandono menjadi salah satu sosok paling menonjol dalam daftar. Ia bersaing dengan dua pejabat senior internal Bank Indonesia saat ini. Dicky Kartikoyono dan Solikin M. Juhro turut menjadi kandidat kuat tersebut. Ketiganya akan segera menjalani uji kelayakan dan kepatutan dalam waktu dekat. Kompetensi mereka dalam menjaga stabilitas moneter akan diuji secara mendalam.

Ingin tahu lebih dalam mengenai rekam jejak dan harta kekayaan mereka? Simak profil lengkap ketiga calon Deputi Gubernur BI di bawah ini, detikers!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Poin utamanya:

  • Terdapat tiga kandidat calon Deputi Gubernur BI, yaitu Thomas Djiwandono (Wamenkeu), Dicky Kartikoyono (Asisten Gubernur BI), dan Solikin M. Juhro (Kepala Departemen BI).
  • Surpres telah masuk DPR dan jadwal fit and proper test segera disusun.
  • Thomas Djiwandono tercatat memiliki total aset tertinggi mencapai Rp 74,4 miliar.

ADVERTISEMENT

Profil 3 Calon Deputi Gubernur BI

Mari kita simak profil singkat dari masing-masing calon Deputi Gubernur BI berikut ini, mulai dari Dicky Kartikoyono, Solikin M Juhro, dan Thomas Djiwandono.

1. Dicky Kartikoyono

Dicky Kartikoyono lahir di Jakarta pada tahun 1967 silam. Saat ini, ia mengemban amanah sebagai Asisten Gubernur Bank Indonesia. Ia juga menjabat Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran sejak tahun 2023. Dilansir laman resmI Bank Indoensia, karier profesionalnya di bank sentral bermula pada tahun 1995 yang lalu. Pengalaman panjangnya mencakup penugasan strategis baik di dalam maupun luar negeri.

Latar Belakang Pendidikan Ekonomi dan Manajemen

Pendidikan sarjana ia selesaikan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YAI. Ia mengambil Bidang Akuntansi dan berhasil lulus pada tahun 1994. Dicky kemudian melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi di Amerika Serikat. Ia menempuh pendidikan di George Washington University untuk memperdalam disiplin ilmu. Gelar Master di Bidang Project Management berhasil ia raih tahun 1999.

Rekam Jejak Penugasan Internasional dan Strategis

Melansir laman resmi BI, Dicky memiliki pengalaman kepemimpinan yang sangat luas. Ia pernah bertugas sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia di London, Inggris. Masa jabatannya di London berlangsung selama periode tahun 2020 sampai 2022. Di sana, ia mengemban posisi setingkat Direktur Eksekutif pada kantor perwakilan.

Setelah kembali ke tanah air, ia dipercaya memegang posisi internal penting. Dicky menjabat sebagai Kepala Departemen Manajemen Strategis dan Tata Kelola. Jabatan tersebut ia jalankan selama satu tahun pada periode 2022-2023.

Peran dalam Transformasi Sistem Pembayaran

Sebagai Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran, ia memiliki tanggung jawab besar. Perannya mencakup perumusan kebijakan yang mendukung kelancaran sistem pembayaran di Indonesia. Fokus utamanya berkaitan erat dengan efisiensi dan keamanan transaksi keuangan masyarakat.

2. Solikin Munajat Juhro

Solikin M. Juhro lahir di Surabaya pada 10 Oktober 1967. Ia dikenal sebagai sosok yang sangat matang dalam dunia riset perbankan. Saat ini, Solikin mengemban amanah sebagai Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial. Jabatan strategis di Bank Indonesia (BI) tersebut ia pegang sejak 2023. Karier panjangnya di bank sentral telah dimulai sejak tahun 1994 silam.

Latar Belakang Pendidikan dan Prestasi Akademik

Pendidikan sarjana ia selesaikan di Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan Universitas Airlangga. Dilansir laman resmi UNAIR, ia merupakan salah satu dari tiga lulusan terbaik. Semasa kuliah, ia aktif menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa IESP angkatan 1986. Ia juga tercatat sebagai penerima beasiswa Supersemar dan beasiswa konsorsium Pertamina. Sebelum di BI, ia sempat menjadi staf pengajar di FEB Universitas Surabaya.

Solikin melanjutkan pendidikan tinggi ke jenjang internasional di Amerika Serikat secara berturut-turut. Ia meraih gelar Master of Applied Economics dari University of Michigan (1998). Gelar Master bidang Economics juga diperoleh dari Maryland University pada tahun 2001. Pendidikan tertingginya adalah Doktor bidang Ekonomi Moneter dari Universitas Indonesia yang lulus tahun 2005. Gelar akademik ini menunjang spesialisasi riset serta perumusan kebijakan perbankan yang dijalankannya.

Rekam Jejak Organisasi dan Profesional

Di luar Bank Indonesia, ia menjabat sebagai Sekretaris Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia. Perannya di BI Institute mencakup pengelolaan program pembelajaran dan riset berskala internasional. Lembaga yang ia pimpin tersebut telah mengantongi sertifikasi ISO 9001:2015 dan akreditasi CLIP. Pengalaman organisasinya dimulai sejak mahasiswa melalui Badan Perwakilan Mahasiswa serta UKM Sepak Bola.

Dalam menjalankan tugas, ia berpedoman pada prinsip profesionalitas, integritas, dan niat ibadah. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara hard skill keilmuan dengan kemampuan soft skill. Hal ini ia sampaikan melalui pesan agar mahasiswa menyiapkan bekal transformasi digital.

Kini, ayah dua anak ini masuk dalam daftar kandidat Deputi Gubernur BI. Seluruh perjalanannya didasarkan pada pengembangan kapasitas diri guna menghadapi tantangan ekonomi masa depan.

3. Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono

Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972. Sosok yang akrab disapa Tommy ini tumbuh dalam keluarga beRp endidikan tinggi. Ia merupakan putra pertama pasangan Soedradjad Djiwandono dan Biantiningsih Miderawati. Ayahnya adalah mantan Gubernur Bank Indonesia yang sangat berpengaruh pada masanya.

Garis Keturunan Keluarga Djojohadikusumo

Tommy memiliki hubungan kekerabatan yang sangat kuat dengan tokoh nasional. Dikutip dari buku Prabowo dari Cijantung Bergerak ke Istana karya Femi Adi Soempeno, ibunya merupakan kakak kandung Prabowo Subianto. Hal ini menjadikan Tommy sebagai keponakan kandung dari Presiden Republik Indonesia. Ia juga merupakan keponakan dari Maryani Le Maistre dan Hashim Djojohadikusumo.

Selain itu, Tommy adalah cicit dari RM Margono Djojohadikusumo. Margono merupakan tokoh legendaris yang mendirikan Bank Negara Indonesia (BNI) 46. Laman resmi Gerindra menyebut Tommy mencoba memadukan karier di bidang ekonomi. Ia kini mengikuti jejak keluarga besarnya dalam mengabdi pada negara.

Latar Belakang Pendidikan dan Karier

Pendidikan tinggi Tommy ditempuh di Amerika Serikat pada bidang sejarah. Ia meraih gelar Master dari Johns Hopkins University bidang ekonomi internasional. Karier awalnya dimulai dengan menjadi wartawan magang di Majalah Tempo. Tommy juga pernah bekerja sebagai analisis keuangan di bursa Hong Kong.

Pada 2006, Tommy menjabat Deputy CEO Arsari Group milik pamannya, Hashim. Di politik, ia mengemban amanah sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra. Tommy bertanggung jawab penuh atas pengendalian keuangan partai bentukan Prabowo Subianto. Kinerjanya membawa Gerindra mendapat penghargaan sebagai partai politik paling transparan.

Harta Kekayaan 3 Calon Deputi Gubernur BI

Setelah melihat profilnya, sekarang mari kita cermati harta kekayaan yang dilaporkan oleh masing-masing calon Deputi Gubernur BI dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periode 2024.

1. Harta Kekayaan Dicky Kartikoyono

Dicky Kartikoyono memiliki total kekayaan bersih senilai Rp 8.397.804.023 menurut laporan LHKPN 2024. Aset tanah dan bangunannya berada di Tangerang Selatan serta Bandung senilai Rp 6,7 miliar.

Koleksi kendaraannya meliputi mobil BMW tahun 2018 serta motor Honda Beat dan Vespa. Ia tercatat tidak memiliki aset berupa surat berharga dalam laporan tersebut. Dicky memiliki kas sebesar Rp 781 juta dan beban hutang senilai Rp 347 juta.

2. Harta Kekayaan Solikin Moenadjat Juhro

Solikin Juhro melaporkan total harta kekayaan bersih sebesar Rp 19.893.168.027 pada Maret 2025. Ia memiliki aset properti yang tersebar di Jakarta, Bogor, dan Tangerang senilai Rp 13 miliar.

Untuk transportasi, ia memiliki Toyota Alphard dan Fortuner dengan nilai total Rp 651 juta. Ia juga menyimpan harta bergerak lain Rp 2,5 miliar dan kas Rp 2,1 miliar. Solikin tercatat memiliki hutang sebesar Rp 165 juta yang menjadi pengurang total hartanya.

3. Harta Kekayaan Thomas Djiwandono

Berdasarkan laporan tanggal 23 Januari 2025, Thomas Djiwandono memiliki total kekayaan sebesar Rp 74.497.761.234. Aset terbesarnya berupa tanah dan bangunan di Jakarta Selatan senilai Rp 40,5 miliar.

Ia juga mengoleksi tiga mobil mewah, termasuk Lexus keluaran 2024 senilai Rp 2,3 miliar. Selain itu, ia memiliki surat berharga senilai Rp 13 miliar dan kas Rp 14,8 miliar. Thomas tercatat tidak memiliki utang dalam laporan kekayaan periodik tersebut.

Demikian penjelasan mengenai profil 3 calon Deputi Gubernur BI yang akan segera menjalani fit and proper test oleh DPR RI. Semoga bermanfaat!

FAQ tentang Sosok Calon Deputi Gubernur BI

1. Siapa saja tiga nama calon Deputi Gubernur BI yang diusulkan ke DPR?

Berdasarkan Surat Presiden (Surpres) yang dibicarakan di Bamus DPR pada 19 Januari 2026, tiga nama yang diusulkan adalah Thomas Djiwandono, Dicky Kartikoyono, dan Solikin M. Juhro. Ketiganya dianggap memiliki kompetensi tinggi untuk mengisi jabatan strategis di bank sentral. Thomas merupakan unsur profesional dari kementerian, sementara Dicky dan Solikin berasal dari internal Bank Indonesia.

2. Berapa total harta kekayaan para calon Deputi Gubernur BI?

Berdasarkan data LHKPN terbaru, Thomas Djiwandono memiliki kekayaan sekitar Rp 74,4 miliar. Solikin M. Juhro melaporkan total harta kekayaan bersih sebesar Rp 19,8 miliar. Sementara itu, Dicky Kartikoyono memiliki total kekayaan senilai Rp 8,3 miliar. Sebagian besar aset mereka berupa tanah, bangunan, serta surat berharga yang dilaporkan secara transparan.

3. Kapan jadwal uji kelayakan (fit and proper test) calon Deputi Gubernur BI dilaksanakan?

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyatakan bahwa rapat internal akan digelar pada Selasa, 20 Januari 2026. Rapat ini bertujuan untuk menentukan jadwal pasti pelaksanaan fit and proper test bagi ketiga calon. Setelah jadwal terbentuk, para kandidat akan memaparkan visi dan misi mereka di hadapan anggota dewan.




(par/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads