Kabupaten Kuningan punya destinasi wisata alam yang wajib masuk daftar kunjungan kamu, yakni Kebun Raya Kuningan. Berbeda dengan tempat wisata pada umumnya, destinasi ini menawarkan sensasi berwisata sambil belajar mengenal berbagai jenis tanaman.
Memiliki luas mencapai 145 hektare, Kebun Raya Kuningan terbagi ke dalam sembilan zona. Begitu tiba di zona pertama dekat pintu masuk, pengunjung langsung disambut panorama pepohonan rindang dengan kontur jalan yang menanjak. Sepanjang perjalanan, mata kamu akan dimanjakan dengan pemandangan perbukitan yang memukau.
Setelah melewati tanjakan, pengunjung akan tiba di zona dua yang berfungsi sebagai area pendukung. Di sini, tersedia berbagai fasilitas penunjang seperti tempat parkir, kantin, toilet, musala, hingga pusat informasi.
Bergeser ke zona tiga, terdapat area pendidikan lingkungan yang kerap digunakan untuk sosialisasi dan edukasi alam. Tepat di dekatnya, ada zona empat atau zona koleksi tumbuhan. Di sini, kamu bisa melihat berbagai pohon dan tanaman endemik khas Gunung Ciremai, seperti saninten, jamuju, dan cantigi.
Perjalanan berlanjut ke zona lima atau zona buah-buahan yang mengoleksi berbagai bibit tanaman buah, salah satunya mangga. Bagi yang ingin bersantai, zona enam hadir sebagai area rekreasi. Tak jauh dari sana, terdapat zona tujuh atau zona konservasi yang menjadi rumah bagi tumbuhan langka, seperti anggrek hutan dan bunga bangkai.
Bagi yang tertarik dengan riset, Kebun Raya Kuningan menyediakan zona delapan sebagai kantor laboratorium dengan fasilitas penelitian yang lengkap. Terakhir, ada zona sembilan yang difungsikan sebagai area pelayanan, mencakup rumah kaca, pembibitan, serta perawatan tanaman.
Kepala UPT Kebun Raya Kuningan, Dedi, memaparkan bahwa di dalam sembilan zona tersebut terdapat pula taman-taman tematik. Selain itu, pengunjung bisa menikmati dua situ alami, yakni Situ Luhur dan Situ Padabeunghar, untuk duduk santai menikmati suasana hutan Gunung Ciremai yang asri.
"Kita bagi di sembilan zona. Taman itu kita sekarang kan ada taman tematik, kita punya tematik buah lokal, kita punya tematik tipikal khas Ciremai, kita punya tematik bambu, kita punya farmakologi, kita punya aromatika, kita punya taman kuning," tutur Dedi.
Soal harga tiket, destinasi ini sangat ramah di kantong. Pengunjung dewasa hanya perlu membayar Rp10.000, sementara anak-anak Rp5.000. Untuk biaya parkir kendaraan dikenakan Rp5.000. Kebun Raya Kuningan beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB.
"Kalau harga masih sama dengan Perda Nomor 1 Tahun 2024 itu plus dengan asuransi Jasa Raharja. Berarti setiap tiket masuk pengunjung itu di-cover asuransi. Dewasa Rp10.000, anak-anak Rp5.000.Bagi pengunjung yang membawa kendaraan roda dua, dikenakan biaya tambahan. Rp25.000 itu kan kalau dua orang sama retribusi motor Rp 5.000. Kalau satu orang jalan kaki berarti Rp10.000 dia," tutur Dedi.
Salah satu pengunjung, Nadin (15), tampak asyik bercengkerama bersama temannya di sudut kebun yang rindang. Menurutnya, suasana sejuk, tiket yang terjangkau, serta banyaknya tumbuhan langka menjadi alasan utama ia sering berkunjung ke sini.
Senada dengan Nadin, Gendis (15) merasa Kebun Raya Kuningan adalah tempat yang pas untuk healing sekaligus belajar. "Seru, aman, nggak apa-apa tadi nanjaknya. Adem buat healing sebentar. Sering ke sini, mau muter-muter saja sama foto-foto," tutur Gendis.
Tertarik berkunjung? Kamu bisa langsung datang ke Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan. Jika dari arah Kota Cirebon, kamu bisa menuju ke arah Sumber, lalu lurus terus ke Jalan Raya Dewi Sartika. Setelah itu, belok kiri di Jalan Permai Indah dan ikuti jalan menanjak hingga menemukan papan informasi Kebun Raya Kuningan.
Simak Video " Perjalanan Menyeberang Perahu ke Desa Trunyan di Bali "
(mso/mso)