Di antara ornamen yang mewarnai suasana Imlek adalah bunga Mei Hwa. Bunga ini punya nama lain, plum blossom atau dalam bahasa Indonesia sering disebut bunga plum, bunga prem, bahkan disebut bunga keberuntungan.
Dalam kebudayaan Tiongkok, bunga ini menjadi simbol keberkahan dan keberuntungan terutama saat Imlek. Bunga Mei Hwa juga dikaitkan dengan hujan yang nyaris selalu menjadi 'cuaca baku' dalam momen Tahun Baru Cina ini.
Sebabnya, Mei Hwa tertaut dengan sosok Dewi Kwan Im, dewi welas asih yang menanam bunga itu dan menyiraminya. Hujan setiap Imlek adalah bagian dari 'siraman' kasih sayang itu.
Dilihat dari namanya, Bunga Mei Hwa memiliki arti 'bunga cantik'. Kata 'mei' berarti cantik, sementara 'hwa' artinya bunga. Bunga ini berasal dari Tiongkok dan mekar lebih dahulu daripada saudaranya, 'cherry blossom' atau sakura. Tepatnya, mekar ketika salju masih ada.
Bunga ini biasanya dipotong dengan rantingnya. Namun adapula membuat kriya bunga Mei Hwa dalam pas bunga besar. Dengan demikian, pada cabang-cabang tanamannya bisa digantungkan ormamen lain seperti lampu dan angpao.
Makna Bunga Mei Hwa
Dikutip dari situs Herawati Florist, bunga Mei Hwa dianggap sebagai pembawa keberuntungan serta kebahagiaan. Bunga ini diyakini senantiasa membawa suasana positif sepanjang perayaan Imlek. Selain itu, juga membawa semangat baru untuk orang-orang seisi rumah.
"Dengan harapan dapat mendatangkan kebahagiaan, kemakmuran, dan keberuntungan sepanjang tahun, plum blossom sering digunakan sebagai bagian dari dekorasi rumah atau kuil saat Imlek." tulis situs tersebut.
Bunga Mei Hwa memiliki tempat istimewa dalam kebudayaan Tionghoa karena keunikannya. Ia mekar di penghujung musim dingin, bahkan saat salju masih menyelimuti. Fakta ini membuatnya punya tempat istimewa itu.
Di antaranya, karena ketahanan bunga itu menghadapi cuaca sangat dingin. Kemampuannya untuk mekar di tengah cuaca ekstrem melambangkan semangat yang tak tergoyahkan dalam menghadapi kesulitan.
Kemunculannya juga menandai berakhirnya musim dingin yang suram dan datangnya musim semi yang penuh kehidupan. Ini adalah harapan akan awal yang baru dan lebih baik.
Dan, meskipun sederhana, Mei Hwa memancarkan keindahan alami yang melambangkan kemurnian jiwa dan keanggunan. Satu lagi yang tak boleh dilupakan, soal kepercayaan lima kelopak Mei Hwa.
Setiap kelopak bunga Mei Hwa diyakini melambangkan lima berkah, yakni: Kebahagiaan, kemakmuran, umur panjang, kesehatan, dan kedamaian.
Simak Video "Video: Saat Kopi Jadi Tren, Masih Adakah Masa Depan Teh Jawa Barat?"
(tya/tya)