Suara raungan mesin dan deru knalpot bakal kembali menggema di Kabupaten Cirebon. Setelah vakum selama kurang lebih lima tahun, ajang balap motor road race kembali menyapa masyarakat Cirebon.
Stadion Watubelah akan menjadi saksi kembalinya atmosfer balap tersebut. Pada Sabtu-Minggu, 12-13 September, venue olahraga ini resmi dipilih sebagai lokasi gelaran Mr. Puli Matic Race Seri 2.
Bagi pencinta otomotif di Cirebon, kehadiran ajang ini bukan sekadar perlombaan untuk menentukan siapa yang paling cepat. Balapan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menghidupkan kembali gairah olahraga otomotif yang sempat terhenti sejak 2019.
Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Otong mengatakan, gelaran kali ini dikemas sebagai club event dengan dominasi kelas motor matik. Sejumlah kelas seperti 115 cc dan 150 cc menjadi bagian utama dalam persaingan para pembalap.
Meski demikian, panitia tetap menyediakan kelas pendukung atau supporting race untuk kategori motor bebek.
Pemilihan Stadion Watubelah sebagai arena balap bukan tanpa alasan. Lokasinya dinilai cukup representatif untuk menggelar kompetisi sekaligus menjadi ruang bagi pembalap-pembalap muda menunjukkan kemampuan mereka.
Lintasan yang disiapkan memiliki panjang sekitar 1 kilometer. Dengan karakter lintasan tersebut, para pembalap dituntut tidak hanya memiliki keberanian untuk memacu kendaraan, tetapi juga kemampuan membaca tikungan, menjaga ritme, serta menentukan momentum yang tepat untuk melakukan manuver.
"Di Cirebon itu terakhir ada balapan tahun 2019. Tempat di Stadion Watubelah ini cukup bagus dan representatif. Harapan kita ke depan, ajang ini bisa melahirkan pembalap-pembalap muda berbakat untuk ajang Porda, nasional, hingga internasional," ujarnya kepada detikJabar, Kamis (10/9/2026) sore.
Harapan itu sejalan dengan profil peserta yang didominasi pembalap usia muda. Mereka yang ambil bagian dalam kompetisi ini berada pada rentang usia sekitar 12 hingga 20 tahun.
Artinya, lintasan Stadion Watubelah tidak hanya menjadi tempat adu cepat, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi generasi baru pembalap yang sedang menapaki karier di dunia balap motor.
Ratusan Starter Siap Meramaikan Lintasan
Ia melanjutkan, antusiasme peserta terhadap kembalinya road race di Cirebon juga cukup tinggi. Meski pendaftaran masih dibuka hingga menjelang pelaksanaan, jumlah peserta yang masuk sudah menunjukkan angka yang cukup menjanjikan.
"Saat ini tercatat sekitar 50 pembalap dengan jumlah starter diperkirakan mencapai 150 hingga 200 pendaftar," ungkapnya.
Peserta pun tidak hanya berasal dari Cirebon dan wilayah sekitarnya. Pembalap dari berbagai daerah di Jawa Barat, termasuk Bandung dan Ciamis, turut meramaikan persaingan.
Kehadiran pembalap dari luar daerah membuat kompetisi di Watubelah diperkirakan berlangsung lebih sengit. Selain memperebutkan posisi terbaik di setiap kelas, para pembalap juga memiliki kesempatan mengukur kemampuan mereka ketika berhadapan dengan lawan dari daerah lain.
"Ajang di Cirebon ini merupakan seri kedua dari tiga seri Mr. Puli Matic Race. Sebelumnya, seri pertama telah sukses digelar di Ciamis," terangnya.
Persaingan di lintasan Watubelah akan dimulai sejak Sabtu. Pada hari pertama, para pembalap akan menjalani sesi latihan bebas (free practice) sekaligus babak kualifikasi.
Setiap sesi akan menjadi kesempatan bagi pembalap untuk mengenali karakter lintasan sepanjang sekitar 1 kilometer tersebut. Setelan motor, pemilihan jalur, hingga strategi menghadapi tikungan akan menjadi bagian penting sebelum memasuki balapan utama.
Sementara itu, Otong juga menerangkan hari Minggu menjadi hari penentuan. Seluruh kelas utama dan kelas pendukung akan menjalani babak final untuk menentukan pembalap terbaik.
Lebih jauh, ia berharap kembalinya road race dapat menjadi awal dari kebangkitan olahraga otomotif di Kabupaten Cirebon. Tidak berhenti pada satu gelaran, ajang seperti ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembinaan yang berkelanjutan.
Sebab, dari lintasan-lintasan lokal seperti Watubelah, bukan tidak mungkin muncul pembalap muda yang kelak membawa nama Cirebon ke tingkat yang lebih tinggi.
"Ajang ini menjadi ajang pencarian bagi bibit muda calon pembalap nasional bahkan internasional," pungkasnya.
(orb/orb)