Waduk Darma di Kabupaten Kuningan tak hanya menyimpan panorama air yang tenang dan perbukitan hijau di sekelilingnya. Di balik permukaannya, waduk ini hidup dalam ingatan kolektif masyarakat sebagai ruang yang dipenuhi kisah, mitos, dan penampakan yang sulit dijelaskan nalar.
Dilansir detikJabar dalam artikel berjudul 'Menyibak Legenda Pangeran Gencay yang Berakhir Tragis di Waduk Darma' (2026), selain kisah Pangeran Gencay, Waduk Darma juga lekat dengan mitos makhluk penjaga. Salah satu yang paling sering dibicarakan warga adalah kemunculan belut putih raksasa, serta ikan mas berukuran tak lazim.
Penduduk setempat meyakini, kedua hewan tersebut bukan sekadar fauna air tawar biasa, melainkan dimitoskan sebagai para penjaga waduk.
"Ada mitos siluman belut putih yang katanya penunggu Waduk Darma. Kabar itu santer di kalangan warga. Bahkan, ada pemancing yang mengaku pernah melihat ikan mas berukuran sangat besar," kata Umar, narasumber detikJabar.
Cerita tentang belut putih bukanlah dongeng yang berdiri sendiri. Dalam kajian akademik, kehadiran fauna-fauna 'tak biasa' justru menjadi bagian penting dari lanskap cerita rakyat Kuningan.
Penelitian berjudul 'Leksikon Flora dan Fauna dalam Kumpulan Cerita Rakyat Kabupaten Kuningan: Kajian Ekolinguistik' oleh Figiati Indra Dewi, dkk., yang dimuat dalam Jurnal Ideas (2024). Belut putih tercatat sejajar dengan buaya putih dan ikan dewa, makhluk-makhluk yang kerap diposisikan sebagai simbol penjaga alam.
"Selanjutnya, komposisi yang ditemukan dalam kumpulan cerita rakyat Kabupaten Kuningan adalah tangkal dahu, tangkal jati, tangkal bintaos, tangkal awi, tangkal ki lampayan, pohon beringin, buaya putih, ikan menga, burung perkutut, kerbau bule, hayam jalak, belut putih, ikan dewa, kuda putih, dan kuda sumba," tulis penelitian itu.
Bisakah Belut Berwarna Putih?
Di tengah kuatnya mitos, sains menawarkan sudut pandang yang berbeda. Dikutip dari situs Jagat Satwa Nusantara dalam artikel berjudul 'Belut Albino', belut berwarna putih bukanlah hal mustahil di alam. Dalam istilah ilmiah, hewan ini dikenal sebagai belut albino.
Belut albino merupakan variasi warna dari belut rawa (Monopterus albus). Tubuhnya berwarna putih kekuningan atau kemerahan akibat mutasi genetik yang menyebabkan kekurangan melanin. Meski tampil berbeda, perilaku biologisnya serupa dengan belut rawa pada umumnya.
Spesies ini dikenal sebagai hermafrodit protogini. Belut muda biasanya berjenis kelamin betina dan dapat berubah menjadi jantan saat dewasa. Mereka juga terkenal tangguh, mampu hidup di lingkungan ekstrem, termasuk perairan berlumpur dengan kadar oksigen rendah. Namun, warna albino membuat keberadaannya sangat jarang di alam liar karena lebih mudah terlihat predator.
(orb/orb)