Kylian Mbappe mengakui final Piala Dunia 2022 antara Prancis dan Argentina layak disebut sebagai salah satu pertandingan terbaik sepanjang masa. Namun di balik statusnya sebagai laga yang penuh drama dan dikenang banyak pecinta sepak bola, tersimpan luka yang hingga kini belum bisa dilupakan sang penyerang.
Mbappe menjadi salah satu tokoh utama dalam partai final yang berlangsung di Qatar tersebut. Meski tampil gemilang dengan mencetak hat-trick dan sukses mengeksekusi penalti dalam adu tos-tosan, ia tetap tidak mampu menghindarkan Prancis dari kekalahan 2-4 lewat adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 3-3 hingga babak perpanjangan waktu.
Kekalahan itu membuat Les Bleus gagal mempertahankan gelar juara dunia yang mereka raih pada 2018. Sementara bagi Argentina, kemenangan tersebut menjadi momen bersejarah karena menghadirkan trofi Piala Dunia pertama bagi Lionel Messi.
Melasir detikSport, meski mengakui kualitas dan drama yang tersaji sepanjang pertandingan, Mbappe mengungkapkan dirinya tidak pernah sanggup menonton ulang laga tersebut karena rasa sakit yang masih membekas.
"Final terbaik sepanjang masa? Kurasa dalam hal menghibur memang laga itu tidak tertandingi, duel-duelnya, skenario pertandingan, dengan banyak sekali liku-liku. Pertandingannya berakhir dengan adu penalti, cara yang paling brutal untuk siapapun," ungkap dia.
Menurut bintang Real Madrid itu, final tersebut memiliki nilai historis yang sangat besar, terlepas dari siapa yang akhirnya keluar sebagai pemenang.
"Pertandingan itu jadi trofi Piala Dunia pertama Lionel Messi atau trofi back to back untuk Prancis. Jadi pertandingan itu memang bersejarah apapun yang terjadi," lanjut superstar Real Madrid itu.
Namun ketika ditanya apakah ia pernah menonton ulang pertandingan yang begitu ikonik tersebut, jawaban Mbappe sangat tegas. Pemain berusia 27 tahun itu mengaku belum pernah melakukannya sejak malam final di Qatar.
"Apakah aku sudah menonton pertandingannya lagi sejak saat itu? Tidak pernah! Kurasa jika aku melakukannya, maka aku akan merasa terpukul lagi," Kylian Mbappe menambahkan dalam perbincangannya dengan Sorare.
Baca juga: Isi Hati Mbappe untuk Pelatih Real Madrid |
Empat tahun setelah malam yang menyakitkan itu, Mbappe kini bersiap menatap tantangan baru di Piala Dunia 2026. Ia diharapkan kembali menjadi andalan Timnas Prancis dalam upaya merebut kembali mahkota juara dunia.
Perjalanan Les Bleus dipastikan tidak mudah. Prancis tergabung di Grup I bersama Senegal, Irak, dan Norwegia, grup yang dinilai cukup menantang sejak fase awal turnamen. Bagi Mbappe, Piala Dunia 2026 juga menjadi kesempatan untuk menghapus kenangan pahit yang hingga kini masih membuatnya enggan menonton ulang final bersejarah di Qatar.
Artikel ini sudah tayang di detikSport
Simak Video "Video: Real Madrid Susah Payah Taklukkan Getafe"
(rin/dir)