Kasus DBD di Cirebon Turun 50 Persen, Dinkes: Jangan Lengah!

Devteo Mahardika - detikJabar
Selasa, 30 Jun 2026 17:30 WIB
Ilustrasi (Foto: thinkstock).
Cirebon -

Hingga pertengahan Juni 2026, jumlah kasus DBD di Kabupaten Cirebon tercatat mengalami penurunan hampir 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon mengingatkan masyarakat agar tidak lengah karena potensi penularan masih tetap ada.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Cirebon, Mona Isabella Saragih, mengungkapkan bahwa berdasarkan data hingga pekan ke-25 atau pertengahan Juni 2026, tercatat sebanyak 350 kasus DBD dengan satu kasus meninggal dunia.

Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 687 kasus dengan jumlah kematian yang juga tercatat satu orang.

"Kalau dibandingkan tahun lalu pada minggu yang sama, terjadi penurunan kasus yang cukup signifikan," ujar Mona, Selasa (30/6/2026).

Meski terjadi penurunan, penyebaran kasus DBD masih ditemukan di berbagai wilayah. Berdasarkan data Dinkes, Kecamatan Plumbon menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 42 kasus. Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Sumber dengan 29 kasus, Weru sebanyak 23 kasus, Jamblang 22 kasus, dan Susukan 17 kasus. Sementara itu, satu-satunya kasus kematian akibat DBD tahun ini terjadi di Kecamatan Gegesik.

Mona mengatakan, penurunan angka kasus tidak boleh membuat masyarakat mengabaikan upaya pencegahan. Menurutnya, perubahan cuaca yang tidak menentu masih berpotensi memicu meningkatnya populasi nyamuk Aedes aegypti, sehingga risiko penularan DBD tetap harus diwaspadai.

Simak Video "Video: Masyarakat Diimbau Waspada DBD, Terutama Terhadap Genangan Air"


(mso/mso)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork