Di tengah persaingan perburuan gelar Super League Indonesia 2025/26, Persib Bandung menemukan kekuatannya dari tempat yang sering luput dari sorotan yakni lini belakang.
Bukan sekadar solid, pertahanan Maung Bandung menjelma menjadi benteng yang sulit ditembus dan di jantungnya, berdiri dua sosok yang kian padu, Federico Barba serta Patricio Matricardi.
Hingga pekan ke-25, Persib baru kebobolan 14 gol, terbaik di liga. Sebuah catatan yang tak datang tiba-tiba, melainkan dibangun dari konsistensi, komunikasi, dan ketangguhan dua palang pintu tersebut.
Barba, dengan gaya bermain yang tenang dan penuh perhitungan, menjadi sosok yang mengatur ritme dari lini belakang. Ia tak hanya piawai membaca arah serangan lawan, tetapi juga berani naik membantu serangan.
Bek asal Italia tersebut telah mencatatkan sekitar 20 penampilan dengan total lebih dari 1.477 menit bermain. Dari posisinya sebagai bek tengah, ia bahkan mampu menyumbang 3 gol.
Di sisi lain, Matricardi hadir sebagai penyeimbang. Bek asal Argentina itu membawa karakter keras dan tanpa kompromi dalam duel. Ia menjadi pemain yang kerap memutus serangan sebelum berkembang.
Simak Video "Video Pawai Persib Juara Liga 1, Bobotoh Tumpah Ruah di Balai Kota"
(bba/mso)