Persib 'Cukup 1-0'? Analisis Pengamat soal Fenomena Irit Gol Maung Bandung

Bima Bagaskara - detikJabar
Selasa, 24 Feb 2026 19:30 WIB
Laga Persib Bandung vs Persita Tangerang (Foto: Dokumen Persib.co.id).
Bandung -

Persib Bandung kokoh di puncak klasemen Super League 2025/26. Dari 21 pertandingan hingga pekan ke-22, Maung Bandung mengoleksi 16 kemenangan, 2 hasil imbang, dan 3 kekalahan dengan total 50 poin. Secara hasil, nyaris tak ada cela.

Namun ada satu catatan yang memantik perdebatan di kalangan Bobotoh, yakni produktivitas gol. Dari 21 laga, Persib baru mencetak 32 gol, jumlah yang relatif paling sedikit dibanding tim-tim papan atas lainnya.

Fenomena ini menjadi sorotan pengamat Persib, Indra Jaya. Ia tak menampik bahwa musim ini Maung Bandung memang tampil "irit" dalam urusan mencetak gol. Terhitung kata dia, Persib mencetak 1 gol dalam 12 laga dengan hasil 8 kali menang, 2 kali imbang dan 2 kali saat kalah

Artinya, mayoritas kemenangan Persib musim ini lahir lewat skor tipis. Meski demikian, bukan berarti lini depan benar-benar tumpul. Dalam delapan laga lainnya, Persib mampu mencetak lebih dari satu gol. Bahkan hanya satu kali mereka gagal mencetak gol, yakni saat kalah dari Malut United.

Secara matematis, 12 laga dengan hanya satu gol memang lebih banyak dibanding delapan laga dengan produktivitas di atas satu gol. Namun Indra menegaskan bahwa angka itu tak bisa dilepaskan dari identitas permainan Persib musim ini.

"Memang jika ditotal dari 21 laga, 12 laga dengan 1 gol lebih banyak daripada 8 laga yang mencetak lebih dari 1 gol. Tapi faktanya Persib berada di papan atas klasemen dengan rekor pertahanan terbaik serta jumlah clean sheet terbanyak dipegang oleh Teja," ucap Indra, Selasa (24/2/2026).

Kokohnya lini belakang dan konsistensi penjaga gawang menjadi fondasi utama. Persib mungkin tak selalu berpesta gol, tetapi mereka jarang memberi ruang bagi lawan. Bahkan pasukan Bojan Hodak menyapu bersih 11 laga kandang dengan kemenangan.

Menang Tipis, Jantung Berdegup

Di sisi lain, gaya main ini kerap memancing komentar. Banyak kemenangan Persib musim ini dipandang membosankan, bahkan membuat jantung bobotoh berdegup kencang hingga peluit akhir berbunyi. Indra menilai, taktik pelatih Bojan memang cenderung pragmatis.

"Ya harus kita akui, taktik Bojan memang sedikit pragmatis, lebih dominan bertahan dan mengandalkan counter attack. Sayangnya, banyak peluang yg didapat dari serangan balik jarang berbuah gol, hal ini yang membuat Persib irit dalam mencetak gol," ujarnya.

Bagi Indra, pendekatan tersebut sepenuhnya pilihan taktis. Fokus utama Bojan menurutnya adalah hasil akhir, bukan sekadar estetika permainan yang belum tentu menghasilkan 3 poin.

"Dari sudut pandang taktikal, Bojan hanya mencari hasil akhir, biarkan Bojan menerapkan filosofi bermainnya pada tim. Ia tau tuntutan Bobotoh tinggi, hasil 1-0 tentu sangat baik daripada kalah yg membuat hujatan datang pada dia dan pemainnya," ungkapnya.

Simak Video "Video: Persib Bandung Juara 3 Musim Beruntun!"


(bba/mso)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork