Kalender Hijriah Hari Ini 5 Januari 2026 dan Keistimewaan Kurma Ajwa

Kalender Hijriah Hari Ini 5 Januari 2026 dan Keistimewaan Kurma Ajwa

Nur Umar Akashi - detikJateng
Senin, 05 Jan 2026 08:34 WIB
Ilustrasi kurma
Ilustrasi kurma. Foto: Getty Images/iStockphoto/barmalini
Solo -

Perbedaan patokan kalender Masehi dan Hijriah dalam menentukan awal bulan menyebabkan tanggal yang berlainan pula. Kalender Masehi menggunakan dasar pergerakan Matahari, sedangkan kalender Hijriah mengacu pada Bulan.

Masyarakat Indonesia biasa menjadikan tanggalan Masehi sebagai panduan hidup sehari-hari. Padanya, tanggal-tanggal peringatan besar, baik nasional maupun internasional, ditetapkan. Begitu pula libur nasional dan cuti bersama.

Namun, tanggalan Hijriah tetap diperlukan. Mengingat, mayoritas orang Indonesia menganut agama Islam dan syariat-syariatnya dikerjakan berdasar kalender Hijriah. Di antaranya adalah sholat Idul Fitri, puasa sunnah Ayyamul Bidh, dan penyembelihan hewan kurban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oleh karena itu, penting bagi setiap muslim untuk mengetahui tanggal Hijriah yang tepat setiap hari. Bagaimana dengan hari ini? Simak konversi Senin, 5 Januari 2026 ke dalam tanggalan Hijriah menurut pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah via uraian berikut.

ADVERTISEMENT

Kalender Hijriah Hari Ini 5 Januari 2026

Kalender Hijriah 5 Januari 2026 Menurut Pemerintah

Tanggal hijriah versi pemerintah tertera dalam Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2025 yang dirilis Kementerian Agama. Melalui kalender itu, pemerintah mengonversi 1 Rajab 1447 H menjadi Minggu, 21 Desember 2025.

Bulan haram (mulia/terhormat) ini berlangsung genap 30 hari hingga 19 Januari 2026 mendatang. Lalu, pada 20 Januari 2026, Rajab resmi digantikan Syaban, bulan yang padanya, Nabi Muhammad SAW paling banyak berpuasa.

Atas acuan itu, pemerintah mengonversi 5 Januari 2026 menjadi 16 Rajab 1447 H.

Kalender Hijriah 5 Januari 2026 Menurut NU

Dilihat dari Instagram Lembaga Falakiyah (LF) NU, @falakiyahnu, 1 Rajab 1447 H jatuh pada Senin, 22 Desember 2025. Pasalnya, sampai Sabtu, 20 Desember 2025, tidak terlihat hilal sehingga metode penyempurnaan alias istikmal dipakai.

"Sebagai tindak lanjutnya maka awal bulan Rajab 1447 H bertepatan dengan Senin Pon 22 Desember 2025 M (mulai malam Senin) atas dasar istikmal," bunyi keterangan dalam Pengumuman Nomor: 110/PB.08/A.II.11.13/13/12/2025 tentang Awal Bulan Rajab 1447 H.

Atas dasar informasi tersebut, NU menetapkan 5 Januari 2026 sebagai 15 Rajab 1447 H.

Kalender Hijriah 5 Januari 2026 Menurut Muhammadiyah

Dilihat dari laman Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Muhammadiyah menulis Rajab 1447 H dimulai pada Ahad/Minggu, 21 Desember 2025. Sama dengan versi pemerintah, Muhammadiyah menetapkan Rajab berlangsung 30 hari genap hingga 19 Januari 2026.

Sebagai informasi, KHGT adalah versi termutakhir upaya umat Islam sedunia untuk menyatukan tanggalan, dilaporkan laman Suara Muhammadiyah. KHGT berprinsip 1 hari untuk 1 tanggal di seluruh dunia sehingga tidak ada lagi perbedaan. Kalender ini mulai dipedomani Muhammadiyah sejak tahun 1447 H.

Dengan demikian, Muhammadiyah menetapkan 5 Januari 2026 sebagai 16 Rajab 1447 H.

Sekilas tentang Kurma Ajwa

Dari sekian banyak jenis kurma di dunia, kurma ajwa merupakan salah satu yang istimewa. Bagaimana tidak, hasil alam satu ini sampai disebutkan oleh Nabi Muhammad SAW punya 'khasiat ajaib', lo!

Sebelum membahas kemampuannya, detikers harus tahu dahulu apa itu kurma ajwa. Dilihat dari dokumen unggahan Repository Universitas Muhammadiyah Surabaya, kurma ajwa juga biasa disebut kurma nabi.

Menurut informasi dari laman Arab News, kurma ajwa sudah eksis sejak tahun 5000 Sebelum Masehi (SM). Dewasa ini, perkebunan kurma ajwa mudah ditemui di Madinah dan desa-desa sekitarnya. Meski berasal dari Kota Nabi, varietas kurma ini juga dibawa ke daerah lain, seperti Qassim.

Jenis kurma yang berasal dari Madinah ini punya karakteristik unik. Ciri-cirinya, kurma ajwa berbentuk elips. Diameternya 1,845 centimeter (cm) dengan rata-rata berat 5,131 gram. Panjang buahnya 2,459 cm dengan tebal daging 0,466 cm.

Secara fisik, kurma ajwa memiliki warna merah terang tatkala belum matang. Saat sudah waktunya dipanen, kurma ini justru berwarna hitam pekat. Tekstur dagingnya lembut. Rasanya manis dengan sedikit pahit, membuat kurma ini mudah dibedakan.

Kurma Ajwa sering menjadi pilihan oleh-oleh jemaah haji. Selain rasa dan nilai historisnya, manfaat kurma ajwa menjadi daya tarik tersendiri. Masa simpan kurma ajwa yang cukup lama pun berkontribusi atas larisnya tipe buah ini di pasaran.

Keistimewaan Kurma Ajwa

Salah satu manfaat makan kurma ajwa sebanyak 7 butir adalah terhindar dari racun maupun sihir. Diambil dari UMI Medical Journal berjudul 'Potensi Kurma Ajwa (Phoenix Dactylifera L.) Bagi Kesehatan Reproduksi Wanita dalam Literatur Islam dan Penelitian Ilmiah Terkini: Literature Review' oleh Ida Royani dkk, dasarnya adalah hadits:

من تصبح بسبع تمرات عجوة، لم يَضُرُّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ مِنمُّ وَلَا سِحْرٌ

Artinya: "Barang siapa mengonsumsi tujuh butir kurma ajwa pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir." (HR Bukhari dan Muslim)

Hadits lain dengan redaksi mirip disebutkan oleh Sa'ad bin Abi Waqqash RA bahwasanya Nabi Muhammad SAW bersabda:

من اصطيح كل يوم تمرات عجوة ، لم يضره ممَّ وَلَا سِحْرٌ ذَلِكَ الْيَوْمَ إِلَى اللَّيْلِ

Artinya: "Siapa yang setiap pagi sarapan dengan beberapa kurma ajwa, maka racun maupun sihir tidak akan membahayakannya di hari itu sampai malam." (HR Bukhari)

Belum berhenti sampai di sana, Aisyah RA pernah meriwayatkan sebuah hadits tentang keistimewaan kurma ajwa sebagai penawar racun. Riwayat itu dicantumkan Imam Muslim dalam Shahih-nya:

أَوَإِنَّهَا بَرْيَاقُ، أَوَّلَ الْبُكْرَةِ إِنَّ فِي عَجْوَةِ الْعَالِيَةِ شِفَاءً،

Artinya: "Sesungguhnya dalam kurma ajwa yang berasal dari Aliyah arah kota Madinah di dataran tinggi dekat Nejed itu mengandung obat penawar atau ia merupakan obat penawar, dan ia merupakan obat penawar racun apabila dikonsumsi pada pagi hari." (HR Muslim no 2048)

Demikian informasi mengenai kalender Hijriah hari ini 5 Januari 2026 dan keistimewaan kurma ajwa. Semoga menambah wawasan detikers, ya!



(par/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads