Skuad Persib Bandung kembali berkumpul di lapangan hijau usai menikmati libur panjang kompetisi. Kini, fokus sepenuhnya dialihkan pada sembilan laga tersisa di Liga 1 2025-2026, fase krusial yang akan menentukan nasib Maung Bandung di akhir musim.
Latihan perdana selepas libur langsung digenjot dengan intensitas tinggi. Tak ada ruang untuk bersantai. Tim pelatih tampak ingin memastikan seluruh pemain kembali ke level kebugaran terbaik dalam waktu singkat, mengingat jadwal padat yang sudah menanti di depan mata.
Baca juga: Beckham Putra dan Tangisannya yang Pecah |
Pemain muda Persib, Dion Markx, mengakui bahwa menu latihan yang dijalani terasa sangat berat. Namun, ia memandang hal itu sebagai bagian krusial dari persiapan menghadapi periode menentukan.
"Kondisi saya bagus, kami mendapat program dari Miro, jadi saya menjalankannya. Tapi sekarang, dia seperti ingin 'membunuh' kami, karena kami akan menjalani sembilan pertandingan dalam waktu yang singkat," ujar Dion, Sabtu (28/3/2026).
"Jadi kami harus kembali bugar lagi. Jadi saya rasa, tipe latihan hari ini sangat berat, tentu saja ini berat bagi siapapun. Tapi menurut saya, semua bisa melaluinya dan ini merupakan persiapan yang bagus untuk sembilan laga sisa. Kami memerlukan ini, bagus," lanjutnya.
Dengan hanya sembilan laga tersisa, setiap pertandingan kini memiliki bobot yang sama besarnya. Tak ada lagi ruang bagi Maung Bandung untuk kehilangan poin jika ingin tetap menjaga asa di jalur perebutan juara.
Karena itu, Dion menegaskan bahwa seluruh pemain memiliki visi yang sama, yakni menganggap setiap laga sisa layaknya partai final.
"Kami melihat setiap pertandingan sebagai final. Seperti yang sudah dikatakan oleh semuanya sebelumnya," katanya.
Ia juga optimistis dengan kedalaman skuad yang dimiliki Persib saat ini. Menurutnya, dengan kerja keras dan kebersamaan, peluang untuk menyapu bersih kemenangan di setiap pertandingan tetap terbuka lebar.
"Saya rasa, jika kami berkomitmen bersama, bersama-sama bekerja keras, kami akan memiliki kesempatan yang besar untuk meraih kemenangan di setiap pertandingan. Karena kami adalah tim yang sangat baik, sangat berkualitas. Jadi kami hanya perlu menatap ke depan menghadapi sembilan laga tersisa, dan menuntaskan musim ini dengan baik," ucapnya.
Meski tekanan akan semakin memuncak di fase akhir kompetisi, Dion memilih untuk tetap tenang. Ia percaya, selama tim mampu menjaga konsistensi performa seperti sebelumnya, trofi juara tetap berada dalam jangkauan.
"Semuanya tetap tenang. Karena jika kami bisa melakukan apa yang sudah dilakukan sebelumnya, kami punya peluang juara di liga. Jadi saya pikir tidak ada yang perlu ditakutkan oleh kami," tegasnya.
(bba/orb)