Tanggal 1 Syaban 2026 Hari Apa? Cek Konversi Kalender Berikut Ini dan Amalannya

Tanggal 1 Syaban 2026 Hari Apa? Cek Konversi Kalender Berikut Ini dan Amalannya

Khofifah Azzahro - detikJateng
Minggu, 18 Jan 2026 13:29 WIB
Ilustrasi bulan Syaban
Ilustrasi bulan Syaban. Foto: Gemini AI
Solo -

Saat ini, kita telah berada di ujung bulan Rajab dan akan memasuki bulan baru, yaitu bulan Syaban. Dalam kalender hijriah yang merupakan sistem penanggalan dalam Islam, bulan Syaban berada di urutan ke delapan yang jatuh tepat sebelum bulan Ramadhan. Lantas, awal 1 Syaban 2026 jatuh pada hari apa?

Bulan Syaban adalah waktu yang tepat untuk mempersiapkan diri untuk menyambut bulan Ramadhan. Bulan ini juga merupakan salah satu bulan istimewa yang memiliki peristiwa penting, salah satunya adalah malam Nisfu Syaban. Dilansir dari laman NU Online, bulan ini adalah waktu di mana catatan amal tahunan diangkat dan diganti.

Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Nasa'i dan Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bulan Syaban adalah bulan yang sering dilupakan oleh manusia, yaitu antara Rajab dan Ramadhan. Di bulan ini, amal-amal diangkat kepada Tuhan semesta alam, dan aku ingin amalanku diangkat dalam keadaan berpuasa." (HR. Nasa'i & Abu Dawud)

Oleh karena itu, penting untuk memahami penanggalan kalender hijriah dengan tepat. Berikut merupakan penjelasan mengenai waktu bulan Syaban 1447 H/2026, beserta amalan-amalan sunnah yang baik untuk dilakukan pada bulan istimewa ini.

ADVERTISEMENT

Tanggal 1 Syaban 2026 Hari Apa?

Berdasarkan kalender hijriah yang diterbitkan oleh Kemenag RI, bila 30 Rajab Hijriah bertepatan pada hari Senin, 19 Januari 2026 di kalender Masehi. Maka, 1 Syaban 1447 Hijriah jatuh pada hari Selasa, 20 Januari 2026.

Tanggal 1 Syaban versi Muhammadiyah dapat dicek melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang diterbitkan oleh Muhammadiyah. Dalam kalender tersebut, awal bulan Syaban 1447 H juga jatuh pada hari Selasa, 20 Januari 2026.

Sementara itu, Nahdlatul Ulama (NU) juga memiliki hasil penetapan awal bulan Syaban 1447 H yang sama yaitu bertepatan pada hari Selasa, 20 Januari 2026. Perkiraan tersebut didasarkan melalui Almanak Tahun 2026 yang diterbitkan oleh Lembaga Falakiyah PCNU Kabupaten Bojonegoro.

Kalender Hijriah 1447 H/2026

Berikut rincian kalender Hijriah 1447/2026 berdasarkan kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 oleh Kemenag RI yang dapat digunakan sebagai panduan umat islam terkait penanggalan bulan Syaban.

  • 1 Syaban 1447 Hijriah : 20 Januari 2026
  • 2 Syaban 1447 Hijriah : 21 Januari 2026
  • 3 Syaban 1447 Hijriah : 22 Januari 2026
  • 4 Syaban 1447 Hijriah : 23 Januari 2026
  • 5 Syaban 1447 Hijriah : 24 Januari 2026
  • 6 Syaban 1447 Hijriah : 25 Januari 2026
  • 7 Syaban 1447 Hijriah : 26 Januari 2026
  • 8 Syaban 1447 Hijriah : 27 Januari 2026
  • 9 Syaban 1447 Hijriah : 28 Januari 2026
  • 10 Syaban 1447 Hijriah : 29 Januari 2026
  • 11 Syaban 1447 Hijriah : 30 Januari 2026
  • 12 Syaban 1447 Hijriah : 31 Januari 2026
  • 13 Syaban 1447 Hijriah : 1 Februari 2026
  • 14 Syaban 1447 Hijriah : 2 Februari 2026
  • 15 Syaban 1447 Hijriah : 3 Februari 2026
  • 16 Syaban 1447 Hijriah : 4 Februari 2026
  • 17 Syaban 1447 Hijriah : 5 Februari 2026
  • 18 Syaban 1447 Hijriah : 6 Februari 2026
  • 19 Syaban 1447 Hijriah : 7 Februari 2026
  • 20 Syaban 1447 Hijriah : 8 Februari 2026
  • 21 Syaban 1447 Hijriah : 9 Februari 2026
  • 22 Syaban 1447 Hijriah : 10 Februari 2026
  • 23 Syaban 1447 Hijriah : 11 Februari 2026
  • 24 Syaban 1447 Hijriah : 12 Februari 2026
  • 25 Syaban 1447 Hijriah : 13 Februari 2026
  • 26 Syaban 1447 Hijriah : 14 Februari 2026
  • 27 Syaban 1447 Hijriah : 15 Februari 2026
  • 28 Syaban 1447 Hijriah : 16 Februari 2026
  • 29 Syaban 1447 Hijriah : 17 Februari 2026
  • 30 Syaban 1447 Hijriah : 18 Februari 2026

Amalan-Amalan Bulan Syaban

Dikutip dari buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, berikut merupakan amalan-amalan yang disunnahkan pada bulan Syaban untuk mendekatkan diri pada Allah SWT serta memperbanyak pahala:

1. Berpuasa di Bulan Syaban

Seperti yang kita ketahui bahwa setelah bulan Syaban merupakan bulan Ramadhan. Oleh karena itu pada bulan ini dianjurkan untuk melakukan puasa sunnah sebagai bentuk persiapan untuk menyambut bulan Ramadhan. Sebagaimana pernah dikatakan Aisyah RA dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim berikut:

"Saya tidak pernah melihat Rasulullah SAW melakukan puasa satu bulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan. Dan, saya juga tidak pernah melihatnya sangat banyak melakukan puasa selain pada bulan Syaban." (HR. Bukhari dan Muslim).

2. Berdoa di Bulan Syaban


Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡ΩΩ…Ω‘ΩŽ Ψ¨ΩŽΨ§Ψ±ΩΩƒΩ’ Ω„ΩŽΩ†ΩŽΨ§ فِي رَجَبَ ΩˆΩŽΨ΄ΩŽΨΉΩ’Ψ¨ΩŽΨ§Ω†ΩŽ ΩˆΩŽΨ¨ΩŽΩ„Ω‘ΩΨΊΩ’Ω†ΩŽΨ§ Ψ±ΩŽΩ…ΩŽΨΆΩŽΨ§Ω†ΩŽ

Latin: Allaahumma baarik lanaa fii rajaba wa sya'baana wa ballighnaa ramadhaana

Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan."

Melalui artinya, dapat diketahui bila doa tersebut untuk memohon berkah dari Allah SWT. Oleh karena itu, doa tersebut dianjurkan untuk dibaca berulang kali ketika bulan Syaban supaya berkah dan pahala yang didapat semakin banyak.

3. Bersedekah dan Beristighfar di Bulan Syaban

Sebagaimana diriwayatkan Imam Shadiq ketika ditanya tentang amalan terbaik di bulan Syaban.

"Bershadaqah dan membaca istighfar. Barang siapa bershadaqah di bulan Sya'ban, maka Allah Swt. akan memelihara shadaqah tersebut sebagaimana salah seorang dari kalian memelihara anak untanya, sehingga pada hari kiamat, shadaqah tersebut sampai di tangan pemiliknya sebesar Gunung Uhud."

Berdasarkan riwayat tersebut, dapat dipahami bahwa bersedekah dan beristigfar merupakan salah satu amalan terbaik yang dapat dilakukan ketika memasuki bulan Syaban. Berikut merupakan bacaan dan terjemahannya yang dianjurkan untuk dibaca sebanyak 70 kali:

Ψ£ΩŽΨ³Ω’ΨͺΩŽΨΊΩ’ΩΩΨ±Ω Ψ§Ω„Ω„Ω‡ΩŽ ΩˆΩŽΨ£ΩŽΨ³Ω’Ψ£ΩŽΩ„ΩΩ‡Ω Ψ§Ω„ΨͺΩ‘ΩŽΩˆΩ’Ψ¨ΩŽΨ©ΩŽ

Arab Latin: Astaghfirullaaha wa as-aluhut taubah

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah dan aku meminta kepada-Nya agar diterima tobatku."

Ψ£ΩŽΨ³Ω’ΨͺΩŽΨΊΩ’ΩΩΨ±Ω Ψ§Ω„Ω„Ω‡ΩŽ Ψ§Ω„Ω‘ΩŽΨ°ΩΩŠ Ω„ΩŽΨ§ Ψ₯ΩΩ„ΩŽΩ‡ΩŽ Ψ₯ΩΩ„Ω‘ΩŽΨ§ Ω‡ΩΩˆΩŽ Ψ§Ω„Ψ±Ω‘ΩŽΨ­Ω’Ω…ΩŽΩ†Ω Ψ§Ω„Ψ±Ω‘ΩŽΨ­ΩΩŠΩ…Ω Ψ§Ω„Ω’Ψ­ΩŽΩŠΩ‘Ω Ψ§Ω„Ω’Ω‚ΩŽΩŠΩ‘ΩΩˆΩ…Ω وَأَΨͺΩΩˆΩ’Ψ¨Ω Ψ₯ΩΩ„ΩŽΩŠΩ’Ω‡Ω

Arab Latin: Astaghfirullaahaladzii laa ilaaha illaa huwar rahmaanur rahiimul hayyul qayyuumu wa atuubu ilaih

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah, tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Yang Maha Hidup, Yang Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertobat kepada-Nya."

4. Mengerjakan Salat Sunnah

Amalan terakhir yang dapat dilakukan saat bulan Syaban adalah sholat sunnah yang dilakukan setiap hari Kamis pada bulan Syaban. Sholat sunnah pada bulan Syaban ini dikerjakan sebanyak dua rakaat, di mana masing-masing rakaat membaca al-Fatihah. Selanjutnya, diikuti surah pendek al-Ikhlas yang dibaca sebanyak 100 kali. Setelah sholat selesai dilakukan, maka juga dianjurkan untuk membaca shalawat sebanyak 100 kali.

Demikian penjelasan mengenai waktu bulan Syaban 2026, serta amalan yang dapat dilakukan di bulan istimewa tersebut. Semoga membantu, detikers!

Artikel ini ditulis oleh Khofifah Azzahro peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.



(par/par)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads