Kawah Putih menjadi salah satu destinasi wisata paling eksotis di Kabupaten Bandung. Keindahan kawah, bebatuan yang unik, serta lanskapnya yang terkadang tampak seperti dunia lain membuat tempat ini selalu menarik perhatian wisatawan.
Pesonanya bukan hanya dikenal masyarakat Jawa Barat. Kawah Putih juga menjadi tujuan wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.
Baca juga: Kawah Putih dan Kengerian yang Memeluknya |
Namun, di balik panorama indah tersebut, tersimpan cerita yang membuat kawasan Gunung Patuha terasa berbeda. Sejak dahulu, Kawah Putih dan kawasan di sekitarnya juga lekat dengan berbagai mitos tentang dunia tak kasat mata.
Salah satu cerita yang paling menarik adalah mitos tentang domba lukutan alias domba lumutan atau berlumut. Sosok domba misterius ini konon mendiami kawasan puncak Gunung Patuha dan dipercaya bukan sebagai hewan biasa.
Lantas, seperti apa sebenarnya domba lukutan yang dimaksud?
Dalam kepercayaan yang berkembang di sekitar Gunung Patuha, terdapat sosok yang disebut domba lukutan. Namanya berasal dari kata dalam bahasa Sunda, lukutan, yang merujuk pada sesuatu yang ditumbuhi lumut.
Berbeda dengan domba pada umumnya yang memiliki bulu berwarna putih, hitam, atau cokelat, domba lukutan dipercaya mempunyai tubuh berwarna hijau. Warna tersebut konon muncul karena tubuh dan bulunya dipenuhi lumut.
Keberadaan domba dengan penampilan seperti itu tentu terdengar tidak biasa. Namun, dalam cerita masyarakat setempat, domba lukutan bukan sekadar hewan yang hidup liar di kawasan pegunungan.
Sosok tersebut justru dipercaya sebagai jelmaan leluhur. Oleh karena itu, kemunculannya dianggap memiliki kaitan dengan sisi mistis Gunung Patuha yang sejak lama dipercaya sebagai kawasan keramat.
Adapun kemunculannya konon biasanya hanya di waktu-waktu tertentu, khsususnya jika ada yang merusak alam sekitar atau melanggar aturan adat.
Mitos domba lukutan juga tidak bisa dilepaskan dari cerita mengenai tempat yang dipercaya menjadi lokasi berkumpulnya para leluhur. Tempat tersebut berada di kawasan puncak Gunung Patuha dan dikenal masyarakat dengan nama Puncak Kapuk.
Mitos ini pun terus terpelihara dari waktu ke waktu. Namun, sejauh ini belum ada fakta ilmiah yang mengungkap soal domba lukutan tersebut.
(orb/orb)