Salah satu Situ alami yang ada di Kebun Raya Kuningan adalah Situ Padabeunghar. Lokasinya berada di Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan. Meski merupakan salah satu daya tarik utama, namun dalam beberapa tahun terakhir kondisi Situ Padabeunghar cukup memprihatinkan dan menyebabkan situ tersebut kehilangan fungsinya sebagai sarana irigasi, ekologi, dan konservasi.
Kepala UPTD Kebun Raya Kuningan, Dedi memaparkan bahwa kondisi Situ Padabeunghar dalam tiga tahun terakhir memang mengalami kerusakan. Salah satu yang cukup parah adalah rusaknya beberapa saluran irigasi yang menyebabkan air tidak dapat ditampung saat musim kemarau seperti sekarang.
Pantauan detikJabar di lokasi menunjukkan debit air Situ Padabeunghar yang mulai menyusut. Bahkan, di bagian tepi situ terlihat sudah dalam kondisi mengering. Menurut Dedi, rusaknya saluran irigasi tersebut menyebabkan lahan pertanian warga di Padabeunghar tidak bisa dialiri air saat musim kemarau. Kondisi tersebut diperparah dengan bangunan tepi situ yang menjadi penahan air yang sudah rapuh akibat longsor.
"Jalur situ yang di bawah itu kan dia nampung yang dari situ atas. Nah, di jalur irigasinya dari situ atas ke situ bawah itu kan juga udah rusak banyak bocor di jalan gitu. Akibatnya ya saluran irigasi ke sawah warga sudah nggak bisa lagi kalau kemarau. Jadi mereka potong kompas cari sumber air sendiri. Kemarin di situnya longsor tuh di pinggir-pinggirnya. Jadi kerusakannya bukan hanya irigasi saja tapi konstruksinya juga rusak. Makannya tidak diperbolehkan untuk mancing karena takut jatuh," tutur Dedi, Selasa (15/9/2026).
Masalahnya tidak berhenti sampai situ, kondisi ekologis Situ Padabeunghar juga mulai diinvasi ulah hama ikan berupa ikan red devil atau setan merah yang menyebabkan ekosistem Situ Padabeunghar menjadi terganggu. Menurutnya, ikan red devil sendiri cukup berbahaya karena merupakan ikan predator yang suka memakan ikan endemik yang ada di dalamnya. Dedi sendiri tidak mengetahui secara pasti dari mana asal ikan predator tersebut.
Padahal, lanjut Dedi, dulu Situ Padabeunghar merupakan situ yang menjadi tempat berkembang biaknya berbagai macam jenis ikan. Namun, karena kondisi lingkungan yang rusak serta adanya ikan invasif membuat Situ Padabeunghar kehilangan fungsinya ekologisnya.
"Nggak tahu kenapa setahun terakhir ini ada ikan invasif predator kayak Red Devil,. Nggak tahu saya dari mana datangnya. Satu lagi itu saya lupa namanya. Nah, itu yang mengganggu ekosistem aslinya. Padahal itu situ alami yang jadi ekosistem banyak ikan tawar kayak nila, mas. Jadi sangat disayangkan," tutur Dedi.
Menurut Dedi, meski lokasinya berada di kawasan Kebun Raya Kuningan, namun karena untuk situ kewenangannya ada di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, pihaknya sendiri tidak bisa berbuat banyak. Ia hanya berharap, semoga dilakukan perbaikan konstruksi dan pemulihan ekosistem di Situ Padabeunghar.
"Nah, itu yang yang yang kemudian eh kita coba cari solusi ke BBWS. Mungkin kalau BBWS sendiri mungkin sudah dalam perencanaan atau eh memang porsi anggarannya yang belum ter-cover, saya nggak tahu. Cuman yang jelas itu ranahnya ada di mereka gitu, bukan di pemerintah daerah," pungkas Dedi.
(yum/yum)