Galabag, Tembakau Lembaran dari Sunda yang Disenangi Pasar Eropa

Dian Nugraha Ramdani - detikJabar
Rabu, 03 Jun 2026 07:00 WIB
Daun tembakau galabag (Foto: Dian Nugraha Ramdani/detikJabar)
Bandung -

Selain mengenal tembakau mole, yaitu daun tembakau yang dijemur setelah melalui proses pengirisan, masyarakat Sunda juga mengenal cara penjemuran daun tembakau dengan metode lembaran.

Yakni, setelah daun tembakau dipanen, tidak ada acara merajang tembakau. Melainkan daun-daun itu dipilih dan diperam, kemudian dikeringkan dalam suhu ruangan, lalu disimpan bertahun-tahun. Tembakau lembaran itu disebut Galabag.

Meski terkesan sederhana, tetapi dalam pengerjaannya, tembakau galabag harus melalui tahapan sortasi yang ketat. Tanpa kerja seperti itu, tembakau akan rusak ketika melewati masa aging (pengumuran). Di antaranya rusak oleh jamur.

Kalau prosesnya berhasil dilalui, tembakau yang dihasilkan merupakan tembakau terbaik. Galabag ini disenangi pasar Eropa. Bagaimana kisahnya? Simak yuk!

Dua Jenis Pengolahan Tembakau

Daun tembakau galabag Foto: Dian Nugraha Ramdani/detikJabar

Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian RI Nomor 56/Permentan/OT.140/9/2012 tentang Pedoman Penanganan Pascapanen Tembakau, dikatakan bahwa ada dua jenis pengolahan tembakau di Indonesia:

1. Tembakau Rajangan

Tembakau rajangan adalah tembakau yang hanya ada di Indonesia. Di Sumedang dan Garut, Jawa Barat sangat terkenal tembakau mole. Umpamanya dari daerah Parugpug, Darmawangi, dan Cicareuh, di Sumedang dan Cigasti di Garut.

Di selain Jawa Barat, terkenal misalnya tembakau rajangan Tambeng dari Besuki, Situbondo yang enak dan wangi. Tembakau Temanggung juga bagian dari tembakau rajangan (slicing type) ini.

"Tembakau rajangan sangat unik, dimana hanya terdapat di Indonesia saja. Tembakau dipasarkan dalam bentuk rajangan, dimana sebelum dipasarkan, terlebih dahulu dirajang sedemikian rupa, untuk selanjutnya dilakukan proses pengeringan dengan bantuan sinar matahari (sun cured)." tulis pedoman Permentan tadi.

Ada dua tipe rajangan berdasarkan ukuran ketipisannya. Yakni, rajangan kasar dan sedang (broad cut) serta rajangan halus (fine cut). Berdasarkan warnanya, tembakau rajangan juga dibagi menjadi dua, rajangan kuning dan hitam.

B. Galabag

Permentan menyebut tipe ini sebagai Kerosok (leaf type). Oleh orang Sunda, jenis ini disebut Galabag. Nama ini disematkan mungkin karena bentuk tembakau yang lebar seperti sayap yang dibentangkan yang di dalam bahasa Sunda disebut 'Gayabag'.

Menurut pedoman itu, tembakau galabag atau kerosok merupakan jenis yang paling banyak terdapat di dunia. Tembakau kerosok dipasarkan dalam bentuk lembaran
daun, setelah melalui proses pengeringan. Biasanya, tembakau ini mengalami proses pengumuran (aging). Lama pengumuran di gudang antara 2-3 tahun.

Disenangi Orang Eropa

Kamus Sundadigi memasukkan lema 'galabag' dan memberinya arti dengan lebih spesifik dari sekadar daun tembakau. Menurut kamus itu, daun tembakau galabag ini sering dijadikan barang lelang di Eropa.

"Daun bako ti Indonesia nu digaringkeun sok dilelangkeun di Eropa" (daun tembakau dari Indonesia yang dikeringkan dan sering dijadikan barang lelang di Eropa)."

Daun tembakau galabag Foto: Dian Nugraha Ramdani/detikJabar

Ringkasan Cara Membuat Tembakau Galabag

Petani tembakau di Tanjungsari, Kabupaten Sumedang masih konsisten membuat tembakau galabag. Meski tidak dalam jumlah banyak, paling tidak, tembakau itu cukup untuk konsumsi sendiri, atau untuk kepentingan meramaikan pembuatan cerutu/ sigar oleh komunitas-komunitas pecinta tembakau.

Tembakau galabag dibuat dari daun-daun pilihan. Setelah tembakau dipanen, maka dipilih satu per satu dengan sentuhan tangan. Yang dipilih adalah daun tembakau yang lebar namun dengan urat daun yang lebih kecil. Di samping itu, dipilih yang tipis di antara daun-daun yang tebal.

Tembakau yang pilihan ini misalnya ada 5 kilogram. Maka, proses selanjutnya adalah memeramnya. Apa fungsi pemeraman? Menurut panduan dalam Permentan itu, dikatakan "pemeraman secara fisik bertujuan merubah warna daun dari hijau menjadi kuning kemudian menjadi coklat."

Pemeraman boleh jadi hanya 2-3 hari saja. Setelah itu, tembakau diangin-anginkan hingga lalu dan mengering. Hal ini dilakukan supaya tembakau kering tapi tidak kriuk seperti kerupuk, melainkan tetap lentur dan tidak mudah robek. Setelah melewati berminggu-minggu masa 'angin-angin', tembakau disimpan selama bertahun-tahun supaya rasanya semakin enak.

Dari jumlah 5 kilogram daun tembakau basah, jumlah tembakau galabag yang dihasilkan berkisar antara 1,5 kilogram saja.

Cara Menikmati Tembakau Galabag

Penyair W.S. Rendra menulis puisi berjudul 'Burung Kondor' (1973) yang mengisahkan betapa melaratnya petani tembakau di tanah air ini, sebab hasil panen tembakau yang memeras keringat itu "diambil oleh cukong-cukong pabrik cerutu di Eropa".

Galabag adalah satu di antara bahan cerutu, sebagaimana dijelaskan Kamus Sundadigi bahwa galabag sering masuk pasar lelang di Eropa.

Menikmati galabag dengan menjadikannya cerutu/ sigar adalah salah satu keputusan yang tepat. Selain bisa memperkaya khazanah tembakau nusantara, menikmati cerutu juga ada seninya. Sikap kita saat menghadapi cerutu punya nilai tersendiri.

Selain dibuat cerutu, galabag juga bisa disobek-sobek selayaknya tembakau lintingan pada umumnya. Cara seperti ini juga tidak akan mengurangi kenikmatan aroma galabag. Wangi fermentasi tembakau yang khas tercium dengan tegas di pangkal hidung.

Dua Jenis Tembakau Galabag

Petani tembakau mengenal dua jenis galabag. Yang pertama adalah galabag yang dibuat secara sengaja, yaitu melalui proses pemilihan, fermentasi, pengeringan, dan pengumuran. Ini merupakan galabag kualitas premium. Kedua, galabag yang dihadirkan alam.

Jadi, dari sekian banyak tanaman tembakau di kebun, ada saja daun tembakau yang ujungnya atau setengahnya mengering meski masih menempel pada pohonnya. Bagian kering di ujung daun ini disebut juga galabag. Untuk mengecek rasa tembakau di kebun itu, biasanya petani memanfaatkan daun tembakau kering tersebut untuk dihisap dengan cara dilinting.




(yum/yum)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork