6 Rekomendasi Tempat Wisata Alternatif di Dekat Alun-alun Ciamis

Dadang Hermansyah - detikJabar
Sabtu, 03 Jan 2026 19:30 WIB
Alun-alun Ciamis. (Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar)
Ciamis -

Alun-alun Ciamis atau yang dikenal sebagai Taman Raflesia menjadi salah satu ikon Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Berada tepat di jantung kota, kawasan ini tak pernah sepi dari aktivitas warga. Mulai dari berolahraga, bersantai bersama keluarga, hingga sekadar duduk menikmati suasana sore, semuanya bisa dilakukan di ruang terbuka hijau seluas sekitar tiga hektare ini.

Di sekitar Alun-alun Ciamis berdiri sejumlah bangunan penting, seperti Masjid Agung Ciamis, Pendopo Bupati, kantor DPRD Ciamis, hingga kantor pos. Tak heran jika kawasan ini menjadi pusat kehidupan sosial masyarakat Tatar Galuh sekaligus tempat rekreasi yang terjangkau dan ramah bagi semua kalangan.

Kawasan Alun-alun Ciamis memiliki nilai sejarah yang panjang. Dahulu, area ini merupakan lahan kosong setelah pusat pemerintahan Kabupaten Galuh dipindahkan. Pada masa kepemimpinan RAA Kusumadiningrat atau Kanjeng Prebu (1839-1886), pembangunan besar-besaran dilakukan di Ciamis yang saat itu menjadi ibu kota Kabupaten Galuh.

Sejumlah bangunan bersejarah mulai berdiri, seperti Gedung Kabupaten yang kini digunakan sebagai gedung DPRD Ciamis, bangunan Asisten Residen Galuh yang sekarang menjadi Pendopo Bupati, hingga Masjid Agung, tangsi militer, dan penjara. Seiring waktu, di bagian bawah kawasan tersebut berkembang pasar tradisional.

Pada masa pemerintahan Bupati Ciamis Taufik Hidayat (1988-1993), pasar tradisional itu dipindahkan ke lokasi baru. Pemerintah daerah kemudian melakukan penataan kota, dan lahan bekas pasar tersebut diubah menjadi Taman Raflesia atau Alun-alun Ciamis seperti yang dikenal saat ini.

Selain menikmati suasana Alun-alun, wisatawan juga bisa menjelajahi sejumlah destinasi menarik yang lokasinya tak jauh dari pusat kota. Berikut enam destinasi wisata alternatif dekat Alun-alun Ciamis yang bisa dikunjungi.

Situs Jambansari

Situs Jambansari merupakan salah satu lokasi bersejarah di kawasan perkotaan Ciamis. Di tempat ini terdapat makam Bupati Galuh RAA Kusumadiningrat atau Kanjeng Prebu. Situs ini dikenal memiliki nilai spiritual tersendiri sehingga kerap didatangi peziarah dari berbagai daerah.

Pada momen politik tertentu, seperti pemilu, jumlah pengunjung biasanya meningkat. Para peziarah datang untuk berziarah, bertawasul, berzikir, dan berikhtiar sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT.

Kanjeng Prebu dikenal sebagai pemimpin yang berjasa besar dalam pembangunan Kabupaten Galuh sekaligus tokoh yang berperan dalam siar Islam. Ia memimpin Galuh pada masa kolonial Belanda.

Lokasi Situs Jambansari sangat mudah dijangkau karena berada di pusat kota Ciamis, sekitar 900 meter dari Alun-alun. Selain berziarah dan belajar sejarah, pengunjung juga bisa berfoto hingga piknik atau makan bersama. Tersedia beberapa kantin, dan tidak ada tiket masuk alias gratis.

Museum Galuh Pakuan

Museum Galuh Pakuan menjadi destinasi wisata edukasi yang menyimpan berbagai pusaka dan peninggalan Kerajaan dan Bupati Galuh. Museum ini berdiri di bekas Keraton Selagangga dan menyimpan koleksi berharga seperti keris, tombak, gong, arca, hingga artefak dari zaman batu sampai masa Islam.

Museum ini juga berfungsi sebagai penjaga warisan Bupati Galuh ke-16, RAA Kusumadiningrat. Selain sebagai pusat pelestarian sejarah dan budaya, Museum Galuh Pakuan menjadi simbol kebesaran masa lalu Ciamis.

Berlokasi di Jalan KH Ahmad Dahlan, jaraknya sekitar satu kilometer dari Alun-alun Ciamis. Museum ini dapat ditempuh dengan berjalan kaki dan kendaraan, dan sangat cocok dikunjungi pelajar dan wisatawan yang ingin mengenal sejarah Galuh lebih dekat.




(orb/orb)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork