Banjir yang meluas di sejumlah wilayah operasional PT Kereta Api Indonesia (Persero) berdampak pada kelancaran perjalanan kereta api. Hingga Minggu (18/1/2026), titik banjir dilaporkan bertambah, terutama di wilayah kerja Daop 4 Semarang dan Daop 1 Jakarta.
Kondisi tersebut membuat KAI Daop 5 Purwokerto melakukan pembatalan dan rekayasa pola operasi perjalanan kereta api demi menjaga keselamatan penumpang.
Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M As'ad Habibuddin, mengatakan curah hujan tinggi menyebabkan genangan air di lintasan sehingga sebagian jalur belum dapat dilalui secara aman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keselamatan perjalanan kereta api dan pelanggan menjadi prioritas utama. Seiring bertambahnya titik banjir dan tingginya potensi keterlambatan, KAI melakukan rekayasa pola operasi, termasuk pengalihan rute, pembatasan kecepatan, hingga pembatalan perjalanan kereta api agar risiko keselamatan dapat dihindari," kata As'ad dalam keterangan tertulisnya, Minggu (18/1/2026).
As'ad menjelaskan, KAI terus melakukan pemantauan intensif serta pemeriksaan teknis secara menyeluruh. Selain itu, petugas prasarana dan sarana juga dikerahkan untuk melakukan normalisasi lintasan dan penguatan badan jalan rel.
"Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat kewilayahan, dan instansi teknis lainnya dalam penanganan dampak banjir di sekitar jalur rel," ujarnya.
Berdasarkan evaluasi operasional terkini, KAI Daop 5 Purwokerto membatalkan perjalanan KA Kamandaka relasi Semarang Tawang-Purwokerto pulang-pergi dan KA Purwojaya relasi Gambir-Cilacap pulang-pergi untuk keberangkatan Minggu (18/1).
"Pembatalan dilakukan karena keterlambatan yang sangat tinggi serta kondisi lintasan yang belum memungkinkan untuk dilalui secara aman," katanya.
KAI juga memberlakukan pola operasi memutar pada Minggu (18/1) untuk sejumlah KA sebagai berikut:
KA Ganjil
1. KA 3 (Anggrek) memutar via Semarang Tawang - Brumbung - Gundih - Solobalapan - Kroya - Cirebon
2. KA 41 (Sembrani) memutar via Semarang Tawang - Brumbung - Gundih - Solobalapan - Kroya - Cirebon
3. KA 31 (Pandalungan) memutar via Semarang Tawang - Brumbung - Gundih - Solobalapan - Kroya - Cirebon
KA Genap
1. KA 4 (Anggrek) memutar via Cirebon - Prupuk - Kroya - Solo Balapan - Gundih - Brumbung - Semarang Tawang
2. KA 32 (Pandalungan) memutar via Tegal - Prupuk - Kroya - Solo Balapan - Gundih - Brumbung - Semarang Tawang
3. KA 92 (Jayabaya) memutar via Cirebon - Kroya - Solobalapan - Surabaya Gubeng
4. KA 42 (Sembrani) memutar via via Tegal - Prupuk - Kroya - Solo Balapan - Gundih - Brumbung - Semarang Tawang
As'ad menambahkan, KAI telah menyiapkan service recovery bagi pelanggan yang terdampak gangguan perjalanan. KAI juga memberikan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen sesuai ketentuan.
"Pelanggan yang tidak berkenan melanjutkan perjalanan akibat pengalihan rute, rekayasa pola operasi, maupun dampak keterlambatan berhak mendapatkan pengembalian bea tiket 100 persen, termasuk untuk tiket terusan atau pulang-pergi," jelasnya.
Pengembalian bea tiket dapat dilakukan paling lambat tujuh hari sejak tanggal pembatalan melalui loket Stasiun Purwokerto, Kroya, Cilacap, dan Kutoarjo, serta melalui Contact Center 121.
"KAI menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami berkomitmen untuk terus memberikan informasi terkini kepada masyarakat seiring perkembangan penanganan di lapangan," pungkasnya
(afn/afn)
