Liverpool memasuki babak baru menjelang musim 2026/2027. Meski mengalami sejumlah perubahan penting di jajaran kepelatihan dan manajemen, klub berjuluk The Reds itu tetap menyambut musim baru dengan optimisme tinggi.
Perubahan terbesar datang dari kursi pelatih. Liverpool menunjuk Andoni Iraola sebagai manajer anyar untuk menggantikan Arne Slot. Mantan pelatih Bournemouth itu memulai tugasnya setelah Slot gagal memenuhi ekspektasi pada musim keduanya bersama klub.
Di saat yang hampir bersamaan, Liverpool juga kehilangan salah satu sosok penting di balik layar. Michael Edwards memutuskan hengkang dari jabatannya sebagai CEO Fenway Sports Group (FSG), perusahaan yang memiliki Liverpool. Kepergian Edwards terjadi setelah proyek kepemilikan multiklub yang dirancang FSG gagal terwujud.
Perubahan di tubuh Liverpool diperkirakan belum berhenti. Direktur Keolahragaan Richard Hughes juga dikabarkan akan meninggalkan klub untuk bergabung dengan Al Hilal di Arab Saudi.
Meski menghadapi sejumlah pergantian, CEO Liverpool Billy Hogan menilai situasi tersebut merupakan hal yang lumrah dalam dunia sepak bola. Ia menegaskan kondisi klub tetap stabil dan siap menyongsong musim baru, terutama dengan hadirnya Iraola sebagai pelatih.
"Transisi dan perubahan itu tak terhindarkan di sepakbola. Dalam kasus kami, dengan pelatih baru datang, ada antusiasme nyata seputar pola pikir dan filosofi Andnoni yang akan sangat dinikmati oleh para suporter," kata Hogan dikutip BBC.
Hogan juga menegaskan fondasi Liverpool tetap kuat meski sedang menjalani masa transisi.
"Memang akan butuh waktu, tapi dalam hal transisi saya akan mengirim pesan bahwa kami ada di posisi yang sangat sehat sebagai sebuah klub. Kepemimpinan dari pihak pemilik sangat stabil dan kami menantikan musim depan dan berikutnya," katanya menambahkan.
Artikel ini telah tayang di detikSport. Baca selengkapnya di sini.
(raw/sud)