Perbedaan patokan kalender Masehi dan Hijriah dalam menentukan awal bulan menyebabkan tanggal yang berlainan pula. Kalender Masehi menggunakan dasar pergerakan Matahari, sedangkan kalender Hijriah mengacu pada Bulan.
Masyarakat Indonesia biasa menjadikan tanggalan Masehi sebagai panduan hidup sehari-hari. Padanya, tanggal-tanggal peringatan besar, baik nasional maupun internasional, ditetapkan. Begitu pula libur nasional dan cuti bersama.
Namun, tanggalan Hijriah tetap diperlukan. Mengingat, mayoritas orang Indonesia menganut agama Islam dan syariat-syariatnya dikerjakan berdasar kalender Hijriah. Di antaranya adalah sholat Idul Fitri, puasa sunnah Ayyamul Bidh, dan penyembelihan hewan kurban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, penting bagi setiap muslim untuk mengetahui tanggal Hijriah yang tepat setiap hari. Bagaimana dengan hari ini? Simak konversi Rabu, 14 Januari 2026, ke dalam tanggalan Hijriah menurut pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah via uraian berikut.
Kalender Hijriah Hari Ini 14 Januari 2026
Kalender Hijriah 14 Januari 2026 Menurut Pemerintah
Tanggal hijriah versi pemerintah tertera dalam Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2025 yang dirilis Kementerian Agama. Melalui kalender itu, pemerintah mengonversi 1 Rajab 1447 H menjadi Minggu, 21 Desember 2025.
Bulan haram (mulia/terhormat) ini berlangsung genap 30 hari hingga 19 Januari 2026 mendatang. Lalu, pada 20 Januari 2026, Rajab resmi digantikan Syaban, bulan yang padanya, Nabi Muhammad SAW paling banyak berpuasa.
Atas acuan itu, pemerintah mengonversi 14 Januari 2026 menjadi 25 Rajab 1447 H.
Kalender Hijriah 14 Januari 2026 Menurut NU
Dilihat dari Instagram Lembaga Falakiyah (LF) NU, @falakiyahnu, 1 Rajab 1447 H jatuh pada Senin, 22 Desember 2025. Pasalnya, sampai Sabtu, 20 Desember 2025, tidak terlihat hilal sehingga metode penyempurnaan alias istikmal dipakai.
"Sebagai tindak lanjutnya maka awal bulan Rajab 1447 H bertepatan dengan Senin Pon 22 Desember 2025 M (mulai malam Senin) atas dasar istikmal," bunyi keterangan dalam Pengumuman Nomor: 110/PB.08/A.II.11.13/13/12/2025 tentang Awal Bulan Rajab 1447 H.
Atas dasar informasi tersebut, NU menetapkan 14 Januari 2026 sebagai 24 Rajab 1447 H.
Kalender Hijriah 14 Januari 2026 Menurut Muhammadiyah
Dilihat dari laman Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Muhammadiyah menulis Rajab 1447 H dimulai pada Ahad/Minggu, 21 Desember 2025. Sama dengan versi pemerintah, Muhammadiyah menetapkan Rajab berlangsung 30 hari genap hingga 19 Januari 2026.
Sebagai informasi, KHGT adalah versi termutakhir upaya umat Islam sedunia untuk menyatukan tanggalan, dilaporkan laman Suara Muhammadiyah. KHGT berprinsip 1 hari untuk 1 tanggal di seluruh dunia sehingga tidak ada lagi perbedaan. Kalender ini mulai dipedomani Muhammadiyah sejak tahun 1447 H.
Dengan demikian, Muhammadiyah menetapkan 14 Januari 2026 sebagai 25 Rajab 1447 H.
Apa Amalan Jumat Terakhir Rajab?
Baik mengikuti tanggalan pemerintah, NU, maupun Muhammadiyah, Jumat terakhir Rajab 1447 H bakal jatuh pada 16 Januari 2026 mendatang. Lantas, adakah amalan khusus pada hari Jumat terakhir Rajab?
Disadur dari NU Online, pada waktu khutbah kedua, dianjurkan membaca bacaan khusus sebanyak 35 kali. Begini redaksi bacaannya:
أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ
Arab Latin: Ahmad Rasûlullâh Muhammad Rasûlullâh
Artinya: "Ahmad utusan Allah, Muhammad utusan Allah."
Apakah ada keutamaannya? Habib Ali bin Hasan Baharun menukil keterangan gurunya, Habib Zain bin Ibrahim bin Smith di kitabnya:
فَائِدَةٌ لِإِبْقَاءِ الدُّرَيْهِمَاتِ فِيْ جَمِيْعِ السَّنَةِ الْإِتْيَانُ بِهَذَا الذِّكْرِ خَمْس وثلاثيْن مرّة فِيْ آخِرِ جُمُعَةٍ مِنْ رَجَبَ حَالَ الْخُطْبَةِ الثَّانِيَةِ، وَهُوَ أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ الله، وَقَدْ جَرَّبَهُ الْكَثِيْرُ وَصَحَّ عِنْدَهُمْ
Artinya: "Faidah. Agar uang tak kunjung habis di sepanjang tahun (dianjurkan) membaca amalan ini sebanyak 35 kali di akhir Jumat bulan Rajab saat khutbah kedua, yaitu 'Ahmad Rasûlullâh Muhammad Rasûlullâh'. Amalan ini telah dicoba oleh banyak orang dan terbukti berhasil." (Al-Fawaid al-Mukhtarah)
Shahihkah Amalan Jumat Terakhir Rajab?
Apakah amalan membaca 'Ahmad Rasulullah, Muhammad Rasulullah' itu bersumber dari Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam?
Ustadz Mubasysyarum Bih mengatakan amalan ini diajarkan ulama, jadi bukan Rasulullah. Di antara yang ulama yang mengijazahkannya adalah Syaikh al-Habib Salim bin Abdullah al-Syathiri.
Buya Yahya, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, di kanal YouTube Al-Bahjah TV memberi keterangan serupa. Ia menyebut bacaan itu tidak berasal dari sang Khatamul Anbiya'. Karenanya, ia mengingatkan untuk tidak menisbahkannya pada Nabi SAW.
"Itu bukan dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Dan bagi yang mengamalkan hal-hal semacam itu, jangan sampai menisbatkan pada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam," terangnya, dikutip pada Selasa (13/1/2026).
Menurut Buya Yahya, bacaan ini boleh-boleh saja dibaca. Yang pasti, tanpa keyakinan bahwasanya itu bersumber dari Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.
Tentunya, memilih mengerjakan amalan ini atau tidak dikembalikan pada keyakinan masing-masing. Wallahu a'lam bish-shawab.
Demikian informasi mengenai kalender Hijriah hari ini 14 Januari 2026 dan amalan Jumat terakhir Rajab. Semoga menambah wawasan detikers, ya!
(par/apl)
