Pelatih Persib Bandung Igor Tolic buka suara soal keputusan mempertahankan Kakang Rudianto dan meminjamkan Dion Markx ke Persita Tangerang untuk menghadapi musim 2026/2027.
Keputusan tersebut sempat menimbulkan pertanyaan. Terlebih, Kakang belakangan mendapat kritik setelah beberapa kali melakukan kesalahan di lapangan. Di sisi lain, Dion justru harus meninggalkan Persib sementara untuk mendapatkan menit bermain bersama Persita.
Igor menegaskan, keputusan tersebut tidak semata-mata didasarkan pada siapa yang lebih sedikit melakukan kesalahan. Ada pertimbangan pengalaman, menit bermain, serta kebutuhan masing-masing pemain.
Menurut Igor, Kakang sudah memiliki pengalaman panjang bersama Persib. Bek muda tersebut juga disebut menjadi salah satu pemain dengan jumlah menit bermain terbanyak dalam tiga tahun terakhir.
"Mengapa Kakang bertahan dan Dion lebih baik pergi dan bermain? Kakang adalah pemain yang sudah menjadi pemain inti di Persib. Dia bermain paling banyak menit tampil dalam tiga tahun terakhir. Dia selalu siap untuk bermain," kata Igor, Sabtu (5/9/2026).
Igor tidak menampik bahwa Kakang masih melakukan kesalahan. Namun, bagi pelatih asal Kroasia tersebut, kesalahan merupakan bagian dari proses seorang pemain.
"Apakah Kakang melakukan kesalahan? Ya. Tapi siapa yang tidak pernah membuat kesalahan?" ungkapnya.
Pertimbangan berbeda diterapkan kepada Dion. Setelah lebih banyak menghabiskan waktu di bangku cadangan pada musim sebelumnya, Igor menilai Dion membutuhkan pertandingan reguler agar perkembangannya tidak terhambat.
"Jadi, untuk Dion, setelah duduk satu tahun di bangku cadangan, dia perlu bermain. Kami menemukan solusi baginya untuk bermain," jelasnya
Persita kemudian menjadi tempat bagi Dion untuk mendapatkan kesempatan tersebut. Peminjaman itu diharapkan bisa membuat Dion lebih sering bermain dan membangun kembali ritme kompetisinya.
Igor juga menjelaskan perbedaan kondisi antara Kakang dan Dion jika harus bersaing memperebutkan posisi di lini belakang, terlebih dengan hadirnya beberapa pemain baru, salah satunya Sandy Walsh.
Menurutnya, jika Kakang harus berada di bangku cadangan karena kalah bersaing dengan Sandy, situasi tersebut tidak menjadi persoalan besar. Kakang dinilai sudah memiliki pengalaman pertandingan yang cukup.
"Jika Kakang duduk di bangku cadangan dan Sandy bermain, bagi Kakang itu bukan masalah, karena dia sudah punya 100 pertandingan. Jadi, itu bukan masalah," tegasnya.
Situasinya berbeda bagi Dion. Igor melihat pemain tersebut justru membutuhkan menit bermain setelah sebelumnya tidak banyak mendapat kesempatan.
"Tapi untuk Dion jika harus duduk di belakang Sandy Walsh, itu jadi masalah. Karena selama satu tahun, berapa banyak pertandingan (yang dia dapatkan)?" pungkasnya.
(sud/sud)